Angka kemiskinan di Desa Ciherang Bogor Diduga Meningkat Seiring Naiknya 46% Jumlah Warga Penerima Bantuan Pangan, Pemdes Ciherang Bagikan Beras dan Minyak kepada 2.434 KPM !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Angka kemiskinan di desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor diduga meningkat, seiring bertambahnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan pangan, beras dan minyak sebanyak 46 persen, yang disalurkan Pemerintah desa Ciherang sejak Selasa, 02/06/2026.

Penyaluran bantuan pangan (Bapang) beras dan minyak tersebut dilaksanakan di halaman kantor desa Ciherang, Jl Raya Ciherang dengan Jadwal pembagian selama lima mulai Selasa hingga Sabtu mendatang.

Kepala desa Ciherang yang diwakili staf desa, Tabah Febrianto mengatakan bahwa penyaluran bantuan pangan periode Februari – Maret 2026 mengalami kenaikan sebesar 46% semula jumlah 1.667 KPM naik 767 KPM, sehingga totalnya mencapai 2.434 KPM.

“Di satu sisi kami merasa senang jumlah penerima bantuan pangan semakin banyak, namun di sisi lain ini diduga angka kemiskinan semakin meningkat,” katanya.

Jumlah beras dan Minyak dari Perum Bulog

Selanjutnya Tabah mengungkapkan pihaknya terima beras dan minyak dari Perum Bulog Bogor sebanyak 48.680 Kg beras dan 9.936 Liter minyak goreng.

“Jumlah beras dan minyak tersebut dibagikan ke masyarakat masing – masing KPM mendapat 20 Kg beras dan 4 liter minyak goreng,” tegasnya.

Syarat Pengambilan Bantuan Pangan

Kemudian Ia menegaskan untuk pengambilan bantuan pangan berupa beras dan minyak, para KPM membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga Keluarga (Asli dan foto copy).

“Syaratnya membawa KTP dan KK ( Asli dan foto copy dan harus oleh penerima manfaat yang tercantum di dalam KK, sebisa mungkin tidak diwakilkan,” tegasnya.

Empat Kategori Pengambilan Bapang

Pengambilan normal, artinya dilakukan oleh penerima yang tercantum di dalam KK secara langsung itu yang pertama. Kedua diambil oleh perwakilan satu KK, Ketiga diambil oleh perwakilan beda KK dan ke empat diambil oleh pengganti.

“Pengganti ini muncul apabila ada beberapa hal, antara lain penerima meninggal, alamat penerima tidak ditemukan, pindah domisili, tetapi pengganti tersebut datanya sudah ditetapkan oleh Kemensos, tetapi apabila data itu belum ditetapkan, maka akan diambil kebijakan pengganti untuk di wilayah itu sendiri,” tegasnya.

“Kami berharap bantuan pangan ini dapat membantu meringankan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok, utamanya beras dan minyak di tengah harga – harga kebutuhan pokok meningkat,” pungkasnya.***

Scroll to Top