Viral di Media Sosial Ayam Menu MBG Tidak Layak Konsumsi ! Ini Klarifikasi Kepala Dapur SPPG-MBG Cihideung Udik 2 Ciampea Bogor

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Viral nya kiriman menu Makan Bergizi Gratis (MBG), berupa masakan ayam yang menimbulkan aroma tidak sedap dan tidak layak konsumsi di media sosial Facebook menjadi sorotan publik, khususnya para orang tua murid di sejumlah sekolah, salah satunya orang tua murid di SDN Petir 4, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Senin, 16/03/2026.

Peristiwa itu diupload oleh akun Facebook@Iyan Yanto, dalam narasinya dikatakan bahwa Tolong Pengawasan MBG di sekolahan SD Petir 04 Kec Dramaga, dapurnya Cihideung Udik gang Abot, sudah berkali – kali gak ada perbaikan, MBG ayam untuk 5 hari pakai ayam bau bangkai, biasanya di TPA banyak bau kieumah, dipariceunan, ayo bersuara untuk Bogor lebih baik.

Diketahui, dapur Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG-MBG) Cihideung Udik 2 Ciampea Bogor melayani Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di sekolah di bawah ini ;

  • SDN Purwasari I
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bahrul Ulum
  • SDN Petir 4
  • SDN Cihideung Udik 1, 2, 3 dan 4
  • MTD Darussalam
  • SMP Adibangsa
  • SMK Adibangsa
  • SMK Persada
  • SMA Hanura

Menyikapi viral nya kasus tersebut, Kepala SPPG-MBG Cihideung Udik 2, Panji Maulana Saputra saat dikonfirmasi Koran Indonesia.net di kantornya tidak menampik dan mengakui adanya kiriman menu MBG berupa ayam yang menimbulkan bau dan tidak layak konsumsi.

Kronologi peristiwa

Selanjutnya Panji menjelaskan kronologis peristiwa tersebut, ayam yang dikirim dari distributor Ia menegaskan telah melalui proses seleksi (quality control) yang cukup ketat, dan diterima dalam keadaan fresh.

“Ayam yang kami terima kualitasnya bagus karena kami tidak memesan ayam dalam kondisi beku, jadi masih fresh, baunya juga masih segar, ayam yang benar – benar baru dipotong,” tegas Panji Rabu, 18/03/2026.

Tidak semua MBG menimbulkan Bau

Kemudian Ia juga mengungkapkan bahwa dapur SPPG-MBG Cihideung Udik 2 melayani Kelompok Penerima Manfaat dengan dua kategori, yakni porsi kecil dan porsi besar.

“Kami yakin untuk porsi kecil ayam diterima KPM layak konsumsi dan tidak menimbulkan bau, karena pada proses masak hingga jadwal distribusi waktunya cukup. Namun pada porsi besar itulah kami menduga ayam yang dikirim ke KPM menimbulkan bau itu, karena keteteran, hingga ayam yang dimasak berbumbu dalam keadaan panas sudah langsung di packaging, itulah mungkin yang menimbulkan bau,”jelas Panji.

Deadline Distribusi MBG Keteteran

Lalu Panji juga menegaskan pada saat itu, pihaknya juga menerima kiriman ayam dari distributor mengalami keterlambatan, otomatis proses memasaknya pun mengalami keterlambatan juga, sehingga kejar – kejaran waktu, sementara kiriman pada hari Senin itu merupakan kiriman terakhir di bulan Ramadhan.

“Jumlah ayam yang kami masak 1.500 ekor untuk 1.500 KPM di sejumlah sekolah, dengan durasi waktu yang sangat mepet, sehingga ayam yang telah dimasak seharusnya masuk dalam proses pendinginan baru di packaging, nah ini dalam kondisi masih panas langsung di packaging, alhasil karena ada proses penguapan akhirnya bumbu yang melekat pada ayam menimbulkan bau tak sedap dan basi,” tuturnya.

Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kelalaian itu, pihaknya akan mengganti dengan susu yang akan diberikan ke KPM yang pada saat itu ayamnya mengalami bau tak sedap, dan pihaknya bekerjasama dengan pihak sekolah untuk mendatanya.

“Untuk memperbaiki hal serupa tidak terulang lagi dikemudian hari, kami hari ini (Rabu-red) telah mengadakan rapat dengan para kepala sekolah dan guru, membahas mengevaluasi untuk diperbaiki di kantor dapur SPPG-MBG Cihideung Udik 2,” ucapnya.

Permohonan maaf

Dalam kesempatan itu Panji mengatakan atas nama manajemen dapur SPPG-MBG Cihideung Udik 2 menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua murid kelompok penerima manfaat MBG atas kelalaian yang terjadi.

“Kami berkomitmen peristiwa itu menjadi peristiwa pertama dan terakhir, kami bertekad akan melayani KPM dengan sebaik mungkin dengan menghadirkan menu MBG yang berkualitas,” pungkasnya.***

 

 

Scroll to Top