BOGOR, KORAN INDONESIA – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Citrawangi desa Neglasari Bogor, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor melaksanakan panen perdana ayam potong dalam program ketahanan pangan (Ketapang) yang dibiayai dari Dana Desa tahun 2025.
Diketahui, Bumdes Citrawangi melalui unit usaha ‘Berkah’ awalnya tebar bibit ayam potong di atas bangunan kandang dua lantai yang lokasinya di dusun 2 RT 02 RW 04 sebanyak delapan ribu ekor. dan hanya butuh waktu 28 hari, ayam potong tersebut sudah bisa panen perdana.
Kepala desa Neglasari, Yayan Mulyana yang diwakili sekretaris desa, Kosasih Irvan saat dikonfirmasi di lokasi kandang ayam potong mengatakan bahwa Bumdes Citrawangi saat ini sedang panen perdana ayam potong.
“Pada umumnya ayam potong itu butuh waktu maksimal 40 hari, dari mulai ditebar hingga panen, tetapi dengan penataan kandang yang baik serta pemberian pakan yang cukup dan teratur, ayam yang kita pelihara hanya butuh waktu 28 hari sudah bisa panen dengan bobot antara 900 gram – 1,4 kilogram/ ekor,” kata Irvan Jumat, 06/03/2026.
Sebelumnya panen perdana itu diperkirakan seminggu menjelang hari raya Idul Fitri 1447H, namun karena pertumbuhan ayam itu begitu cepat hingga 15 hari menjelang lebaran ayam sudah bisa dipanen.
Ketika disinggung berapa jumlah hasil panen ayam potong Irvan belum bisa menjelaskan secara jelas, karena pelaksanaan panen perdana belum tuntas semuanya.

“Belum bisa diketahui totalnya, tetapi pada pengangkatan pertama dari 800 ekor ayam, itu bobotnya mencapai 2,4 ton,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, program ketahanan pangan ini manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat, maka hasil panen ayam ini ada yang dijual ke luar adapula yang dibagikan ke masyarakat kurang mampu di wilayah masing-masing RTRW di desa Neglasari.
“Sesuai kesepakatan dan keputusan Kepala desa, 75% dijual keluar dan hasil penjualannya di kelola oleh Bumdes dan 25% dibagikan ke masyarakat kurang mampu,”pungkasnya.***



