Wakil Bupati Bogor Tinjau Pasar Laladon, Jaro Ade : Kondisinya Terbengkalai Rusak dan Tidak Terawat, Kita akan Bangun Kembali dengan Kajian yang Tepat, Karena Posisinya ada di Segitiga Emas

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) bersama Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H Wasto S Hut MPd meninjau lokasi pasar Laladon di desa Laladon Kecamatan Ciomas yang sudah lama rusak dan terbengkalai, pada Kamis, 29/01/2026.

Dalam kunjungan tersebut Ia didampingi Perwakilan dari Kecamatan Ciomas dan Kepala desa Laladon. Ia bersama rombongan melihat langsung lokasi pasar Laladon di lantai dasar dan lantai dua yang kondisi bangunannya sudah rusak parah dan terbengkalai lapuk dimakan usia, atap pasar sudah tidak ada tembok dan lantainya sudah berlumut.

Dalam keterangannya kepada Koran Indonesia.net Jaro Ade mengatakan bahwa Ia sebelum berangkat ke Dramaga meminta izin kepada Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto selain memonitor Musrenbang di Dramaga juga izin meninjau pasar Laladon di Kecamatan Ciomas.

Kunjungan ke pasar Laladon ini menindaklanjuti aduan masyarakat melalui media sosial (khususnya WA) banyak yang bertanya pak pasar ini mau diapain ? dan juga pertanyaan dari teman – teman di DPRD, dan hari ini saya baru berkesempatan melihat langsung dari dekat kondisi pasar Laladon ini.

Pasar Laladon Terbengkalai

Setelah melihat langsung kondisi di lapangan pasar Laladon ini benar – benar terbengkalai. Dan dari hasil kunjungan ini Ia mengaku akan melaporkan kepada pak Bupati Bogor.

“Kami akan melaporkan sekaligus mendiskusikannya dengan pak Bupati, karena momentumnya sangat tepat, berkaitan dengan Musrenbang,”katanya.

Lalu ia juga meminta kepada ketua komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, untuk terus mengawal dan dipersiapkan untuk dibahas dalam Musrenbang Kabupaten.

“Pasar Laladon ini sangat representatif karena posisinya sangat strategis berada di perbatasan antara Kabupaten dan kota Bogor, dan menjadi wajah terdepan Kabupaten Bogor menuju Bogor Barat,”ujarnya.

Posisi segitiga emas

Selanjutnya kata Jaro Ade pasar Laladon ini ada di posisi segitiga emas, kalau ditata dengan baik, pergerakan ekonominya akan bagus, sehingga pihaknya akan mempelajari kegagalan pasar ini apa?

“Kita akan tata, kita akan perbaiki, namun berdasarkan kajian yang lebih seksama agar kegagalan itu tidak terulang kembali. Kita akan kaji terlebih dahulu secara menyeluruh termasuk kajian para pedagangnya,” jelas Jaro Ade.

Lebih jauh Ia mengungkapkan bahwa di segitiga emas ini diperlukan sinergitas antara Kabupaten dan kota Bogor, hingga semuanya bisa terintegrasi dan perekonomian masyarakat bisa tumbuh.

Ketika disinggung pasar Laladon ke depan apakah akan dijadikan pasar Tematik atau pasar induk, Ia dengan tegas mengatakan menunggu ide dan gagasan pak Bupati serta saran dan masukan dari bawah, nanti dipadukan, sehingga keputusannya apakah jadi pasar Tematik atau pasar induk itu keputusannya sesuai dengan hasil kajian.

“Yang terpenting ketika pasar ini kembali beroperasi dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meningkatkan PAD,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor H Wasto S Hut mengatakan pada prinsip apa yang telah disampaikan pak Wakil Bupati Bogor, pihaknya di dewan siap mendukung.

“Segala permasalahan yang menyebabkan pasar Laladon ini terbengkalai, mangkrak, rusak tidak terurus ini akan dikaji apa saja, kemudian setelah melalui kajian pak Bupati pasti akan mengeluarkan kebijakan, apakah nanti akan menjadi pasar Tematik atau pasar induk tentunya berdasarkan kajian yang tepat dan kebijakan Bupati Bogor,” kata Wasto.

Terpisah di lokasi yang sama, Kepala Pasar Tohaga cabang pasar Laladon, Desi Hendrayani mengatakan bahwa saat jumlah pedagang yang masih bertahan berjualan di pasar Laladon jumlahnya sekitar 60 pedagang. Dan jumlah kios secara keseluruhan sebanyak 500 kios dari luas tanah 5.000 meter.

Selanjutnya Desi mengungkapkan sejak peralihan dari PT ke Pasar Tohaga di bulan September 2024, awalnya para pedagang yang akan bergabung di pasar Laladon jumlahnya sekitar 200 pedagang lebih, namun melihat sarana dan prasarana dan kondisinya kurang bagus, sehingga para pedagang banyak yang mendur, dan yang bertahan hanya 60 pedagang.

Setelah diambil alih oleh Tohaga, pihaknya juga telah melakukan langkah penertiban bangunan liar yang ada di depan pasar Laladon. “Kita tertibkan dan kita bongkar, yang tadinya muka pasar ini tertutup oleh bangunan liar sekarang sudah bersih dan terlihat muka pasar ini dari jalan raya,” kita Desi.

“Kita dari pasar Tohaga wacananya direncanakan renovasi, bersama fasilitas – fasilitasnya agar para pedagang dan para pengunjung pasar ini menjadi nyaman, karena lokasinya sangat strategis ada diperbatasan kabupaten dan kota Bogor,” tandas Desi.***

Scroll to Top