SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Tim BRMP ( Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Jawa Tengah berkunjung ke dapur Gapoktan Sejahtera PT Mandiri Banana Indonesia (PT MBI) di desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis, 24/09/2026.
Kunjungan Tim BRMP Jawa Tengah ke dapur Gapoktan Sejahtera merupakan kunjungan balasan sebagai tindak lanjut rencana kolaborasi / kerjasama yang akan dijalin, setelah PT MBI berkunjung ke BRMP Jawa Tengah pada 15 Juli 2026 lalu.
Juru bicara Tim BRMP Jawa Tengah, Ariana Citra Kusumasari Mengatakan bahwa pihaknya datang ke PT MBI, pertama sebagai kunjungan balasan, kedua menyambung silaturahmi dan kemudian melihat langsung cara tanam pisang barangan jumbo merah yang dilaksanakan PT MBI, dalam rangka penjajakan terkait pengembangan pisang yang ada di Kecamatan Brebes, Jawa Tengah.
“Kami ingin mengetahui Standar Operasional Prosedur (SOP) cara tanam pisang barangan jumbo merah yang dilaksanakan PT MBI, untuk nantinya akan kita adopsi dan diterapkan kepada para petani yang tergabung dengan koperasi binaan kami yang sudah mengelola pertanian, salah satunya pisang,” ujarnya.
Pihaknya datang ke PT MBI tentunya ingin mendapatkan ilmu, wawasan dan pengetahuan apa saja SOP yang telah dijalankan di sini terkait budidaya pisang barangan jumbo merah.
“Kami disana mendampingi para petani dari hulu hingga ke hilir, kami ke sini ingin memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para petani, bagaimana pengembangan komoditas pisang yang ada di sini, harapannya kedepan para petani disana bisa lebih maju,” Imbuhnya.
Setelah melihat langsung di lokasi dan mendapat penjelasan teknis dari PT MBI Ariana mengaku sangat banyak yang menarik, banyak sekali yang bisa digali dan bisa dipraktekkan di Semarang Jawa Tengah, khususnya terkait budidayanya.

“Para petani di kami dalam budidayanya banyak menggunakan lahan sawah, padahal untuk komoditas pisang ini sangat terbuka pengembangannya di lahan kering. Dan selama ini para petani di kami mengembangkan pisang raja nangka, kenapa tidak dicoba untuk di budidayakan pisang barangan pada lahan kering yang masih dibilang cukup luas di sana,” ucapnya.
Pihaknya akan terus mendorong para petani untuk budidaya pisang raja nangka dan pisang barangan salah satu pisang meja yang bisa dikembangkan selain untuk kebutuhan pasar MBG juga pasar umum.
Disinggung terkait MoU Ariana menyebut hal itu nanti akan dibicarakan dengan para pengurus koperasi ( ada 4 koperasi ) yang sudah menjadi binaannya, setiap koperasi memiliki anggota 100 orang lebih.
“Kami berharap MoU itu bisa dibuat koperasi dengan PT MBI agar kerjasama tersebut memiliki kekuatan hukum, dan bisa saling menguntungkan untuk kedua belah pihak,” Ariani kembali menegaskan.
Selanjutnya Ariani mengungkapkan bahwa para petani pisang raja nangka di sana sedang mengalami kelesuan, nah dengan adanya varian baru, yakni Barangan Jumbo Merah, dengan PT MBI sebagai Offtaker harapannya dapat menjadi pemantik semangat untuk para petani kembali menanam pisang, yakni barangan jumbo merah.
Setibanya di Gapoktan Sejahtera Desa Nanggerang, Tim BRMP Jawa Tengah disambut jajaran Direksi PT MBI didampingi Kades Nanggerang Sukabumi. Usai Diskusi Tim dibawa keliling ke kebun pisang dan diberikan penjelasan SOP budidaya pisang barangan oleh Kades Nanggerang, Unang Suwandi.
Dalam penjelasannya Kades Unang Suwandi menuturkan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan PT MBI selama 2 tahun, desa Nanggerang merupakan sentra pertanian ada sekitar 750 hektar lahan yang ditanami palawija, namun sejak tahun 2024 pihaknya bermitra dengan PT MBI membudidayakan pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame.

“Di bawah supervisi PT MBI kami sudah berhasil menanam pisang barangan di atas lahan sekitar 2 hektar dan di tumpangsari dengan kacang edamame, kalau pisang durasi waktu dari sejak tanam hingga panen itu butuh waktu 11 bulan, tetapi kacang edamame butuh waktu 70 hari, dan Alhamdulillah pisang dan kacang edamame yang kami tanam sudah beberapa kali panen,” tegasnya.
Jerami Padi Berfungsi untuk Bahan Bakar
Terpisah di lokasi yang sama Komisaris PT MBI, Basuki Waluyo juga memberikan penjelasan yang sedikit berbeda, yakni terkait jerami padi. Menurut dia selama ini jerami padi dianggap sebagai sampah oleh para petani, namun ditangan orang – orang kreatif jerami padi bisa menghasilkan beberapa produk yang bernilai ekonomi cukup baik.
“Jerami padi kalau diolah bisa menjadi kompos, media tanam untuk jamur merang, media bahan bakar, bahkan di beberapa negara diolah menjadi bahan baku peralatan makan seperti piring dan sendok,” ujarnya.
Sementara itu, Dirut PT Mandiri Banana Indonesia (PT MBI) Fachri Yulizar mengatakan bahwa pertemuan dengan pihak BRMP Jawa Tengah pada hari ini menindaklanjuti kunjungan PT MBI beberapa waktu lalu ke BRMP Jawa Tengah.
“Mereka datang ke sini untuk menindaklanjuti rencana pelatihan para petani dibawah pembinaan BRMP Jawa Tengah untuk bagaimana budidaya pisang barangan jumbo merah dengan tanaman tumpasari kacang edamame, kacang lurik, dan jahe gajah,” ucapnya.
Menurut Fachri, setelah mendapat penjelasan teknis budidaya pisang barangan dan sejumlah tanaman yang ditumpangsari, mereka sangat kagum, dikiranya PT MBI hanya mengembangkan pisang saja, tetapi di lapangan ada beberapa komoditas pangan yang sudah dikembangkan melalui Gapoktan Sejahtera yakni kacang edamame, kedelai, padi, jagung, jahe, bawang merah, cabai, bunga matahari, shorgum, plum dan jambu kristal.

“Kami sudah sampaikan kepada mereka bahwa PT MBI sudah memiliki semuanya mulai dari pelatihan, perbenihan, digitalisasi sistem, hilirisasi pasca panen mulai dari gread pisang barangan, packing, sampai kepada distribusi produk ke pasar yang akan dituju itu semua kita sudah punya,” tegasnya.
Jadwal Pelatihan dan Bimbingan Teknis
Menurut Fachri, pihak BRMP Jawa Tengah sudah meminta waktu atau jadwal pelatihan dan bimbingan teknis kepada PT MBI, untuk para petani yang akan mereka bawa ke sini dari Jawa Tengah. Dan insya Allah dalam waktu dekat permintaan itu akan segera di follow-up.
“Harapan kami dengan adanya kunjungan Tim BRMP Jawa Tengah, mitra kami jadi bertambah, termasuk tri dharma perguruan tinggi akan kita jalankan, pengabdian kepada masyarakat kita jalankan juga, dan para petani menjadi berdaya, dan hasil pertaniannya PT MBI yang akan beli,” pungkas Fachri Yulizar.***



