BOGOR, KORAN INDONESIA – Sosialisasi Anti LGBT (Llesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) dan bahaya narkoba dilakukan Camat Dramaga kepada ratusan murid kelas 10 – 12 SMK YAPAHI Bogor, untuk menyelamatkan generasi anak bangsa dari kehidupan menyimpang yang dilarang Negara maupun Agama.
Dalam sosialisasi tersebut, Camat Dramaga, Atep S Sunaryo didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM), Rd Milka Yulianti dan dihadiri Kepala sekolah dan para guru serta ratusan murid SMK YAPAHI. Acara sosialisasi berlangsung di lapangan sekolah pada Selasa, 22/09/2026.
Pada kesempatan sosialisasi itu Camat Atep menyampaikan pesan agar para murid khususnya siswa siswi sekolah Yapahi jangan mudah terpengaruh oleh orang – orang yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga yang mengajak kepada hal – hal prilaku menyimpang dari norma agama maupun melanggar norma hukum yang dapat merusak cita – cita mulia generasi muda.
Kemudian Ia juga menyampaikan pesan kepada kepala sekolah dan dewan guru, agar memberikan perhatian extra kepada anak didiknya, kalau ada perilaku siswa yang menyimpang lalu tidak bisa menindaknya, laporkan kepada Kecamatan, insya Allah pihaknya akan mengambil tindakan.

“Kami dari Forkopimcam (Camat, Kapolsek, Danramil) akan melakukan penindakan kepada siapapun yang melakukan tindakan menyimpang, dan kami tidak akan segan – segan mengambil orang – orang yang dapat merusak akhlak, moral dan merusak generasi bangsa,” tegasnya.
Pihaknya yakin dan percaya semua murid SMK YAPAHI masih steril tidak terpengaruh hal – hal yang negatif (termasuk pengaruh LGBT dan penggunaan Narkoba) oleh karena itu ini harus dipertahankan dan harus diproteksi dengan fokus belajar dengan baik, rajin beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Tugas kalian adalah belajar, ukirlah prestasimu dengan baik, agar ketika lulus dari SMK ini mengantongi nilai ijazah yang baik, yang dapat menghantarkan ke jenjang selanjutnya menjadi lebih mudah, dan bisa berkompetisi masuk dunia kerja,” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK YAPAHI, Suhendri menyambut baik dilaksanakan sosialisasi anti LGBT dan bahaya narkoba yang dilaksanakan pak Camat Dramaga bersama ibu kasi Pemberdayaan Masyarakat kepada ratusan anak didik dinsekolah ini.
“Kami sangat mendukung dan apresiasi langkah sosialisasi yang dilakukan pihak kecamatan, karena di Bogor Barat sendiri yang terindikasi LGBT sudah banyak sekali, mudah – mudahan sosialisasi ini menjadi solusi dalam rangka memberantas dan memutus mata rantai perilaku menyimpang itu,” katanya.
Pihaknya berharap sosialisasi – sosialisasi yang dilakukan pihak pemerintah kecamatan Dramaga, menjadi solusi untuk memproteksi tumbuh dan berkembangnya LGBT, apalagi jangan sampai menyasar anak muda (khususnya pelajar) umumnya masyarakat di Kecamatan Dramaga.
Pada kesempatan itu Ia menegaskan untuk memproteksi tumbuhnya pengaruh LGBT dan Narkoba di kalangan murid, Ia berjanji akan menugaskan guru, untuk melakukan sosialisasi kembali, melakukan penekanan terkait materi sosialisasi ini kepada para siswa.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi ini, pihaknya juga akan mengundang para orang tua/wali murid untuk meneruskan sosialisasi terkait bahaya LGBT.
“Kami merasa prihatin ternyata yang terindikasi LGBT di wilayah Kecamatan Dramaga juga sudah ada, oleh karena itu kami juga akan melakukan sosialisasi kepada para orang tua / wali murid, untuk menyelematkan siswa siswi kami dari pengaruh LGBT,” tegasnya.
Lalu Suhendri juga mengingatkan kepada seluruh anak didiknya agar senantiasa berdoa kepada yang Maha Kuasa, minta dikuatkan iman, hati – hati memilih teman, apalagi teman yang baru dikenal dan bijaklah menggunakan media sosial, karena diduga dari situlah akar masalah LGBT bisa berkembang di wilayah Bogor.

“Kami mengimbau kuatkan iman kalian, jangan mudah terpengaruh bujuk rayu orang – orang yang akan menjerumuskan kepada perilaku menyimpang, kuatkan pendirian, jaga integritas diri pribadi, keluarga dan sekolah,” Imbuhnya.
Suara Pelajar
Aura Robbiatusaleha salah satu siswi SMK YAPAHI kelas 11 AP2 mengatakan sosialisasi terkait bahaya LGBT itu sangat baik, dan ini menjadi wawasan pengetahuan untuk saya dan ratusan murid lainnya.
Ia mengaku sebelumnya tidak tahu menahu terkait LGBT, kalau sebatas namanya pernah lihat di sosial media, namun setelah mendengarkan pemaparan dari pak Camat dan tim, sungguh mengerikan yah. Karena bertentangan dengan norma agama, norma susila dan itu sama saja melawan kodrat Illahi, yang berujung pada perbuatan dosa besar.
“Raisa menegaskan untuk memproteksi dari hal seperti itu, fokus belajar dengan baik, berdoa dan beribadah, jangan mau ikut – ikutan apalagi bergabung dalam group WA dan lain – lain yang tidak jelas, dan yang terpenting jangan sekali – kali berbohong kepada orang tua maupun guru,”tandasnya.***



