Pemdes Sukawening Bogor Bangun Jalan Penghubung Antar Kampung Terintegrasi dengan Program Dayeuh Pajajaran, Ini Penjelasan Kades Jarkasih !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Pemerintah desa (Pemdes) Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah desa khusus (Musdesus) di aula kantor desa lantai II dalam rangka pembahasan perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan yang dibiayai dari APBD Pemkab Bogor. Acara tersebut berlangsung Rabu, 17/06/2026.

Musdesus tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Kepala desa Sukawening, Jarkasih dihadiri Kasi Ekbang, Yudi Frahyudi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Ibu Milka, Ketua BPD, Babinsa, Babinkamtibmas, para ketua RTRW, Kadus, para kader dan perwakilan masyarakat.

“Hari ini kami melaksanakan Musdesus perubahan petunjuk teknis Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan, sebagai persyaratan pencairan bantuan keuangan yang dibiayai APBD Kabupaten Bogor, “ungkap Jarkasih, Kades Sukawening Bogor.

Menurut Jarkasih, perubahan – perubahan rencana program kegiatan yang dibahas dalam Musyawarah desa khusus tersebut diantaranya program pembangunan infrastruktur, Dayeuh Pajajaran, Digitalisasi desa, dan program satu desa satu sarjana.

Program Dayeuh Pajajaran

Program Dayeuh Pajajaran di desa Sukawening, akan difokuskan di wilayah RW 03 Kp Cibeureum Inpres. Dasar pertimbangan difokuskan di wilayah tersebut karena bisa terhubung dengan wilayah RW 01, RW 05, RW 07 dan RW 08 dan bisa dilalui oleh masyarakat.

Selain itu, lanjut Jarkasih di wilayah itu terdapat area persawahan dan perikanan serta peternakan, juga terdapat area untuk pengelolaan sampah, dan yang terpenting di sana itu sudah ada pengelola Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

“Diharapkan program Dayeuh Pajajaran yang di back-up anggaran sebesar Rp 300 juta bisa terwujud, dan diharapkan dengan program ini terbentuk desa wisata, ekonomi masyarakat tumbuh, khususnya UMKM desa Sukawening bisa naik kelas,” ujarnya.

Program Infrastruktur desa

Selanjutnya kata dia, realisasi bantuan keuangan dari Kabupaten Bogor terintegrasi dengan program Dayeuh Pajajaran, oleh karena itu pembangunan infrastruktur difokuskan di wilayah RW 03 menuju wilayah RW 07 Kp Kelapa Tujuh.

“Pembangunan infrastruktur melanjutkan pembangunan pembukaan jalan baru berupa pembuatan Tembok Penahan Tanah ( TPT) jalan, pemadatan dan pengecoran, betonisasi jalan, dengan anggaran sekitar Rp 900 juta-an,” tegasnya.

Program digitalisasi desa

Pembahasan dalam Musdesus tersebut, selain membahas program Dayeuh Pajajaran dan Infrastruktur dalam musdesus itu dibahas juga terkait digitalisasi desa yang tujuan utama program tersebut adalah untuk mempercepat transformasi di pedesaan melalui pemanfaatan teknologi informasi, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pembangunan ekonomi berbasis teknologi, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan serta akuntabel.

“Melalui program ini desa menjadi termotivasi, baik secara administrasi maupun akselerasi desa, dengan support anggaran sekitar Rp 100 juta-an,” ucapnya.

Program Satu Desa Satu Sarjana

Selanjutnya Jarkasih menjelaskan tahun ini, bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, ada ploting anggaran untu program satu desa satu sarjana dengan pagu anggaran sekitar Rp 22.500.000.

“Program tersebut di desa Sukawening akan direalisasikan kepada 1 orang generasi muda perwakilan masyarakat dan 3 orang staf desa, kuotanya 4 orang,” Jarkasih kembali menegaskan.

Melalui program ini pihaknya berharap ada generasi muda yang bisa menyelesaikan jenjang pendidikan S1, lalu kemudian setelah berhasil diharapkan dapat mengabadikan diri untuk kemajuan desa. Dan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan staf desa, setelah berhasil tentunya bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap 4 program unggulan Bupati dan wakil Bupati Bogor yang kami jalankan, semuanya dapat dilaksanakan serta berjalan sesuai dengan yang telah dijadwalkan dan memperoleh hasil sesuai yang diharapkan,” pungkasnya.***

 

Scroll to Top