BREAKING NEWS ! Dramaga Dikepung Banjir dan Longsor Saat Hujan Deras Selama 5 Jam, Tidak Ada Korban Dalam Peristiwa Itu, Kerugian Ditaksir Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Hujan deras di kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor yang terjadi sekitar pukul 14.00 – 19.00 WIB pada Senin, 04/05/2036, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah titik. Rumah ibadah, gedung sekolah dan rumah warga terdampak.

“Hujan deras dengan intensitas deras mengakibatkan banjir dibeberapa titik yaitu di komplek DKR dan Puskesmas Ciherang, Masjid Nurul Yasin di desa Dramaga, SDN Sinarsari 2 dan rumah warga di gang prihatin desa Neglasari,” ungkap Atep S Sumaryo, Camat Dramaga.

Selain banjir, hujan deras yang cukup panjang juga mengakibatkan longsor di beberapa titik, yakni longsor di belakang sekolah dasar (SDN) Situ kaum desa Ciherang, dan badan rumah warga ambruk diterjang tanah longsor di Kp Situ Ciranji desa Sinarsari.

Titik longsor di belakang SDN Situ Kaum Ciherang, sedang ditutup terpal oleh petugas, untuk menghindari terjadinya longsor susulan/Asof/Koran Indonesia//

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas BPBD Kabupaten Bogor dan kami dari Kecamatan saat ini dibagi 3 team melakukan monitoring di lapangan, selain melakukan pendataan, dan melakukan penanganan darurat, memasang terpal di lokasi – lokasi longsor, untuk mencegah longsor makin meluas,” tegasnya

Kemudian Atep menegaskan, yang sudah ada laporan adanya kejadian banjir dan longsor yaitu dari desa Dramaga, Ciherang, Sinarsari, Sukawening, Sukadamai, Purwasari, Neglasari dan desa Petir, sementara dua desa lain yakni Babakan dan Cikarawang belum ada laporan.

“Berdasarkan laporan yang sudah masuk di desa Sukawening, Sukadamai, Purwasari, Petir dan Neglasari terjadi longsor dan rumah ambruk,” ucapnya.

Banjir dan longsor itu memang saat hujan deras, namun jika masyarakatnya disiplin tidak membuang sampah sembarangan, mungkin tidak akan terjadi banjir, karena aliran air lancar tidak tersumbat. Hal itu menjadi bukti kesadaran masyarakat masih rendah, ketika melihat tumpukan sampah yang tertahan dekat masjid Nurul Yasin, sangat luar biasa.

Kondisi banjir di SDN Sinarsari 2, air setinggi 30 centimeter merendam semua ruangan kelas dan guru/Asof/Koran Indonesia//

“Tumpukan sampah itu dari mulai potongan kayu yang besar, potongan bambu hingga sampah plastik dan sterepom bekas makanan itu menyumbat aliran air, alhasil jadinbanjir,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat jangan membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya. Kemudian yang tahu kondisi rumah itu adalah pemilik rumah, ketika melihat cuaca tidak bagus sebaiknya mengungsi ke rumah tetangga atau saudara yang lebih aman.

Sementara itu, kepala sekolah SDN Situ Kaum, Siti Juhaeriyah mengatakan saat terjadi longsor, murid sekolah semua sudah pulang, namun dirinya bersama para guru sedang ada kegiatan, ketika hujan deras pihaknya tengah berdiskusi tiba – tiba tebing setinggi 5 meter, dan luas 5 meter tiba – tiba ambruk dan material tanah longsor nambrak badan gedung sekolah.

Beruntung tembok sekolah tidak sampai ambrol, namun demikian akibat longsor ini jelas jadi mengkhawatirkan, pasalnya lorong belakang sekolah itu sering dipakai main anak – anak. “Kami berharap dari dinas segera melakukan tindakan, membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) secepatnya, karena kami khawatir dan was – was adanya longsor susulan,”katanya.

Hal senada disampaikan kepala SDN Sinarsari 2 N.Fanny yang saat hujan deras semua ruang kelas, ruang guru terendam banjir setinggi 30 centimeter.

“Iya banjirnya tinggi banget, air itu datangnya dari atas, kan di atas itu ada saluran drainase dari komplek Perumahan Alam Sinarsari, nah airnya itu seolah tumpah ke sekolah ini,” ucapnya.

Kondisi tumpukan sampah di dekat majelis Nurul Yasin, mengakibatkan sungai Cibeureum meluap/Asof/Koran Indonesia//

Banjir juga merendam majelis Nurul Yasin setinggi 30 centimeter, itu akibat meluapnya sungai Cibeureum, hal itu diungkapkan penjaga majelis, Sakim.

“Terendamnya majelis Nurul Yasin akibat meluapnya sungai Cibeureum, meskipun sudah dibangun TPT karena debit air yang cukup banyak, sehingga air melimpas TPT dan akhirnya majelis terendam,” katanya.

Terpisah, Ketua RT Kp Ciranji, Pak Ali mengatakan bahwa salah satu rumah warga di wilayahnya yakni rumah Bu Ema Maemunah (1 KK 4 jiwa) tembok rumahnya jebol akibat diterjang tanah longsor.

“Kami bersama warga lainnya melakukan pertolongan dengan mengevakuasi material longsoran dari dalam rumah, dan memasang terpal menutup longsoran yang di bawa rombongan pak Camat. Sementara ibu Ema dan keluarganya diungsikan ke tempat saudaranya,” kata Ali.

Dilaporkan pula kejadian banjir terjadi menimpa puluhan warga di gang prihatin desa Neglasari, banjir merendam rumah warga setinggi 30 centimeter, dan banjir tersebut merupakan yang kedua kali.

Peristiwa banjir di gang prihatin diduga saluran air tertutup akibat pembangunan perumahan bersubsidi di daerah tersebut.***

Scroll to Top