Guru Besar IPB University Tidak Menyarankan Memilih Bentuk Telur Seperti Ini, Prof Niken Ulupi : Sebaiknya Telur Disimpan di Dalam Kulkas Agar Tidak Cepat Experied

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Telur ayam salah satu komoditas pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat, hampir disetiap dapur rumah tangga dapat dipastikan stok telur selalu ada, apalagi saat puasa Ramadhan saat ini, konsumsi telur sangat tinggi, selain memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi, cara penyajian dan memasaknya pun terbilang mudah dan praktis.

Lantas bagaimana cara menyimpan stok telur bisa awet dan tahan lama, agar kualitasnya tetap terjaga tidak cepat experied juga mengenali ciri telur segar dan berkualitas. Simak penjelasan Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi berikut ini

Ciri Telur Segar dan Berkualitas

Menurut Prof Niken ciri – ciri telur segar dan berkualitas bentuknya oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan berkualitas. Meskipun tampilan luar tidak menentukan kandungan gizi telur, tetapi hal itu dapat menjadi indikator kesegaran.

“Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental, dan kuning telurnya bulat,” katanya Senin, 02/03/2026.

Hindari Bentuk Telur Runcing dan kotor

Kemudian Prof Niken juga mengungkapkan bentuk telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam. Selain itu, tampilan telur kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri

“Pilihlah telur yang bersih, bentuknya oval sempurna, terasa berat dipegang, cangkangnya halus tidak kasat itu menandakan kualitas telur bagus dan berkualitas,” tegasnya

Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.

“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.

Telur Disimpan di Kulkas atau Suhu Ruang

Prof Niken menyarankan, penyimpanan untuk jangka waktu yang panjang sebaiknya telur disimpan di dalam kulkas, karena kualitas telur akan terjaga dan aman untuk konsumsi. Telur yang disimpan di dalam kulkas akan tahan lebih lama sekitar satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan. “Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.

Jika disimpan pada suhu ruang, telur sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.

Telur Dimasak dengan Sempurna

Dalam kesempatan itu, Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli.
Bakteri tersebut kalau tubuh sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Akan tetapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat.

“Kami sarankan pilihlah kualitas telur yang baik, lalu simpan di dalam kulkas serta masaklah dengan sempurna maka manfaat gizi yang optimal bisa didapatkan dan bermanfaat juga bagi kesehatan tubuh,” pungkasnya.***

 

Scroll to Top