Aturan Baru MotoGP: Rider Harus Ikut Prosesi Nasional Anthem

Bagikan

JAKARTA, KORAN INDONESIA – MotoGP menerapkan aturan baru mulai GP San Marino di Misano: seluruh pembalap wajib berdiri di grid depan saat lagu kebangsaan dinyanyikan, dengan ancaman denda jika melanggar.

Sebelumnya, lagu kebangsaan hanya diikuti perwakilan resmi di barisan depan, sementara pembalap tetap duduk di motor. 

Kini formatnya berubah total, yakni para pebalap harus berdiri berbaris sesuai posisi yang ditentukan dan tetap di sana selama prosesi berlangsung.

Aturan ini bertujuan meningkatkan citra kejuaraan serta memberikan kesan lebih khidmat sebelum balapan dimulai.

Selain itu, trofi Grand Prix dan Piala Dunia MotoGP yang baru juga akan dipamerkan dalam upacara pra-balapan. Dorna menilai hal ini akan memperkuat identitas visual dan membuat suasana lebih megah.

Namun, pembalap yang melanggar aturan bisa didenda, dan jika berulang, sanksinya akan lebih berat. 

Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra di paddock, karena dianggap menambah kewajiban non-balap yang sudah padat.

Marc Márquez, pemimpin klasemen sementara, menegaskan ketidakpuasannya terhadap aturan baru tersebut. 

“Mereka selalu meminta lebih, lebih, dan lebih, dan suatu hari nanti akan meledak,” ujarnya.

“Pada akhirnya, bukan kami yang memutuskan ini.”

Márquez menilai publikasi dan interaksi dengan penonton memang penting, tetapi keseimbangan juga dibutuhkan agar fokus serta keselamatan di lintasan tetap terjaga.

 

Baca juga: Bezzecchi Menangi Sprint Race, Márquez Gagal Finis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top