BOGOR, KORAN INDONESIA –
Peringatan Hari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Nasional ke – 42 tingkat Kecamatan Dramaga, dipusatkan di Posyandu Kemuning 8, Kp Kuripan RW 05 Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Rabu, 29/04/2026.
Acara peringatan hari Posyandu tersebut berlangsung meriah dan penuh partisipasi, sejak pagi hari, warga, khususnya para ibu bersama balita, tampak antusias mendatangi lokasi posyandu untuk mengikuti berbagai layanan kesehatan yang disediakan.
Ketua TP-PKK Desa Sukadamai, Hj. Dedeh Kurniasih, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat delapan posyandu aktif di wilayahnya yang seluruhnya menggunakan nama “Kemuning”, mulai dari Kemuning 1 hingga Kemuning 8. Menurutnya, keberadaan posyandu tersebut menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.
“Seluruh posyandu berjalan aktif dan rutin memberikan pelayanan, mulai dari penimbangan balita, imunisasi, hingga konsultasi kesehatan,” ujarnya.
Tingginya tingkat kehadiran warga dalam kegiatan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.

Para ibu tidak hanya mengikuti penimbangan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan kader kesehatan terkait kondisi anak mereka, maupun perkembangan usia kehamilan.
Salah satu posyandu yang menjadi perhatian adalah Posyandu Kemuning 8, yang saat ini tercatat melayani 83 balita dan 7 ibu hamil berdasarkan data terbaru. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya cakupan layanan yang terus diupayakan agar berjalan optimal.
Dalam mendukung peningkatan gizi anak, dan kesehatan ibu hamil, Pemerintah Desa Sukadamai secara konsisten menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di setiap kegiatan posyandu.
Bantuan tersebut disesuaikan dengan jumlah balita dan ibu hamil, termasuk pemberian susu tambahan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus terkait kondisi gizinya.
Meskipun demikian, masih ditemukan kasus stunting, dan ibu hamil KEK, Hj. Dedeh menegaskan bahwa jumlahnya relatif kecil dan menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kemudian Ia menyebutkan bahwa sejumlah anak yang sebelumnya mengalami gangguan pertumbuhan kini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah mendapatkan intervensi makanan tambahan yang tepat.
“Perbaikan kondisi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kader, pemerintah desa, dan masyarakat berjalan cukup baik,”tegasnya.
MBG Belum Hadir di Desa Sukadamai
Ketika disinggung kehadiran Makan Bergizi Gratis (MBG) Hj Dedeh mengungkapkan sampai saat ini program MBG belum masuk dan belum hadir di seluruh posyandu di desa Sukadamai. Namun demikia, pihak desa telah mulai menerima informasi awal mengenai pelaksanaannya dan berharap program tersebut dapat segera direalisasikan secara merata.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kecamatan Dramaga, Hj. Lilis R. Sumaryo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima arahan untuk melaksanakan pelayanan posyandu secara serentak di seluruh wilayah.
Posyandu Berbasis 6 SPM
Untuk tahap awal, kegiatan tersebut baru diterapkan di dua desa, yakni Desa Sukadamai dan Desa Sinarsari.Lalu
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini posyandu telah bertransformasi menjadi layanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Transformasi ini memperluas cakupan layanan posyandu, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup sektor pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban masyarakat, serta perumahan.
“Posyandu kini menjadi pusat pelayanan terpadu bagi masyarakat. Meski masih dalam tahap sosialisasi, kami optimis ke depan layanan ini akan semakin optimal,” tegasnya.
Terkait program MBG, ia mengingatkan kepada para penyedia layanan agar tetap menjaga kualitas makanan yang diberikan. Menurutnya, menu yang disajikan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi balita dan ibu menyusui, serta dipastikan dalam kondisi layak konsumsi.
“Melalui momentum Hari Posyandu Nasional ini, kami harapkan peran posyandu semakin diperkuat sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat,” Imbuhnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi balita, serta memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
“Meskipun baru tahap sosialisasi program enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu ke depan bisa berjalan secara optimal,” pungkas Lilis R Sumaryo.***



