Gerakan Pangan Murah & Bazar UMKM Diserbu Ratusan Masyarakat Desa Neglasari Bogor, Siti Solihat & Ayu : Awalnya Biasa Saja Hadirnya Dayeuh Pajajaran Jadi Luar Biasa !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Ratusan masyarakat berbondong bondong datangi Dayeuh Pajajaran Viral di Jalan Malayu desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, selain merasa penasaran dengan Dayeuh yang viral di media sosial, juga berburu sembako murah dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah desa Neglasari, pada Sabtu, 07/11/2026.

Diketahui, Pemerintah desa Neglasari menyelenggarakan kegiatan di lokasi Dayeuh dengan tiga kegiatan sekaligus, pertama acara tasyakuran, gerakan pangan murah dan Bazar UMKM. Acara tersebut mengundang perhatian masyarakat cukup luas, dan mereka banyak yang datang ke lokasi acara bahkan ada yang dari luar Kecamatan Dramaga.

Mereka sangat antusias mendatangi Dayeuh Pajajaran, selain berburu sembako murah, belanja aneka kudapan UMKM juga tidak sedikit yang memanfaatkan moment dengan melakukan aktivitas foto Selvie di area dalam Dayeuh Pajajaran.

Melihat membludaknya pengunjung di area Dayeuh Pajajaran viral di desa Neglasari Camat Dramaga, Atep S Sumaryo saat dikonfirmasi Koran Indonesia mengatakan bahwa hari ini Ia hadir di Dayeuh desa Neglasari mengikuti acara Tasyakuran atas selesainya pembangunan Dayeuh Pajajaran, sekaligus memantau kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Bazar UMKM.

“Gerakan Pangan Murah ini dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor serta dirangkai dengan perayaan HUT KORPRI tingkat Kecamatan Dramaga,” ujarnya.

Antusias masyarakat cukup tinggi digelarnya GPM di lokasi ini, terbukti dengan antriannya cukup panjang, namun stok pangan yang disediakan pihak Pemerintah desa Neglasari sebanyak 2 ton terdiri dari komoditas pangan, beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, gula dan terigu.

“Apabila melihat stok pangan yang disiapkan ini jelas akan kurang oleh karena itu kami meminta kepada pihak pemerintah desa Neglasari agar di tahun depan kuotanya ditambah, agar masyarakat bisa kebagian semuanya,” Imbuhnya.

Dan kegiatan ini dikolaborasikan dengan peringatan HUT KORPRI akan berlangsung selama dua hari, hari ini Gerakan pangan murah besok Minggu, 08 November 2026 akan dilaksanakan car free day tingkat kecamatan Dramaga yang akan dipadukan dengan bazar UMKM.

“Kami namakan Dayeuh Pajajaran ini menjadi Dayeuh Pajajaran Viral desa Neglasari, karena memang sudah viral dan kami mohon bantuannya kepada para awak media, conten creator dan YouTuber untuk terus membantu menyebarluaskan informasi keberadaan Dayeuh ini khususnya, umumnya Dayeuh – Dayeuh yang ada di desa – desa se-Kecamatan Dramaga,” Imbuhnya.

Hal ini menjadi sangat penting, karena bisa mengangkat potensi wisata desa yang berdampak secara langsung pada pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

“Kami melihat langsung di lapangan, para pedagang UMKM hampir semuanya pada lalu terjual barang dagangannya, dan masyarakat pun terlihat begitu antusias berbelanja/jajan di tenan – tenan UMKM,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Ia mengungkapkan bahwa gerakan pangan murah itu terbagi dua, ada yang langsung dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor dibiayai dari APBD langsung bekerjasama dengan Kecamatan Dramaga, untuk tingkat kecamatan itu jadwalnya ada 11 kali, sudah dilaksanakan 9 kali, dan tersisa 2 kali sampai akhir tahun.

“Sementara untuk GPM tingkat desa ada sekitar 12 kali lagi yang akan dilaksanakan di lima desa sampai akhir tahun 2026,”ujar Atep.

Program GPM ini dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi dari Pemkab Bogor, karena dinilai tepat sasaran dan dapat membantu meringankan beban masyarakat, kalau tahu ini baru lima desa yang bisa melaksanakan, pihaknya berharap di tahun depan bisa dilaksanakan oleh semua desa di wilayah Kecamatan Dramaga.

Suara masyarakat

Siti Solihat dan Ayu mewakili suara masyarakat menyambut baik digelarnya kegiatan car free day yang dipadukan dengan gerakan pangan murah dan bazar UMKM.

“Kami tentunya merasa bangga, yang tadinya wilayah kami biasa – biasa saja, namun setelah dibangunnya Dayeuh Pajajaran sekaligus menjadi icon budaya Sunda wilayah kami jadi luar biasa, bahkan sampai viral di media sosial,” ujar Siti Solihat dan Ayu.

Keduanya berharap agar keberadaan Dayeuh Pajajaran ini manfaatnya terus dirasakan masyarakat Siti Solihat dan Ayu berharap kegiatan car free day yang dipadukan dengan bazar UMKM itu rutin dilaksanakan setiap weekend, kalau bazar UMKM cukuplah satu bulan sekali.

“Enak banget ada Dayeuh Pajajaran ini, kami bisa refreshing sambil foto – foto selfie dan jajan aneka kudapan. Dan dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala desa Neglasari, Pak Camat Dramaga, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) atas dibangunnya Dayeuh Pajajaran di wilayah kami, hingga potensi desa kami menjadi terangkat. Kabupaten Bogor Istimewa dan Gelimang, Kecamatan Dramaga Tohaga, desa Neglasari Bedas,” pungkasnya.***

Scroll to Top