KORVE : Tim Gabungan Forkopimcam Dramaga Evakuasi 15 Ton Sampah yang Ganggu Saluran Irigasi & Tutup Usaha Sampah Ilegal

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Tim gabungan Forkopimcam Dramaga terdiri dari UPT Pengairan, UPT DLH, UPT Jalan dan Jembatan, Kades Ciherang dan jajaran, Kanit Pol PP dan Jajaran melakukan penindakan tempat pembuangan sampah ilegal yang mengganggu saluran irigasi di Jalan Swadaya RT 07 RW 05 Ciherang Pentas, desa Ciherang pada Selasa, 20/10/2026.

Diketahui tumpukan sampah yang diperkirakan jumlahnya sekitar 15 ton, keberadaannya sudah lama, selain mengganggu saluran drainase juga menimbulkan bau tak sedap dan menimbulkan pencemaran lingkungan dan meresahkan masyarakat.

Kepala desa Ciherang, Suherwin, SH mengatakan bahwa hari pihaknya mengadakan KORVE di dua titik lokasi yakni di Perumahan IPB Sindangbarang 2 dan di Jalan Swadaya RT 07 RW 05 Kampung Ciherang Pentas bersama tim gabungan Forkopimcam Dramaga.

“Khusus Korve yang dilakukan di Jalan Swadaya berkaitan adanya aduan masyarakat, adanya tumpukan sampah yang mengganggu saluran irigasi dan menimbulkan bau menyengat, kami hari ini bersama tim gabungan Forkopimcam, khususnya DLH Kabupaten Bogor melakukan penindakan dan evakuasi sampah yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penindakan, pihaknya telah melakukan peringatan kepada pemilik usaha sampah, namun sampai batas waktu yang ditentukan pemilik usaha sampah tidak mengindahkan peringatan dan teguran yang dilakukan pihak pemerintah desa Ciherang.

“Kami sudah memerintahkan kepada pemilik usaha sampah bekas ini untuk mengangkut secara mandiri, dan sampah yang sekiranya masih laku dijual segera dijual, namun jawabannya selalu iya iya iya tapi tidak dilaksanakan,” jelas Suherwin.

Karena anjuran tidak kunjung dilaksanakan, bersamaan kegiatan KORVE pihaknya bersama para petugas DLH Kabupaten Bogor mengevakuasi tumpukan tersebut, dan diangkut menggunakan truk DLH.

“Jumlah sampah yang menutupi saluran drainase cukup banyak, dan diperkirakan sampah yang menumpuk dan mengeluarkan aroma tak sedap jumlahnya tidak kurang dari 15 ton,” tegas Suherwin.

Sementara itu, Camat Dramaga Atep S Sumaryo yang juga hadir di lokasi di dampingi ketua RW perumahan IPB Sindangbarang 2 dan jajarannya, mengatakan bahwa dua Minggu lalu pihaknya berkunjung ke TKP ini melihat tumpukan sampah yang sudah mengganggu aliran irigasi dan menimbulkan bau tidak enak.

“Hari ini saat melaksanakan KORVE kami gotong royong kan untuk mengangkat sampah yang menyumbat saluran irigasi, dengan sudah dibersihkan mudah – mudahan bisa meminimalisir terjadinya banjir dan pola hidup sehat bisa tercapai,” ujarnya.

Sampah yang sudah menggunung, Ia mengaku telah kontak kepala UPT DLH untuk dilakukan pengangkutan sampah dengan menggunakan truk pengangkut sampah.

Penutupan Lokasi Sampah

Keberadaan usaha sampah di tengah pemukiman tentunya sangat mengganggu masyarakat, lingkungan menjadi tercemar. Pasca dilakukan pembersihan sampah, lokasi ini diharapkan tidak lagi beroperasi.

“Kami bersama Tim Pol PP dan Gakda akan memasang garis Gakda agar di lokasi ini tidak ada lagi kegiatan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ia mengimbau masyarakat, usaha boleh tapi harus mengindahkan kebersihan dan keselamatan orang lain, ketika terjadi banjir ini banyak orang yang dirugikan, dan yang diuntungkan hanya segelintir orang yang usaha.

“Siapapun yang akan usaha di wilayah kecamatan Dramaga kami himbau, minimal urus dulu izinnya, dan perhatikan kebersihan lingkungan, jangan sampai menimbulkan pencemaran lingkungan dan yang terpenting keselamatan warga,” tandas Atep S Sumaryo.***

Scroll to Top