BANDUNG, KORAN INDONESIA – Lama deadline dengan lama waktu pengerjaan ternyata berbanding lurus dan fenomena ini memiliki istilah tersendiri, yakni Hukum Parkinson (Parkinson’s Law).
Hukum Parkinson pertama kali diperkenalkan oleh C. Northcote Parkinson, seorang sejarawan dan penulis asal Inggris pada tahun 1955.
Ia pernah menyatakan bahwa:
“Work expands so as to fill the time available for its completion.”
(Pekerjaan akan berkembang untuk menghabiskan seluruh waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya.)
Contohnya, jika seseorang diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan tugas yang sebenarnya bisa selesai dalam dua hari, maka besar kemungkinan tugas tersebut baru akan selesai mendekati akhir minggu.
Contoh lainnya:
- Tugas kuliah yang bisa dikerjakan dalam 3 jam tetapi memiliki deadline yang masih lama biasanya akan dikerjakan mahasiswa secara bertahap hingga berhari-hari atau baru dikerjakan beberapa jam sebelum deadline.
- Pekerjaan kantor yang sebenarnya sederhana, tetapi terasa rumit karena terlalu banyak revisi yang tidak perlu.
- Rapat yang seharusnya selesai dalam 30 menit, namun berlangsung lebih lama hanya karena waktu yang dijadwalkan terlalu panjang.
Penyebab Terjadinya Hukum Parkinson
1. Prokrastinasi (menunda pekerjaan)
Ketika waktu terasa masih panjang, seseorang akan cenderung menunda untuk memulai pekerjaan.
2. Perfeksionisme berlebihan
Waktu yang longgar membuat seseorang terus menambah detail yang sebenarnya tidak terlalu penting.
3. Kurangnya batasan waktu yang jelas
Tanpa menentukan target waktu yang jelas, fokus dan urgensi akan menjadi berkurang.
Dampak Hukum Parkinson
Jika dibiarkan, Hukum Parkinson dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti:
- Produktivitas yang menurun
- Stres jadi meningkat menjelang deadline
- Waktu terbuang untuk hal-hal yang kurang penting
- Beban kerja terasa lebih berat dari seharusnya
Namun, jika dipahami dengan baik, hukum ini justru bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Cara Mengatasi Hukum Parkinson
- Menetapkan deadline yang lebih singkat dan realistis
- Membagi tugas besar menjadi tugas-tugas kecil
- Menggunakan teknik manajemen waktu, seperti time blocking atau Pomodoro Technique
- Fokus pada hasil, bukan kesempurnaan
- Mengurangi distraksi, seperti media sosial atau notifikasi yang tidak perlu
- Menentukan skala prioritas kedalam 4 kategori dari Dwight D. Eisenhower, yakni penting dan mendesak, penting tetapi tidak mendesak, tidak penting tetapi mendesak dan tidak penting juga tidak mendesak.
Meskipun awalnya hukum parkinson berangkat dari observasi satir. Tetapi, hukum ini akhirnya masuk kedalam kajian produktivitas dan manajemen waktu.



