KORAN INDONESIA – Menjual mobil bekas bukan lagi perkara rumit. Di era digital seperti sekarang, siapa saja bisa melakukannya tanpa harus bergantung pada jasa makelar. Meski praktis, memakai makelar biasanya membuat harga jual mobil jadi lebih rendah karena harus dibagi dengan komisi.
Nah, berikut ini tips simpel namun efektif agar mobil bekasmu cepat laku dan tetap dihargai sesuai nilai sebenarnya.
- Pasang Harga yang Masuk Akal, Tapi Jangan Terlalu Rendah
Saat menentukan harga, sebaiknya mulai dari angka yang sedikit lebih tinggi dari harga pasar. Ini memudahkan proses negosiasi. Sebelum itu, lakukan dulu riset kecil-kecilan.
Cek harga mobil serupa di platform jual beli online atau komunitas otomotif. Dengan begitu, kamu bisa tahu harga pasarnya dan menetapkan harga batas bawah agar tidak merugi.
Misalnya, kalau harga pasaran mobil kamu sekitar Rp50 juta, kamu bisa mulai menawarkannya di kisaran Rp55 juta hingga Rp60 juta.
- Siapkan Dokumen Lengkap dan STNK yang Masih Aktif
Kelengkapan surat-surat adalah hal pertama yang ditanyakan calon pembeli. Pastikan semua dokumen sah, terutama BPKB, STNK, dan faktur (jika ada).
Cek juga masa berlaku STNK. Kalau STNK hampir habis, nilai jual mobil bisa menurun karena pembeli harus langsung bayar pajak. Idealnya, STNK masih berlaku minimal beberapa bulan ke depan.
Kalau bisa, bantu pembeli dengan meminjamkan KTP untuk perpanjangan STNK jika dibutuhkan.
- Pastikan Mobil Sudah Lunas Kredit
Mobil yang masih dalam cicilan akan membuat pembeli ragu. Banyak yang ogah ambil risiko, apalagi kalau riwayat pembayarannya kurang lancar.
Lebih baik jual mobil yang sudah lunas, karena selain lebih aman, kamu juga bisa menetapkan harga yang lebih tinggi.
- Jujur Soal Kondisi Mobil
Kejujuran adalah kunci. Jangan menutup-nutupi kekurangan mobil. Jelaskan apa adanya soal kondisi mesin, bodi, interior, dan lain-lain.
Lebih baik lagi, berikan kesempatan calon pembeli untuk test drive. Dengan begitu, mereka bisa merasakan langsung performa mobil.
- Lakukan Perbaikan Ringan Sebelum Dijual
Agar mobil lebih menarik dan tidak mengecewakan pembeli, lakukan perbaikan jika memang ada kerusakan kecil. Misalnya, perbaiki bodi penyok, cat mengelupas, atau ganti kampas rem jika sudah aus.
Setelah diperbaiki, kamu punya alasan kuat untuk menetapkan harga sesuai harapan.
- Promosikan Lewat Media Sosial dan Platform Online
Manfaatkan media online semaksimal mungkin. Kamu bisa pasang iklan di platform jual beli mobil atau bahkan di akun media sosial pribadi.
Jangan lupa cantumkan foto-foto menarik dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Makin luas jangkauan iklan, makin besar peluang cepat laku.
- Ambil Foto Mobil dengan Sudut Terbaik
Foto mobil adalah hal pertama yang dilihat calon pembeli. Jadi pastikan mobil dalam kondisi bersih dan pencahayaan bagus saat difoto.
Ambil gambar dari berbagai sisi: depan, belakang, samping kiri-kanan, interior, dan mesin. Semakin detail, semakin meyakinkan.
- Periksa Kelengkapan Fisik Mobil
Sebelum pembeli datang melihat unit, cek dulu perlengkapan mobil seperti kunci roda, dongkrak, segitiga pengaman, dan ban cadangan.
Meskipun terlihat sepele, hal-hal ini bisa jadi poin plus di mata pembeli. Bahkan kadang bisa jadi penentu jadi tidaknya mobil dibeli.
Menjual mobil bekas memang butuh kesabaran, tapi bukan berarti sulit. Dengan strategi yang tepat dan komunikasi yang jujur, kamu bisa mendapatkan pembeli dengan harga terbaik, tanpa harus berbagi dengan makelar.
Selamat mencoba dan semoga mobilmu cepat laku!***
Baca juga: Muncul Kerak Putih di Kepala Aki Mobil? Jangan Panik, Begini Cara Mengatasinya