PT MBI Gandeng IPB University & Nasional University of Singapore, Lakukan Riset di Demplot Nanggerang Sukabumi, Tingkatkan Produktivitas Pisang Barangan & Kacang Edamame untuk Suplai Pasar Domestik & Ekspor

Bagikan

SUKABUMI, KORAN INDONESIA – PT Mandiri Banana Indonesia (PT. MBI) gandeng IPB University dan Nasional University of Singapore dalam rangka peningkatan produktifitas dan mutu pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame.

Hal tersebut diketahui dari pertemuan tripartit antara PT MBI, IPB University dan Nasional University of Singapore di aula kantor desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 07/04/2026.

Forum pertemuan tersebut dihadiri jajaran direksi dari PT MBI, diantaranya Dewan Komisaris, Basuki Waluyo, Dirut PT MBI, Fachri Yulizar dan Direktur Keuangan, Septy Dhiana (Ibu Dian), Sementara dari IPB University Raden Dikky Indrawan, Achmad Fadhillah, Sendy Watazawwadu’Ilmi,
Raden Trizaldi Prima Alamsyah. Dan Team dari Singapore Prof Teo, Prof Mable Chou, Xue-Ming, Rajeeva, Tang Khee dan Kenny Tew serta dihadiri pula Kades Nanggerang Unang Suwandi.

Dirut PT MBI, Fachri Yulizar saat dikonfirmasi Koran Indonesia.net menuturkan bahwa agenda pertemuan dengan pihak IPB University dan Nasional University of Singapur dalam rangka kerjasama riset untuk meningkatkan produktivitas dan mutu pisang barangan jumbo merah dan kacang edamame.

“Kami berharap team riset dari IPB University dan Nasional University of Singapore bisa menghasilkan inovasi baru, meningkatkan produktivitas dan mutu pisang barangan dan kacang edamame, kedepan apabila kualitasnya semakin baik dan produktivitasnya meningkat, kami akan bidik pasar ekspor, khususnya ke Singapore,” katanya.

Dalam waktu tidak lama lagi, team dari IPB University dan team dari Nasional University of Singapore akan melakukan riset di kebun demplot desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang memiliki luas sekitar 15 hektar.

“Kami yakin dan optimis hasil riset yang dilakukan dua perguruan tinggi terkenal dari dua negara tersebut bisa menghasilkan inovasi baru, dan bisa mendongkrak produktivitas pisang barangan dan kacang edamame yang dikelola PT MBI kolaborasi dengan Pemdes Nanggerang,” ujarnya.

Selanjutnya Fachri juga menegaskan saat ini hasil panen pisang pertandan dikisaran 15 sampai 20 kg/tandan, semoga dari hasil riset nanti, bisa menghasilkan 23 – 25 kg/tandan. Begitu pula halnya dengan kacang edamame saat ini hasil panen dalam 1 hektar menghasilkan 7 ton, dengan adanya inovasi hasil riset nanti, bisa panen mencapai 10 ton/hektar.

“Untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun mancanegara saat ini PT MBI telah mengelola kebun pisang sekitar 100 hektar ada di provinsi Banten dan Jawa Barat, khusus di Nanggerang Sukabumi lahan yang sudah dan akan digarap sekitar 30 – 50 hektar. Bahkan kami telah menjalin kerjasama dengan MNC Group, telah disiapkan lahan sekitar 150 hektar,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Team riset dari IPB University Raden Dikky Indrawan mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan PT MBI dalam konteks pengembangan kemitraan petani, sebagaimana tadi sudah disampaikan semoga riset yang dilakukan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi PT MBI dan mitra petaninya.

“Kami harapkan hasil riset nanti bisa meningkatkan produktivitas dan mutu pisang barangan dan kacang edamame, baik secara kualitas maupun kuantitas produksi,” tegas Dikky.

Dipilih PT MBI lanjut Dikky, pihaknya melihat PT MBI ini sudah banyak berkolaborasi dengan Pesantren, Bumdes, Pramuka dan lain sebagainya, sehingga pihaknya melihat PT MBI ini sudah sangat dekat dengan masyarakat, khususnya petani.

“Selaras dengan program pemerintah terkait dengan swasembada pangan, bagaimana kebun pisang dan kacang edamame yang dikelola PT MBI itu bisa menghasilkan produktivitas panen yang baik dan tinggi. Oleh karena itu dalam riset nanti bagaimana membasmi ulat pisang dan kacang edamame yang dapat menurunkan produktivitas hasil panen itu bisa ditekan bahkan dihilangkan,” tegasnya.

Lalu berikutnya kata Dikky, setelah dipastikan pohon pisang dan kacang edamame sehat, bebas penyakit, akan menghasilkan hasil panen yang maksimal, sehingga bisa mensuplai kebutuhan pasar di dalam dan luar negeri sesuai dengan target yang diharapkan.

Terpisah di lokasi yang sama perwakilan team dari Nasional University of Singapore, Prof Teo mengaku senang dibawa team IPB University bisa melihat langsung lahan pertanian pisang barangan dan kacang edamame.

“Kami sangat tertarik untuk melakukan riset bersama team IPB University di kebun yang dikelola PT MBI, karena dinegara kami tidak ada lahan pertanian seperti ini,” katanya.

Selanjutnya Prof Teo menegaskan Ia bersama team riset dari Nasional University of Singapore (NUS) bisa melakukan penelitian pisang barangan, apabila hasil riset nanti hasilnya baik, maka pihaknya pisang barangan ini bisa diekspor ke Singapore.

“Kami sangat tertarik dengan farm di sini, di negara kami tidak ada farm seperti ini, yang ada hanya teknologi farm, oleh karena itu, bagaimana riset yang kami lakukan nanti bisa menghasilkan uang untuk farm ini, dan dikembangkan di Indonesia,”Tandasnya.***

Scroll to Top