JAKARTA, KORAN INDONESIA – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Marinus Gea menyampaikan bahwa kehadiran Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, merupakan bentuk nyata komitmen PDIP dalam menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, khususnya di wilayah-wilayah yang hanya dapat diakses melalui jalur laut.
Menurut Marinus, Kapal Malahayati dipersembahkan untuk rakyat oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai jawaban atas tantangan keterbatasan akses pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
“Kapal Malahayati ini dipersembahkan untuk rakyat oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Kapal ini hadir untuk menjawab tantangan keterbatasan akses layanan kesehatan masyarakat,” ujar Marinus dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Marinus mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat Tapanuli Tengah yang memanfaatkan layanan kesehatan sejak hari pertama kapal bersandar. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan gratis yang disediakan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kita melihat langsung bahwa pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan, terutama oleh masyarakat yang belum mampu atau belum terjangkau oleh layanan kesehatan negara,” ungkapnya.
Marinus menambahkan, Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati sebelumnya telah melayani masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh yang terdampak bencana alam pada akhir 2025. Pengalaman tersebut disebut menjadi bekal penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di Tapanuli Tengah.
Kapal Malahayati dijadwalkan berada di Tapanuli Tengah hingga 24 Januari sebelum melanjutkan pelayanan ke wilayah Jawa.
Selama beroperasi, kapal menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, layanan dokter, operasi ringan, serta sistem rujukan ke rumah sakit terdekat bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Dengan peralatan medis yang memadai untuk pelayanan kesehatan dasar dan operasi kecil, Kapal RS Apung Laksamana Malahayati diharapkan terus menjadi solusi nyata bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau layanan kesehatan.***
Baca juga: PDIP Soroti Kesenjangan Gaji Guru dan Pegawai SPPG: Masa Lebih Besar yang Antar daripada Ngajar?



