BOGOR, KORAN INDONESIA – Satuan Pelayanan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Tamansari Sukamantri 2 di bawah Yayasan Mutiara Keraton Solo yang beralamat di Jalan Kp Nyalindung No 1 Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang cukup baik, dan patut menjadi percontohan untuk pemilik dapur SPPG-MBG lain.
IPAL Dapur SPPG-MBG apabila dikelola dengan benar, tidak akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan, tetapi jika dikelola dengan benar akan menghasilkan pupuk organik yang bagus untuk semua jenis tanaman dan juga memiliki nilai ekonomis.
Pemilik dapur SPPG-MBG Tamansari Sukamantri 2, Jimmy Hantu mengatakan kepada Koran Indonesia.net bahwa IPAL itu harus dikelola dengan serius dan benar, agar tidak menimbulkan masalah di lingkungan masyarakat. IPAL itu pada dasarnya berasal dari limbah organik seperti cucian sayuran, daging dan lain – lain, jika diproses dengan benar dan dikembalikan lagi ke tanah, maka akan menjadi pupuk organik yang baik untuk tanaman.
“IPAL itu jangan berbentuk septic tank, lama kelamaan akan menimbulkan bau, Ipal itu harusnya dibuat bentuk kotak – kotak ukuran 1 x 1 m ke dalaman 1 meter secara berderet maksimal 4 sampai 5 kotak lalu air limbah itu sebelum dialirkan ke kotak penampungan akhir dibuat penyaringan,” kata Jimmy Hantu Senin, 04/05/2026.

Lalu lanjut dia, air limbah itu masuk ke dalam kotak – kotak yang telah disiapkan, dan aliran airnya dipompa ke lahan pertanian seperti jagung dan sayur mayur lainnya, karena air limbah Ipal itu sendiri mengandung nutrisi yang baik untuk akar tanaman.
Endapan Limbah dapur SPPG-MBG Menjadi Pupuk Organik
Aliran limbah yang dimasukkan ke dalam kotak -kotak yang sudah disiapkan sebelumnya, menghasilkan endapan lumpur limbah organik, lalu lumpur itu diangkat dan ditiriskan, agar kadar airnya berkurang.
“Kemudian kami memanfaatkan endapan Limbah itu dijadikan pupuk organik untuk tanaman jagung, talas dan sayur mayur dan berbagai tanaman lainnya, alhasil tanaman menjadi subur tanpa pupuk kimia / pestisida sedikitpun,” tegasnya.
Lubang Biopori
Dalam kesempatan itu Ia pun menjelaskan, sisa makanan (sayuran,ikan,daging dan lain – lain) dimasukan ke dalam tong plastik yang bagian bawahnya dibuat bolong berlubang, tujuannya agar ketika limbah organik itu sudah membusuk dan terurai di dalam tanah, dapat diserap oleh akar tumbuhan.
“Lubang biopori itu dibuat di dekat tanaman seperti kelapa, alpukat, durian, mangga dan lain – lain, sehingga akar tumbuhan itu, makanannya dari limbah organik yang sudah terurai di dalam tanah. Lihat saja semua tanaman jadi subur, buah kelapa juga jadi lebat – lebat,” ujarnya.

Selanjutnya Ia menganalogikan 1 dapur dengan 3.000 porsi maka limbah yang dihasilkan dari dapur itu cukup untuk memupuk tanaman seluas 1 hektar.
BGN Harus Punya Integritas
Selanjutnya Ia menegaskan jangan memiliki dapur SPPG-MBG limbahnya mengganggu lingkungan sekitar, kalau Ipal dapurnya gak beres Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutupnya.
“BGN harus punya integritas, bangsa ini harus punya integritas jika dapur SPPG-MBG Ipalnya gak beres, menimbulkan masalah lingkungan di tengah masyarakat, BGN tegas saja, tutup itu dapurnya,” tegas Jimmy Hantu.
Negara ini meluncurkan program yang cukup baik, jangan sampai programnya baik, jadi tidak baik lantaran limbahnya tidak dikelola dengan baik, ya kalau mau baik, baik semuanya.
Oleh karena itu, Ia mengimbau bagi para pemilik dapur SPPG-MBG, untuk berbuat baik untuk negeri ini, jangan sampai punya dapur dan memiliki keuntungan besar, lalu bikin masalah untuk tetangga dan masyarakat sekitar.
“Mari kita berbuat baik untuk negeri ini, jangan sampai usaha yang kita jalankan membuat masalah bagi tetangga dan masyarakat sekitar, No,” ucapnya.
Panen Jagung Manis
Lalu Jimmy juga menjelaskan limbah dapur SPPG-MBG menjadi pupuk organik untuk tanaman jagung seluas ribuan meter, menghasilkan kualitas jagung yang sangat baik, daunnya subur dan jagung yang dihasilkan juga kualitasnya cukup bagus, butiran jagung besar dan rasanya sangat manis.

Dan hari ini sudah memasuki masa panen, biasanya usia jagung lanjut Jimmy dari sejak masa tanam hingga panen itu butuh waktu sekitar 3 bulanan, namun dengan pupuk organik yang cukup butuh waktu kurang dari 3 bulan sudah bisa dipanen.
“Panen hari ini kita melibatkan anak – anak TK Mutiara hati, tujuannya untuk mengedukasi anak – anak, agar mengenal bagaimana cara mengolah limbah jadi pupuk, dan bagaimana cara memberi pupuk agar tanaman jadi subur dan menghasilkan buah yang baik sejak dini, sehingga diharapkan mereka mengetahui ilmu tentang pertanian sejak dini,” Imbuhnya.
Salah satu murid TK Mutiara hati, Arsad mengaku senang mengikuti panen jagung di kebun pak Jimmy Hantu bersama guru dan teman – temannya.
“Kita senang banget ikut panen jagung dikebun ini, jagungnya besar – besar dan rasanya manis,” ujar Arsad sambil ngunyah jagung yang baru dipetiknya.**”



