Prabowo Janji Percepat Pembangunan Rumah Sakit dan Fakultas Kedokteran

Presiden Prabowo Subianto | dok. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia
Bagikan

KORAN INDONESIA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan nasional. Langkah itu dilakukan lewat pembangunan rumah sakit, penambahan fakultas kedokteran, dan pencetakan lebih banyak tenaga medis.

“Kita masih menghadapi kendala. Bangsa kita sangat besar. Kekurangan dokter, kekurangan spesialis, kekurangan tenaga paramedis terjadi di seluruh dunia. Kita harus menggunakan segala kemampuan kita untuk mencapai cita-cita kita, yaitu kesehatan dengan pelayanan terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo saat meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RSPON Mahar Mardjono, Jakarta, dikutip, Rabu (27/8/2025).

Prabowo menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar rakyat sekaligus wujud demokrasi. Oleh karena itu, Prabowo meminta tata kelola sektor kesehatan harus bersih dari korupsi dan kebocoran anggaran.

“Pendidikan yang terbaik dan kesehatan yang terbaik hanya bisa diwujudkan kalau tidak ada korupsi, kalau tidak ada manipulasi, kalau tidak ada kebocoran. Setiap rupiah yang membeli alat-alat terbaik di dunia harus sampai ke rakyat,” tegasnya.

Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis. Sementara produksi dokter spesialis per tahun baru sekitar 2.700 orang.

“Jadi kita harus berupaya dengan langkah-langkah yang tidak bisa normatif. Mengejar pembangunan Indonesia, mengejar kesejahteraan Indonesia, tidak bisa business as usual, tidak bisa. We have to work harder, we have to do our best,” ucap Prabowo.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 rumah sakit berkualitas dalam empat tahun mendatang. Selain itu, disiapkan 148 program studi baru di 57 fakultas kedokteran, termasuk spesialis dan subspesialis.

“Target saya akan ada 30 fakultas kedokteran baru insyaallah untuk mengejar tadi 70 ribu spesialis dan dokter umum kekurangannya adalah 140 ribu. Kalau tidak ya kita tunggu 35 tahun,” ungkap Prabowo.

“Di hati kita kalau kita punya niat, insyaallah kita akan mencapai itu (mengejar ketertinggalan di bidang kesehatan). We have the resources, we have to manage our resources,” pungkasnya.***

Baca jugaPrabowo Lantik Kepala BNN, BNPT, dan Sejumlah Badan Baru di Istana Negara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top