BOGOR, KORAN INDONESIA – Perayaan HUT kemerdekaan RI ke – 81 yang digelar Pemerintah desa Ciapus, Kecamatan Ciomas berlangsung semarak, acara berlangsung di Gelanggang Olahraga Mini (GOM) RT 04/05 Ciherang Cutak pada Minggu, 06/09/2026.
Puncak peringatan HUT RI ke – 81 tingkat desa Ciapus dilakukan pawai budaya yang diikuti 16 Rukun Warga (RW) dengan menampilkan berbagai tema diantaranya tema perjuangan, kebersihan lingkungan, pertanian dan tema – tema lainnya yang dapat memukau penonton serta membuat extra kerja keras pagi tim juri memberikan nilai kepada seluruh peserta.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Ciapus, H Pendi bin Asim, dihadiri Camat Ciomas Tirta Juwarta, Kapolsek Ciomas, Babinkamtibmas, Babinsa desa Ciapus, Ketua APDESI Rancabungur, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan warga desa Ciapus.
Berdasarkan pantauan Koran Indonesia.net di lokasi, peserta dari 16 perwakilan Rukun Warga (RW) dengan bangga dan penuh semangat menampilkan kemampuan terbaiknya di panggung utama. Ragam pertunjukan yang disuguhkan begitu beragam dan bermutu, mulai dari ketangkasan memukau seni bela diri Pencak Silat, kelembutan dan keindahan gerak tarian daerah, kreasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang penampilan prestasi dan inovasi dari kampung-kampung ramah lingkungan, hingga Parade Kesundaan yang kental akan jati diri dan nilai luhur budaya setempat.

Suasana semakin terasa magis dan menggetarkan jiwa kesejarahan kehadiran penampilan tokoh legendaris tanah Pasundan, yaitu Prabu Siliwangi dan Prabu Kian Santang yang tampil memukau di tengah Lapangan Bobojong Ciapus. Kehadiran kedua tokoh besar ini menjadi simbol kuatnya akar sejarah, keteguhan iman, serta warisan kepahlawanan leluhur yang senantiasa hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat masa kini.
“Kami sengaja menghadirkan Festival Budaya ini sebagai penutup atau pamungkas yang paling berkesan di rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Keberanian, kerja keras, dan kreativitas yang ditunjukkan oleh setiap perwakilan RW bukan hanya sekadar pertunjukan semata, melainkan menjadi semangat pembangkit kebanggaan bersama warga Desa Ciapus, mempererat persaudaraan dan persatuan antar warga,” Ungkap H Pendi bin Asim, Kepala Desa Ciapus.
Menurut Pendi festival budaya ini baru pertama kali dilaksanakan, namun demikian pihaknya sangat mengapresiasi warga dari 16 RW dapat menghadirkan tema budaya dari wilayah RW masing – masing, cukup menarik dan memukau dewan juri juga masyarakat yang hadir.
“Kita harapkan festival budaya ini bisa menjadi agenda rutin tahunan setiap peringatan HUT RI di tahun – tahun mendatang, dan bisa menjadi pemantik untuk masyarakat mempertahan budaya keseniannya, kebersihannya, ketahanan pangan, budaya Sunda, berperilaku yang baik dan lain sebagainya dan semoga bisa menjadi iconik desa Ciapus,” katanya.
Peresmian Taman Edukasi
Menurut Pendi selain Festival budaya pada puncak acara HUT RI ke – 81 ini pihaknya juga meresmikan Taman Edukasi untuk masyarakat desa Ciapus. Pemerintah desa menggagas taman ini menjadi ruang terbuka hijau buat anak, buat keluarga.

“Taman edukasi yang kami resmikan ini di dalamnya selain ditanami tanaman yang berfungsi taman dan penghijauan juga dilengkapi arena bermain anak – anak ada ayunan, perosotan dan lain – lain untuk balita dan anak – anak, juga dilengkapi dengan gajebo serta spot foto Selvi,” ucapnya.
Pihaknya berharap taman edukasi ini bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, menjadi tempat ajang silaturahmi antar warga, juga menjadi wahana bermain untuk memacu kreatifitas dan kemampuan anak – anak.
“Taman edukasi ini dibuka setiap hari, kita akan buat aturannya nanti yang menjadi pengelolanya siapa tentu ini harus ada payung hukumnya, agar taman ini ada yang menjaga, merawat dan memeliharanya, tidak cepat rusak serta bebas dari tangan – tangan jahil yang bisa merusak terhadap apa yang sudah kami buat,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ia mengimbau masyarakat desa Ciapus untuk memanfaatkan taman edukasi ini sebaik – baiknya, tentu harus dijaga kebersihannya, fasilitasnya warga juga diharapkan memiliki rasa sense of belonging kepada fasilitas ini.
“Kami harapkan taman ini menjadi media silaturahmi, menjadi media pendidikan bagi anak, kedepan kami juga akan membuat even – even yang bisa diikuti mulai dari Paud, TK termasuk anak SD untuk mengedukasi mereka terhadap lingkungan,” tandasnya.***



