BOGOR, KORAN INDONESIA – Ratusan pohon dari berbagai jenis telah ditanam di hutan kota di Kp Mekarsari, desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Penanaman pohon dibagi dalam beberapa tahap, tahap pertama dan ke dua telah ditanam sekitar 600 pohon.
Camat Dramaga, Atep S Sumaryo saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan kepada Koran Indonesia.net bahwa semenjak dicanangkan oleh Bupati Bogor di Kecamatan Dramaga ada lahan cadangan makam seluas 1,5 hektar yang dijadikan hutan kota, yakni di Kp Mekarsari RT 01 RW 05 desa Neglasari Bogor.
“Ada satu hamparan 1,4 hektar sebagian sudah kita tanami pohon kelapa, sengon, akasia, matoa, pucuk merah, Ketapang, gandaria, Pete, alpukat, durian, mangga dan tabebuya,” kata Atep Senin, 02/03/2026.
Sebagian lahan sudah digunakan pemakaman oleh warga yakni fasos fasum beberapa perusahaan, dan seluas 1,4 hektar digunakan untuk hutan kota.
“Kami menyambut baik program ini dengan pengampu pada saat itu dari PDAM Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Selanjutnya Atep menjelaskan pada launching perdana, pihaknya bersama Direktur PDAM Tirta Kahuripan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dan semua stakeholder di wilayah Dramaga melaksanakan penanaman pohon pada 05 Februari 2026 sebanyak 483 pohon.
“Dan pada 25 Februari 2026 kami menanam kembali sebanyak 123 pohon jenis mangga, durian dan Alpukat,” ucapnya.

Rencana Penanaman Pohon Tahap III
Kemudian pihaknya juga kembali merencanakan penanaman pohon kembali dalam waktu dekat, yang akan ditanam yakni Mangga, durian dan Alpukat sebanyak 220 pohon.
“Jadi totalnya 826 pohon, 600 pohon sudah kita tanam, 220 lainnya baru akan kita tanam di pekan mendatang sebelum lebaran,” tegasnya.
Berikut nama – nama lembaga dan perorangan yang telah mendonasikan bibit pohon untuk ditanam di hutan kota diantaranya ;
- PDAM Tirta Kahuripan 254 bibit pohon.
- Pramuka 50 bibit pohon kelapa
- TP PKK Kecamatan Dramaga 9 bibit mangga
- Distanhorbun 30 bibit pohon
- BPDAS Cikiwung-Citarum 150 bibit pohon
- Ketua KNPI Kecamatan Dramaga an : Pribadi Muhamad Syukron Anugrah 243 bibit pohon
Untuk memenuhi kebutuhan bibit yang akan ditanam di hutan kota lanjut Atep, Ia menegaskan sudah berkirim surat ke pihak IPB University, Auto 2000, Dramaga Cantik juga bersurat kepada beberapa perusahaan yang ada di wilayah Dramaga.
Pola Tanam Pohon
Dalam kesempatan itu Ia juga menyampaikan sistem pola tanam pohon dengan jarak antar pohon itu sekitar 8m x 6m dan 8m x 8m. Tujuannya tentu ditanam jarak seperti itu agar pertumbuhannya bagus, dan ketika pohon itu besar dahannya itu tidak tumpang tindih.
Karena itu lahan untuk pemakaman, jadi dihimbau ketika ada yang meninggal untuk dimaksimalkan dahulu di lahan pemakaman yang sudah ada, selebihnya akan digunakan dulu untuk hutan kota, untuk perawatannya Ia mengusulkan untuk dijadikan tempat kegiatan Pramuka.
“Sambil kita lakukan perawatan kita jadikan untuk kegiatan Pramuka, jika dimungkinkan kita jadikan bumi perkemahan Kwaran Pramuka Dramaga,”Imbuhnya.
Ucapan Terima Kasih
“Kami atas nama pemerintah Kecamatan Dramaga, dan Pemerintah Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih kepada lembaga dan perorangan yang telah memberikan bantuan bibit pohon, serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung merealisasikan program Bupati Bogor hingga terwujudnya hutan kota di desa Neglasari Bogor,” ucap Atep.
Dan pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada tokoh masyarakat dan warga yang telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk dijadikan akses jalan masuk menuju hutan kota.
“Yang awalnya hanya jalan setapak, karena ada hibah tanah dari warga, dikerjakan secara bergotong royong akhir saat ini bisa dilalui kendaraan roda empat/ mobil. Tinggal nanti dilakukan pengerasan dibeton atau di aspal hotmix, sehingga nanti mobil jenazah pun bisa langsung ke area pemakaman melalui area hutan kota,”jelasnya.
Semoga pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, sehingga hutan kota itu bisa bermanfaat filtrasi udara, udara (oksigen) menjadi bersih, dapat menyimpan cadangan air, tercipta biota alam untuk kehidupan makhluk lain seperti burung, tupai, kelelawar dan lain – lain bisa hidup di dalam hutan kota.
“Oleh karena itu mari kita sama – sama menjaga dan merawat tanaman di hutan kota, selain bermanfaat untuk kehidupan ke depan, jika sudah berbuahpun nantinya bisa dinikmati generasi kehidupan selanjutnya,”pungkas Atep.***



