BOGOR, KORAN INDONESIA – Musyawarah desa (Musdes) perubahan APBDes 2026 dan Musdesus penetapan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2026 digelar Pemerintah desa Cikarawang di aula kantor desa pada Selasa, 31/03/2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, Kades Cikarawang, Sapturi Wijaya, Ketua BPD Andi Rustandi, Ketua MUI desa, Ustadz Wardi Suwandi, Babinkamtibmas, Babinsa, RTRW, LPM, para Kader PKK dan Posyandu.
Penandatangan Berita Acara (BA)
Dalam Musdes dan Musdesus tersebut dibahas rencana realisasi anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor melalui program Bantuan Keuangan ( Bankeu) Akselerasi tahun 2026 dan anggaran yang bersumber dari APBN melalui program Dana Desa tahun 2026.
Setelah semua program yang akan direalisasikan di tahun 2026 disepakati oleh semua pihak, langsung ditandatangani berita acara Musdes dan Musdesus oleh Kepala desa Cikarawang, Sapturi Wijaya, Ketua BPD desa Cikarawang Andi Rustandi, ditandatangani pula oleh saksi perwakilan dari RT dan disetujui Camat Dramaga, Atep S Sumaryo.

Dalam keterangannya Kades Cikarawang, Sapturi Wijaya mengatakan bahwa kegiatan hari ini terdiri dari dua pembahasan, yakni Musdes perubahan APBDes 2026 yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bogor melalui anggaran Bantuan Keuangan Infrastruktur dan Musdesus penetapan KPM BLT DD dari APBN melalui program anggaran Dana Desa.
Musdes APBDes Tahun 2026
Dalam kegiatan hari ini, tujuannya agar semua unsur pengurus wilayah memahami, sumber anggaran darimana, berapa besarannya, lalu digunakan untuk apa saja agar mereka semua paham dan bisa menjelaskan kepada masyarakat.
Bantuan Keuangan Infrastruktur yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor untuk tahun 2026 jumlahnya bertambah, semula Rp 1 Miliar dan menjadi Rp 1,5 Miliar. Dana sebesar itu akan direalisasikan untuk infrastruktur, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah RW 06 sebesar Rp 900 juta.
Sementara anggaran sebesar Rp 600 juta lainnya akan direalisasikan pada tujuh program antara lain sebagai berikut ;
- 1 Desa 1 Sarjana Rp 20.000.000
- Pengembangan Desa Digital Rp 53.350.000
- Pengelolaan Sampah Desa Rp 333.804.000
- Program BPJS Ketenagakerjaan Rp 50.400.000
- Gerakan Pangan Murah Rp 22.416.000
- Desa Siaga Bencana Rp 100.000.000
- Karang Taruna Rp 20.000.000
“Jadi anggaran Rp 1,5 Miliar sudah kami ploting sesuai dengan arahan dari Pemerintah Kabupaten sekaligus sebagai bentuk transparansi anggaran kepada masyarakat,” tegas Sapturi.

Musdesus Penetapan BLT DD 2026
Selanjutnya Sapturi mengungkapkan pasca pengurangan Dana Desa oleh Pemerintah pusat, desanya akan menerima Dana Desa Tahun 2026 sebesar Rp 373.456.000.
Alokasi dana desa sebesar itu sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat akan direalisasikan kepada pengeluaran Earmark dan non Earmark sebagai berikut ;
- Operasional desa 3% Rp 11.200.000
- BLT DD 32 orang @Rp 200.000 Rp 76.800.000
- Ketahanan Iklim (Tanam Pohon) Rp 5.800.000
- Layanan Dasar Kesehatan ( Stunting/PMT) 43 orang @Rp 150.000, Rp 77.400.000
- Ketahanan Pangan Rp 10.000.000
- Infrastruktur (Padat Karya) Rp 40.000.000
- APK Desa Digital Rp 49.500.000
- Dukungan Umum (Workshop Pengembangan dan Digitalisasi UMKM Rp 20.900.000
- Sosialisasi dan penyuluhan Bahaya Narkoba Rp 12.144.000
- Rembug Stunting Rp 4.950.000
- Irigasi RW 01 Rp 28.862.000
- Renovasi Poskamdes Rp 15.900.000
“KPM BLT DD jumlahnya tidak berubah sebanyak 32 orang, namun yang dikurangi jumlah nominalnya semula Rp 300.000/bulan dikurangi menjadi Rp 200.000/bulan/orang,”Sapturi kembali menegaskan.
Semua komponen yang ditentukan oleh pemerintah pusat sudah mendapatkan ploting anggaran, meskipun nilainya kecil, namun demikian semua program akan dijalankan sebagaimana mestinya.
“Semua program akan kami laksanakan, tidak ada satupun program yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat di 2026 yang tidak dilaksanakan. Dan tentunya kami berharap ini sudah menjadi keputusan bersama dan dalam pelaksanaannya juga diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak, agar program ini bisa berjalan lancar dan sukses,” Tandas Sapturi.***



