Rakor Pendidikan Bersama Pengelola Dapur SPPG-MBG di Dramaga Bogor, Tingkatkan Sinergitas dan Pelayanan Kepada KPM

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar Pemerintah Kecamatan Dramaga di aula kantor Kecamatan pada Selasa, 04/11/2025.

Rakor yang pertama kali dilaksanakan mengacu pada SK BGN 244 Tahun 2025, Tentang Perubahan ke – 3, dihadiri para pemilik dan pengelola dapur SPPG-MBG, para Mitra SPPG, para kepala sekolah, para kepala desa, UPT Kesehatan dan Forkopimcam Dramaga.

Camat Dramaga, Atep S Sumaryo dalam keterangannya mengatakan bahwa rakor terkait MBG baru pertama kali dilaksanakan dan di klaim baru ada di Kecamatan Dramaga, belum ada rakor seperti ini di Kecamatan lain.

Sebagai narasumber dalam rakor tersebut, Ketua PGRI Dramaga, Wawan Setiawan, Kepala Puskesmas Cangkurawok, Dr Desi dan Kapus Kampung manggis.

Kuota KPM dapur MBG

Sesuai peraturan terbaru dari Badan Gizi Nasional yakni SK BGN Nomor 244 Tahun 2025, Tentang perubahan ke – 3 kuota setiap dapur SPPG-MBG maksimal 3000 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

“Awalnya memang kuotanya ada yang sampai empat ribu lebih, tetapi dengan adanya peraturan terbaru kuotanya hanya tiga ribu, itupun tidak diberikan secara sekaligus melainkan bertahap, diawali dengan kuota 1000 KPM,” Kata Atep Rabu, 05/11/2025.

Jumlah Dapur SPPG-MBG

Selanjutnya Ia mengungkapkan bahwa jumlah dapur SPPG-MBG di wilayah Kecamatan Dramaga jumlahnya saat ini sudah ada 7 dapur. Namun yang sudah beroperasi baru 4 dapur SPPG-MBG.

“Tiga dapur lainnya belum beroperasi, karena masih dalam persiapan, mereka masih sedang menyiapkan segala sesuatunya terkait teknis hingga saat ini, dan kemungkinan dalam waktu dekat akan segera beroperasi,”ujarnya.

Kelompok Penerima Manfaat MBG

Di dalam peraturan terbaru lanjut Atep disebutkan bahwa salah satu Penerima manfaat MBG selain para murid juga tenaga pendidik (guru) yang berstatus honorer, bukan berstatus PNS.

“Mereka yang berhak mendapatkan MBG itu antara lain Anak balita, pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan pelayanan khusus, pendidikan pesantren, Ibu hamil, Ibu menyusui,”tegasnya.

Penyediaan Bahan Baku Dapur SPPG-MBG

Lantas dalam kesempatan itu Atep juga mengungkapkan bahwa ini semua program pemerintah, programnya Presiden Prabowo Subianto yang harus dilaksanakan oleh semua stakeholder yang terlihat. Oleh karena itu kebutuhan bahan baku dapur SPPG-MBG sedapat mungkin bisa disuplai oleh Bumdes – Bumdes yang ada di desa.

“Antara dapur SPPG-MBG diharapkan bisa bersinergi dengan Bumdes untuk penyediaan bahan baku, sebagaimana diketahui di Kecamatan Dramaga Bumdes ada yang bergerak di pabrik tempe, budidaya ayam petelur, ikan air tawar, sayur mayur, buah buahan dan lain lain,”imbuhnya.

Ia menyebut dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan para mitra, pengelola dapur, para kades dan direktur Bumdes, agar Program Ketahanan pangan 20% dari dana desa itu bisa diserap melalui program MBG.

Terpisah, Ketua kelompok SPPG-MBG Kecamatan Dramaga, Rosana Yulianti meyambut baik pertemuan yang diinisiasi oleh pak Camat. Rakor ini luar biasa, meningkatkan sinergitas, semua permasalahan yang dihadapi masing – masing pengelola dapur itu muncul, dan Alhamdulillah solusi – solusinya jadi terbuka.

“Kami semua pengelola dapur SPPG-MBG tentunya memiliki kendala masing – masing dalam pelaksanaan pelayanan kepada KPM, dan melalui rakor ini kami mendapat pencerahan untuk masalah itu serta terjawab solusinya,”Kata Oca panggilan akrab Rosana Yulianti.

Oca berharap pertemuan rakor seperti ini diadakan bukan hanya kali ini saja, mungkin harus diagendakan secara berkala, tujuannya tentu untuk menyamakan persepsi, menjaga mutu dan meningkatkan pelayanan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Dramaga, H Sobar mengatakan bahwa sebelum rakor ini pihaknya sempat bertanya – tanya kenapa murid di sekolahnya tidak mendapatkan MBG 100%? Namun setelah mengikuti rakor ini, jadi paham bahwa dapur pengelola SPPG-MBG kuota dari BGN nya belum maksimal.

“Kita sudah paham, namun ke depannya kita berharap semua jumlah murid di SMPN 2 bisa mendapatkan MBG, tidak digilir pembagiannya,”tandasnya.***

Scroll to Top