Jalan Ratu Desa Purwasari Terintegrasi dengan Dayeuh Pajajaran Selesai Dibangun Berkat BKK Akselerasi dari APBD Kabupaten Bogor Tahun 2026

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Akselerasi Pembangunan Perdesaan tahun 2026 dari APBD Kabupaten Bogor, pada pencairan tahap I direalisasikan Pemerintah desa Purwasari, Kecamatan Dramaga untuk menuntaskan pembangunan jalan poros desa yang diberi nama Jalan Ratu (Rahong Situ Uncal) yang membentang di wilayah RW 01, RW 04 & RW 05 dari Kp Cisasah sampai dengan Situ Uncal.

Diketahui, Jalan Poros desa yang diberi nama Jalan Ratu dibiayai dari APBD Kabupaten Bogor melalui program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) sejak tahun 2024 – 2025 dan dituntaskan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi pembangunan perdesaan tahun 2026.

Jalan poros desa berhasil dibangun oleh Pemerintah desa Purwasari selain adanya bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor juga adanya puluhan keluarga yang menghibahkan dan mengikhlaskan sebagian kecil tanahnya untuk dibangun jalan.

Kepala desa Purwasari, Yusuf Mustopa saat dikonfirmasi Koran Indonesia di lokasi Dayeuh Pajajaran mengaskan bahwa jalan poros desa yang diberi nama jalan Ratu dibangun menggunakan Samisade tahun 2024 – 2025 dan dituntaskan menggunakan Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan tahap I tahun 2026.

“BKK Akselerasi tahap I tahun 2026 selain direalisasikan untuk menuntaskan pembangunan jalan poros desa juga digunakan untuk program wajib dan program pilihan yakni Satu desa satu sarjana, digitalisasi desa, Dayeuh Pajajaran, tempat pengelolaan sampah dan lain – lain” ujar Yusuf Mustopa Rabu, 14/10/2026.

Panjang jalan poros desa yang dibangun sekitar 1,2 Kilometer melewati wilayah RW 04 & RW 05 serta RW 01 dari mulai Kampung Cisasah sampai dengan kampung Situ Uncal.

“Progres pembangunan jalan poros desa, dengan betonisasi di wilayah RT 02 RW 01 dan pelengkap Dayeuh untuk pencairan anggaran tahap I sudah selesai dilaksanakan,” tegasnya.

Tujuan Dibangun Jalan Poros desa

Menurut Yusuf tujuan dibangunnya jalan poros desa sebagai jalan penghubung antar desa antar kecamatan, akses menuju area pendidikan dan kesehatan, akses ke sentra pertanian dan perikanan, serta akses untuk kelancaran barang dan jasa dan yang paling penting diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Masyarakat Menghibahkan Tanah

Lantas Yusuf juga mengungkapkan meskipun mendapat bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, kalau tidak ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya mungkin jalan poros desa ini tidak akan bisa dibangun dan tidak akan terwujud.

“Jadi kami pemerintah desa Purwasari pada awalnya mengkomunikasikan kepada masyarakat perihal akan dibangunnya jalan poros desa, tanggapan masyarakat sangat positif dan mereka sebanyak 27 keluarga menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan jalan,”

Selain tanah, lanjut Yusuf ada juga bangunan majelis dan rumah warga yang dibongkar untuk jalan, qodarullah Alhamdulillah semua apa yang direncanakan dan cita – citakan diberikan kemudahan dan kelancaran sehingga jalan poros desa kini benar – benar terwujud dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Pencairan Anggaran Tahap II

Selanjutnya Yusuf mengungkapkan untuk pencairan anggaran Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi tahap II tahun 2026 akan direalisasikan pada pembangunan betonisasi jalan desa di dua wilayah RW yakni RW 05 dan RW 06 Kp Rawasari dengan panjang sekitar 700 meter.

“Pencairan anggaran tahap II kami akan bangun jalan desa dengan betonisasi sepanjang 700 meter melintas di wilayah RW 05 dan RW 06 Kp Rawasari, desa Purwasari,” ucapnya.

Pembangunan Dayeuh Pajajaran

Untuk pembangunan Dayeuh Pajajaran masih dalam proses yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat di fokuskan di wilayah RW 01 Kp Situ Uncal dengan pagu anggaran Rp 200 juta serta pengelolaan sampah dengan pagu anggaran Rp 100 juta.

“Meskipun Dayeuh Pajajaran di fokuskan di wilayah RW 01 menuju wilayah RW 05 dan RW 06, tetapi di wilayah RW 05 Kp Cisasah kami juga melakukan penataan,”kata Yusuf.

Pemerintah membangun infrastruktur ini dengan biaya yang tidak sedikit, agar hasil pembangunan itu dirasakan manfaatnya dengan waktu yang cukup lama, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memiliki rasa sense of belonging, menjaga, merawat dan memeliharanya.

“Kami harapkan sese of belonging masyarakat itu tumbuh, tidak membuang sampah sembarangan, selalu menjaga kebersihan jalan dan saluran airnya, dengan lingkungan yang bersih insya Allah warga akan semuanya sehat tidak gampang terserang penyakit,” Imbuhnya.

Ucapan Terima Kasih

Desa Purwasari bisa membangun jalan poros desa berkat adanya bantuan keuangan dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor, sehingga wajah desa ini lambat laun terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat desa Purwasari mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) atas bantuan keuangan yang telah diberikan kepada desa Purwasari, dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada 27 warga yang telah menghibahkan tanahnya sehingga jalan poros desa dapat kami bangun, dan semoga hasil pembangunan ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi desa Purwasari ke depan,” pungkas Yusuf Mustopa.***

 

Scroll to Top