JAKARTA, KORAN INDONESIA – Mengemudi di jalanan lurus nan mulus mungkin terasa gampang, tapi cerita bisa berbeda kalau jalurnya penuh tikungan tajam atau menanjak curam. Jalanan seperti ini sering kita temui saat perjalanan menuju daerah pegunungan, wisata alam, atau bahkan rute luar kota. Nah, supaya perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan, ada beberapa tips berkendara di jalanan berliku dan menanjak yang bisa kamu terapkan.
Artikel ini akan membahas secara detail langkah-langkah aman saat melintasi jalur menantang, plus kesalahan umum yang sebaiknya dihindari. Yuk, simak!
- Kenali Kondisi Kendaraan Sebelum Berangkat
Sebelum menantang jalur berliku dan menanjak, pastikan kendaraan dalam kondisi prima.
- Periksa rem: Pastikan rem cakram maupun rem tangan berfungsi maksimal. Jalanan menurun tajam seringkali membutuhkan rem yang responsif.
- Cek ban: Ban dengan tekanan udara yang pas dan alur ban yang tidak gundul akan menjaga traksi tetap kuat di jalan berliku.
- Oli dan radiator: Mesin akan bekerja lebih keras di jalan menanjak, jadi pastikan oli mesin dan cairan radiator cukup.
- Kopling (untuk mobil manual): Kopling yang aus bisa bikin mobil kehilangan tenaga saat tanjakan.
👉 Intinya, jangan nekat naik gunung kalau mobil atau motor belum siap tempur!
- Gunakan Gigi yang Tepat
Salah satu kunci sukses melewati jalan menanjak adalah pemilihan gigi.
- Mobil manual: Turunkan ke gigi rendah (1 atau 2) supaya torsi lebih kuat. Jangan memaksakan di gigi tinggi karena tenaga mesin bisa ngos-ngosan.
- Mobil matic: Manfaatkan mode L (Low) atau 2. Biasanya tersedia di tuas transmisi otomatis.
- Motor: Gunakan gigi rendah (1 atau 2) agar putaran mesin tetap stabil.
Kesalahan paling sering adalah terlambat menurunkan gigi, akibatnya mobil/motor bisa kehilangan tenaga di tengah tanjakan.
- Jaga Kecepatan Stabil di Jalan Berliku
Jalanan berliku biasanya penuh tikungan tajam. Kuncinya adalah kecepatan stabil, bukan ngebut lalu ngerem mendadak.
- Kurangi kecepatan sebelum masuk tikungan.
- Jaga posisi kendaraan tetap di jalur, jangan terlalu ke tengah atau ke sisi luar tikungan.
- Fokus pandangan jauh ke depan, bukan hanya ke aspal di depan ban.
Ingat, jalan pegunungan seringkali sempit dan berhadapan langsung dengan jurang di sisi kanan atau kiri. Stabil lebih penting daripada cepat.
- Manfaatkan Engine Brake di Jalan Turunan
Kalau jalanan menanjak selalu bikin mesin bekerja keras, jalanan turunan justru bikin rem cepat panas kalau terlalu sering diinjak.
Solusinya: gunakan engine brake.
- Turunkan gigi ke posisi rendah (1 atau 2).
- Biarkan mesin membantu menahan laju kendaraan.
- Injak rem secara berkala, bukan terus-menerus.
Cara ini lebih aman dan membuat rem tidak cepat blong.
- Jangan Berhenti Mendadak di Tanjakan
Pernah lihat mobil mogok atau berhenti di tengah tanjakan? Selain bikin repot pengendara sendiri, ini juga bisa membahayakan pengguna jalan lain.
- Kalau terpaksa berhenti, gunakan rem tangan (handbrake) untuk menahan mobil agar tidak mundur.
- Saat mau jalan lagi, lepas rem tangan perlahan sambil menambah gas.
Untuk pemula, situasi ini memang bikin panik. Tapi tenang saja, semakin sering latihan, semakin terlatih juga koordinasi tangan dan kaki.
- Perhatikan Rambu dan Gunakan Klakson Saat Perlu
Di jalur pegunungan atau berliku, sering ada tikungan buta (blind spot). Kalau posisinya tidak terlihat jelas, jangan ragu membunyikan klakson pendek sebagai tanda ke pengendara dari arah berlawanan.
Selain itu, patuhi rambu seperti:
- Dilarang mendahului
- Kurangi kecepatan
- Tanjakan/turunan curam
Rambu bukan sekadar hiasan, tapi panduan keselamatan yang harus ditaati.
- Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lain
Satu kesalahan yang sering diabaikan adalah terlalu dekat dengan kendaraan depan. Di jalan menanjak atau berliku, kita butuh ruang ekstra untuk mengantisipasi pengereman mendadak.
- Jaga jarak minimal 3 detik.
- Jangan memaksa menyalip kalau pandangan depan belum jelas.
Keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru sampai tujuan.
- Kendalikan Emosi dan Fokus
Jalan berliku dan menanjak bisa menguras konsentrasi. Kadang ada kendaraan lambat di depan yang bikin kita ingin segera menyalip. Tapi ingat: jangan terbawa emosi.
- Fokus pada kondisi jalan.
- Istirahat sejenak kalau sudah lelah.
- Jangan memaksakan diri kalau memang tidak yakin.
Mengemudi itu bukan cuma soal skill, tapi juga soal mental yang tenang.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menginjak rem terus-menerus di jalan turunan → bikin rem panas dan bisa blong.
- Salah memilih gigi di tanjakan → mobil kehilangan tenaga, motor bisa mati mesin.
- Menyalip di tikungan → sangat berbahaya karena pandangan terbatas.
- Membawa beban berlebih → kendaraan kehilangan stabilitas di jalur curam.
Berkendara di jalan berliku dan menanjak memang menantang, tapi bukan berarti menakutkan. Dengan persiapan kendaraan yang matang, teknik mengemudi yang tepat, serta sikap tenang di jalan, perjalananmu bisa lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.
Ingat, keselamatan selalu lebih penting daripada kecepatan. Jadi, nikmati perjalanan, jaga fokus, dan jangan lupa istirahat kalau lelah.
Referensi
- Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Keselamatan Berkendara di Jalan Raya.
- Toyota Astra Motor. (2022). Driving Tips: How to Drive on Uphill and Downhill Roads.
- Suzuki Indonesia. (2023). Tips Aman Mengemudi di Jalan Berliku dan Pegunungan.



