Insiden Tewasnya Pelatih Valencia di Labuan Bajo, PDIP Dorong Keselamatan Transportasi Wisata Jadi Prioritas

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty | dok. Humas DPR RI
Bagikan

JAKARTA, KORAN INDONESIA – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) menyoroti aspek keselamatan di transportasi wisata dengan berbagai kasus yang terjadi di Indonesia. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah kasus tewasnya pelatih Valencia CF Femenino B, Fernando Martín Carreras (44), di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui Fernando Martín Carreras (44), meninggal dunia bersama tiga anaknya dalam kecelakaan kapal wisata yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, pada 26 Desember 2025, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan, faktor keselamatan dan keamanan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan destinasi wisata Indonesia.

“Harus ada perbaikan yang serius dari sisi tata kelola pariwisata nasional dengan menempatkan faktor safety and security atau faktor ’S’ sebagai yang utama setelah aksesibilitas, amenitas, atraksi atau 3A+S. Safety and security tourism harus menjadi pilar utama pariwisata Indonesia, agar sektor ini tumbuh aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).

Menurut politisi PDIP itu, menjamin keselamatan wisatawan, pekerja pariwisata dan masyarakat lokal harusnya sejajar dengan upaya keras pemerintah untuk mengejar lebih banyak kunjungan wisatawan, meningkatkan length of stay, serta memperbesar pengeluaran wisatawan di destinasi wisata.

“Berulangnya kecelakaan di destinasi wisata menunjukkan bahwa keselamatan dan keamanan belum menjadi prioritas utama kebijakan pariwisata. Satu nyawa yang hilang adalah kegagalan sistem. Ini tidak boleh dianggap hal biasa,” tegasnya.

Dalam kesempatan lain, Ketua komisi V DPR RI Lasarus mengatakan bahwa kapal yang digunakan oleh pelatih Valencia tersebut pada awalnya bukan dirancang untuk mengangkut penumpang. Lasarus mengatakan, insiden kecelakaan kapal pinisi yang terjadi di Labuan Bajo telah menjadi perhatian luas, termasuk internasional.

“Saya coba diskusi, saya kalau bicara soal kapal ini Pak, sering saya kontak Pak Soerjanto Tjahjono ini, Pak KNKT ini. Kapal Phinisi ini sedianya kan bukan untuk angkut orang Pak, ini kan untuk angkut barang,” kata Lasarus dalam rapat kerja bersama Kemenhub, KemenPU, Basarnas, BMKG dan Korlantas Polri terkait evaluasi pelaksanaan Natal dan Tahun baru 2025, Selasa (20/1)

“Apalagi kejadian yang di Labuan Bajo ini, salah satu figur yang dikenal oleh dunia Pak, pelatih sepak bola Valencia, sehingga dunia memperhatikan ke kita semua seperti apa standar keselamatan kita, dalam rangka kita mengawal seluruh wisatawan yang datang ke tempat kita, apapun moda transportasinya, termasuk kapal pinisi ini,” lanjut dia.

Lasarus meminta Kementerian Perhubungan untuk lebih memperhatikan kelaikan kapal pinisi dalam berlayar. Selain itu, lanjut dia, juga memperketat keamanan dan standar keamanan berlayar.

“Jadi ini menurut saya harus ada protap yang jelas ini Pak Menteri, karena sedianya kapal ini dulunya bukan untuk angkut orang Pak,” ujarnya.

“Saya pikir ini perlu mendapat perhatian sehingga ada perlu standar operasional prosedur yang jelas yang ditetapkan oleh regulator, yaitu dari Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.***

Baca jugaLegislator PDIP Dorong Pemerintah Prioritaskan Pemenuhan Dokter Spesialis

Scroll to Top