Program Ketahanan Pangan Neglasari Bogor, 8 Ribu Ekor Ayam Pedaging Siap Panen Jelang Idul Fitri 1447 H

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Program ketahanan pangan (Ketapang) yang dibiayai dari Dana Desa, anggaran APBN pemerintah pusat dijalankan oleh desa – desa di seluruh Indonesia, salah satunya desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Program tersebut untuk tahun 2025, dilaksanakan pemerintah desa Neglasari melalu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Citrawangi dengan unit usaha ‘Berkah’ pada peternakan ayam Pedaging yang berlokasi di dusun 2 RT 02 RW 04.

Diketahui, pemerintah pusat melalui anggaran dana desa membiayai program ketahanan pangan hingga tahun ini sudah berjalan selama lima tahun. sejak 2022 – 2026, tujuannya untuk meningkatkan ketahanan masyarakat di desa.

Kepala desa Neglasari, Yayan Mulyana saat dihubungi dikantornya, mewakilkan kepada sekretaris desa, Kosasih Irvan, secara bersamaan ada jadwal kegiatan yang tidak bisa ditunda, dan tidak bisa melihat lokasi kandang ayam pedaging yang dikelola Bumdes Citrawangi.

Sekdes Neglasari, Kosasih Irvan di lokasi kandang ayam menuturkan kepada Koran Indonesia.net, bahwa program ketahanan pangan tahun 2025 di kelola oleh Bumdes Citrawangi melalui unit usaha Berkah, pada peternakan ayam Pedaging.

Anggaran Dana Desa 2025

Dalam kesempatan itu, Irvan menjelaskan bahwa anggaran dana desa tahun 2025, sebanyak 20% dialokasikan pada program ketahanan pangan, yakni pada peternakan ayam, dan budidaya ikan gurame.

“Total anggaran yang digelontorkan untuk program Ketapang Rp 306.666.600, untuk biaya peternakan ayam sebesar Rp 279 juta, dan pada budidaya ikan gurame Rp 27,6 juta,”katanya Senin, 23/02/2026.

Selanjutnya Ia menjelaskan bibit ayam Pedaging yang ditebar di atas bangunan kandang dua lantai sebanyak 8 ribu ekor, dan saat ini baru berusia hampir tiga Minggu, dan pertumbuhannya cukup bagus, rata – rata ayam sudah memiliki bobot 600 gram sampai 900 gram.

“Kami perkirakan panen perdana itu beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri 1447H sudah bisa dipanen,”tegasnya.

Karena ini program pemerintah, program ini manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat, maka hasil panen ayam ini ada yang dijual ke luar adapula yang dibagikan ke masyarakat kurang mampu di wilayah masing-masing RTRW di desa Neglasari.

“Sesuai kesepakatan dan keputusan Kepala desa, 75% dijual keluar dan hasil penjualannya di kelola oleh Bumdes dan 25% dibagikan ke masyarakat kurang mampu,”Kosasih Irvan kembali menegaskan.

Program Ketahanan Pangan 2026

Menurut Irvan meskipun anggaran dana desa tahun 2026 dikurangi oleh Pemerintah pusat, desa Neglasari hanya mendapat Rp 373 juta sudah termasuk biaya untuk program ketahanan pangan.

Meskipun demikian program ketahanan pangan tahun 2026 tetap akan dijalankan, yakni pada sektor pertanian dengan menanam terong ungu.

“Kami akan menanam terong ungu, sesuai dengan sentra pertanian desa Neglasari para petani banyak yang sudah menanam terong ungu. Dan anggaran yang kami siapkan sebesar Rp 70 juta,” jelas Irvan.

Program Ketapang Desa Neglasari Tetap Eksis

Kemudian Ia juga menegaskan bahwa program ketahanan pangan tahun 2022-2023 pada peternakan domba, tahun 2024 pada budidaya ikan lele dan gurame masih tetap berjalan.

“Program Ketapang sejak 2022 – 2024 yang kami laksanakan sampai saat ini masih eksis dan berjalan,” ucapnya.

Karena program ini masih terus berjalan, dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat, pihaknya berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah agar program ini terus dilanjutkan secara berkesinambungan.

“Kami harapkan bantuan keuangan baik dari pemerintah pusat dan daerah untuk program ketahanan pangan terus dilanjutkan, mengingat sangat bermanfaat untuk masyarakat,”pungkasnya.***

Scroll to Top