Apa Itu Quick Shifter? Begini Fungsi dan Cara Kerjanya

Bagikan

JAKARTA, KORAN INDONESIA – Di Indonesia, pengguna motor manual kini makin sedikit dibandingkan motor matik.

Tapi buat para penggemar moge (motor gede), memahami sistem manual itu wajib hukumnya. Salah satunya soal penggunaan kopling.

Normalnya, pindah gigi di motor manual ada beberapa langkah: turunkan gas, tarik kopling, injak persneling, lalu buka gas lagi. Ada empat tahapan yang harus dilakukan dengan cepat.

Buat pemula, proses ini bisa terasa ribet. Kadang malah mesin mati karena salah timing.

Nah, quick shifter hadir sebagai solusi. Alat elektronik ini memungkinkan pengendara pindah gigi tanpa harus menarik tuas kopling. Komponen utamanya ada dua: sensor (dipasang di tuas persneling) dan modul.

Harga quick shifter di pasaran sekitar Rp4,2 juta. Jadi kalau mau pasang, harus siap keluar biaya lumayan. Biasanya, moge atau motor sport keluaran pabrikan sudah dibekali teknologi ini.

Sesuai namanya, quick shifter bertugas mempercepat perpindahan gigi, khususnya saat naik gigi, bukan turun.

Pengendara cukup injak tuas persneling, tanpa menurunkan gas maupun tarik kopling. Hasilnya akselerasi akan lebih cepat dan tenaga motor tetap terjaga.

Di dunia balap, hitungan milidetik sangat berarti. Itulah kenapa quick shifter jadi komponen wajib di motor balap dan moge modern.

Apakah aman untuk motor harian? Aman saja, asal pemasangannya dilakukan di bengkel profesional. Kalau salah pasang, risiko merusak gearbox bisa saja terjadi.

Quick shifter juga bikin perjalanan jauh lebih nyaman, terutama saat turing. Tidak perlu lagi repot tarik kopling setiap kali pindah gigi.

Cara Kerja Quick Shifter

Perangkat ini hanya aktif di putaran mesin minimal 3.000 rpm. Karena itu, biasanya dipasang di motor 650 cc ke atas, meski tidak menutup kemungkinan dipakai di motor lebih kecil.

Prinsipnya sederhana: quick shifter akan memutus arus listrik atau suplai bahan bakar sepersekian detik. Mesin pun seperti “mati sebentar” sehingga gigi bisa pindah dengan mulus.

Sistemnya terhubung ke ECU (otak motor) pada motor injeksi. Jadi wajar kalau motor balap dan moge sudah dilengkapi fitur ini dari pabrikan.

Risiko Pindah Gigi Tanpa Kopling Tanpa Quick Shifter

Ada juga yang coba pindah gigi tanpa tarik kopling, meski motornya tidak pakai quick shifter. Bisa? Bisa saja, tapi risikonya besar.

Biasanya motor terasa tersendat, perpindahan gigi tidak mulus, dan dalam jangka panjang bisa bikin gear rasio cepat rusak. Karena itu, kalau ingin nyaman dan mesin lebih awet, quick shifter adalah pilihan aman.

Meski bisa dipasang di motor manual, ada syarat khusus yang perlu diperhatikan. Quick shifter hanya bisa dipasang di motor injeksi, bukan karburator.

Alasannya, alat ini bekerja dengan tegangan hingga 12 volt. Kalau dipasang di motor karburator, risiko konslet sangat besar.

Selain itu, quick shifter idealnya dipasang di motor 2 silinder atau mesin dengan format V-twin dan inline. Pastikan juga komponen quick shifter sudah splashproof agar aman terkena air.

Teknologi ini memang tidak murah, tapi sepadan dengan kenyamanan dan performa yang ditawarkan. Jadi kalau tertarik, pastikan pasangnya di tempat terpercaya agar motor tetap aman.***

 

Baca juga: Waspada! Ini Penyebab Water Pump Mobil Cepat Rusak dan Cara Merawatnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top