SUKABUMI, KORAN INDONESIA – Direktur MNC Land, Junita Sari Ujung hadir sebagai tamu kehormatan pada panen perdana Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) di kebun pisang milik PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) di desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Didampingi Dirut beserta jajaran komisaris PT MBI, Kepala desa Nanggerang, Kepala desa Cisaat Sukabumi, Direktur MNC Land, Junita Sari Ujung berkesempatan memanen dan menebang salah satu pohon pisang sebagai simbolis tanda dimulainya panen perdana Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) pada Rabu, 28/01/2026.
Usai melakukan panen pisang, Junita Sari Ujung mengatakan kepada Koran Indonesia.net bahwa dirinya sangat terkesan melihat hasil panen pisang di desa Nanggerang, karena pisangnya besar – besar, berbeda dengan pisang barangan yang beredar di pasar, ini sebagai bukti tingkat kesuburan tanah dan keberhasilan dalam penanamannya.
Menurutnya langkah yang telah dilakukan PT MBI bekerja sama dengan kepala desa Nanggerang sangat menginspirasi dan telah mengedukasi masyarakat secara luas, termasuk pihaknya juga akan mencoba menjajaki ke arah kolaborasi dengan PT MBI.
Dukung Swasembada Pangan
Kemudian Ia menegaskan, bahwa MNC Land sangat mendukung Swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah, oleh karena itu pihaknya akan menjajaki lebih serius untuk berkolaborasi dengan PT MBI yang sudah ahli dalam budidaya Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) dan akan melibatkan para kepala desa dan masyarakat petani setempat.
“Kami berkomitmen mendukung swasembada pangan, khusus budidaya Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) berkolaborasi dengan PT MBI, semoga PT MBI terus mengembangkan usahanya tidak hanya di Jawa Barat tetapi bisa merambah ke luar pulau Jawa. Dan kepada Kepala desa Nanggerang Ia menyampaikan apresiasi atas prestasi yang sudah diraih, menjalankan program ketahanan pangan, dan hasilnya sudah nyata, dapat menyerap tenaga kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut PT MBI Fachri Yulizar menyambut baik rencana yang akan dilakukan pihak MNC Land, yang ada niatan untuk berkolaborasi budidaya Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) sebagai bentuk dukungan pada program pemerintah terkait ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Caption : Direktur MNC Land Junita Sari Ujung (baju putih corak hitam) saat panen perdana pisang barangan jumbo merah di desa Nanggerang Sukabumi/Asof/koran Indonesia//
Kerjasama PT MBI dan Desa Nanggerang
Menurut Fachri awalnya pada bulan Desember 2024, Ia mendatangi 5 desa di Kecamatan Cicurug, dan terpilih salah satunya adalah desa Nanggerang, alasan dipilihnya desa ini, karena kepala desanya yang mau terjun langsung menjalankan konsep dan lain sebagainya untuk budidaya Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) yang ditumpangsari dengan kacang edamame dan jahe.
“Kami mulai menyiapkan lahan dan pada 06 Februari 2025 kami sepakat melakukan penanaman Perdana pisang jumbo merah sebanyak 1.800 pohon, dan setelah ditanam menunggu selama 12 bulan, hari ini kita panen perdana,” katanya.
Pada panen perdana lanjut Fachri tidak semuanya langsung dipanen, tetapi secara bertahap, namun untuk panen perdana kali ini hasil yang diperoleh diperkirakan mencapai 5 ton.
Tumpangsari dengan Kacang Edamame
Lahan yang ditanami pohon pisang dilakukan penanaman kacang edamame dengan sistem tumpangsari. Oleh karenanya selama menunggu panen pisang yang waktunya cukup panjang, para petani disini tanam kacang edamame.
“Kacang edamame dari mulai tanam hingga panen itu butuh waktu 70-85 hari, sehingga dalam siklus menunggu panen pisang, kacang edamame bisa panen sampai tiga kali. Dan hasil panen kacang edamame total mencapai 70 ton dari lahan sekitar 10 hektar,”tegasnya.
Lahan yang dikelola PT MBI
Selanjutnya Fachri mengungkapkan bahwa total lahan yang sudah dikelola itu sekitar 100 hektar ada di Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Jawa Barat dan Banten, tetapi fokusnya di desa Nanggerang, Cicurug Kabupaten Sukabumi.
“Mudah – mudahan dengan hadirnya MNC Land kami akan mendapat tambahan lahan yang bisa dijadikan demplot penanaman pisang, edamame dan jahe,” ujarnya.
Pasar Jabodetabek
Hasil produksi pertanian ini, pihaknya suplai kebutuhan pasar di Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Insya Allah ke depan bisa memenuhi pasar ekspor.
“Kami suplai pasar induk Kramat jati, pasar induk Cibitung, pasar induk di Tangerang, pasar di Depok, pasar di Bogor dan termasuk pasar di Sukabumi itu sendiri,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu pihaknya mengajak masyarakat, para kepala desa dimanapun termasuk MNC Land untuk secara bersama – sama menanam Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) dalam rangka mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.***



