Perkuat Kompetensi Akademik dan Digital, UPI Gelar Pelatihan Daring bagi Mahasiswa Indonesia di USIM Malaysia

Bagikan

BANDUNG, KORAN INDONESIA – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri (PkM-LN), bersama Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) menggelar kegiatan Program Pendidikan dan Pelatihan Terpadu Berbasis Kompetensi Digital dan Akademik bagi Mahasiswa Indonesia di USIM Malaysia secara virtual, yang berlangsung pada 18 – 19 Agustus 2026.

Kegiatan yang digelar secara virtual dengan tajuk Empowering Indonesian Scholars dipimpin langsung Dr. Nani Hartini, M.Pd, Ketua Tim Pengabdian dari FIP UPI. Dan
inisiatif strategis ini lahir dari sinergi antar-lembaga perguruan tinggi lintas negara, menggandeng Universiti Sains.
Sementara itu, dari pihak USIM Sains dihadiri oleh Senior Lecturer USIM, Dr. fauziah Hassan, serta didukung aktif oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) USIM.

Dr. Nani Hartini, M.Pd dalam keterangan tertulisnya kepada Koran Indonesia.net pada Jumat, 28 Agustus 2026 mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut, merupakan penguatan kompetensi akademik dan intelektual bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Menurutnya, meskipun pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara daring namun tidak mengurangi kedalaman materi maupun antusiasme puluhan mahasiswa dari berbagai program studi dalam menyerap pembekalan komprehensif dari para pakar.

Pada hari pertama lanjut Dr Nani, materi yang dibahas adalah membedah integrasi teknologi dalam kepenulisan ilmiah serta pengembangan potensi diri dengan menghadirkan 3 narasumber sekaligus antara lain Dr. Mohd Azmi bin Mohd. Razif (Senior Lecturer USIM), Dr. Nani Hartini, M.Pd. (Dosen UPI), dan Dr. Liris Raspatiningrum, M.Pd. (Dosen UPI).

AI Rekan Penyelidik Anda, Panduan Practical Menulis Artikel Jurnal untuk Mahasiswa

Selanjutnya Dr Nani mengungkapkan, pada pembahasan materi ini, narasumber membedah peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) bukan sebagai pengganti pemikiran kritis, melainkan sebagai asisten riset digital untuk mempercepat penelusuran ide, pemetaan literatur, serta penyusunan artikel ilmiah secara etis dan bertanggung jawab tanpa melanggar etika keaslian karya.

Kemudian materi disambung dengan pembekalan Pengembangan Karir, di mana para akademisi UPI memaparkan strategi membangun portofolio intelektual, penguatan kecakapan soft skills, hingga perancangan peta jalan profesional bagi lulusan diaspora Indonesia.

Mempertajam metodologi penelitian dan strategi penembusan jurnal bereputasi global

Pada sesi berikutnya, para narasumber terdiri dari Dr. fauziah Hassan (Senior Lecturer USIM), Dr. Cicih Sutarsih, M.Pd. (Dosen UPI), serta M. Irvan Gunawan, S.Pd. (Mahasiswa S2 UPI), menyampaikan materi
Kunci Sukses Kuliah yang memberikan panduan adaptasi iklim akademik internasional, efisiensi manajemen waktu riset, serta ketahanan mental dalam menyelesaikan studi tepat waktu.

Pembahasan selanjutnya kata Dr Nani mendalami metodologi penelitian melalui materi Literatur Review and Systematic Searching.

“Peserta dilatih secara praktis melakukan penelusuran literatur secara terstruktur menggunakan database internasional bereputasi, teknik ekstraksi sumber primer, hingga sintesis kepustakaan yang presisi,” ujarnya.

Menulis, Memilih, dan Menerbit

Pada kesempatan itu para peserta diberikan Panduan Practical Penerbitan dalam Jurnal Antarabangsa, mengupas tuntas navigasi publikasi. Dan para peserta juga mendapatkan tip taktis dari narasumber mulai dari memilih jurnal tujuan yang tepat (journal matching), memahami kriteria penilaian penilai (peer-reviewer), hingga teknik merespons ulasan penilai secara akademik agar artikel layak terbit di tingkat internasional.

“Pada pembekalan selama dua hari kami memadukan literasi digital berbasis AI dengan kaidah metodologi penelitian ketat. Kami berharap, para akademisi muda di USIM tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga mampu menorehkan karya ilmiah bereputasi internasional serta berdaya saing global,” Pungkas Dr. Nani Hartini.***

Scroll to Top