Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak di Wilayah Kecamatan Dramaga Bogor Terkendala Barcode Alamat Penerima RTRW Tidak Lengkap !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Penyaluran bantuan pangan (Bapang) beras dan minyak goreng untuk periode Februari – Maret 2026 di sepuluh desa di wilayah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor yang berlangsung sejak Senin, 01 Juni hingga Sabtu, 06 Juni 2026 belum semuanya tuntas, para petugas salur terkendala alamat penerima sesuai dengan Barcode yang diterima dari Perum Bulog tidak dilengkapi RTRW yang jelas.

Hal tersebut di ketahui Koran Indonesia.net saat monitoring penyaluran bantuan pangan di wilayah desa Petir, yang sampai hari Senin, 08 Juni 2026 beras dan minyak belum seluruhnya tersalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Diketahui, jumlah penerima manfaat bantuan pangan beras dan minyak goreng di wilayah Kecamatan Dramaga rata – rata naik 80 persen tiap desa, bahkan ada yang kenaikannya cukup signifikan di atas 100 persen dari data penerima sebelumnya.

Data barcode yang alamat RTRW tidak lengkap/Asof/koran Indonesia//

Jumlah Data KPM dari 10 Desa di Dramaga

1. Desa Babakan 474 + 393 = 867 KPM (84%).
2. Desa Ciherang 1.667 + 767 = 2.434 KPM ( 46%).
3. Desa Cikarawang 623 + 187 = 810 KPM (30%).
4. Desa Dramaga 786 + 904 = 1.693 KPM (115%).
5. Desa Neglasari 861 + 340 = 1.230 KPM (38%).
6. Desa Petir 1.044 + 1.172 = 2.216 KPM (112%).
7. Desa Purwasari 607 + 580 = 1.187 KPM (96%).
8. Desa Sinarsari 603 + 661 = 1.264 KPM (110%).
9. Desa Sukadamai 761 + 633 = 1.394 KPM (83%).
10. Desa Sukawening 712 + 634 = 1.346 KPM (89%).

Sekretaris desa Petir, Puput mengaku proses pelaksanaan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak hingga Senin, 08 Juni 2026 belum tuntas terkendala dengan lembaran barcode penerima manfaat alamatnya tidak lengkap.

“Kami kesulitan membagikan bantuan pangan ini ke masyarakat penerima, karena barcode alamatnya tidak lengkap, di lembaran data yang kami terima tertulis RT 00 RW 00. Dan yang demikian itu jumlahnya ratusan,” katanya.

Selain itu, ada beberapa nama penerima manfaat Nomor Induk Kependudukan (NIK) kembar, sama persis, hal itu yang menghambat dan kendala di lapangan proses penyaluran bantuan pangan ini.

Beras yang belum tersalurkan dampak dari alamat RTRW tidak jelas/Asof/koran Indonesia//

Menurut dia, mungkin yang mengalami kendala seperti ini bukan hanya di desa Petir, tetapi di desa – desa lain juga mungkin mengalami hal yang sama. Ini menjadi kerjaan dua kali dan menjadi kendala dalam proses penyaluran bapang.

Solusi Kendala Penyaluran Bapang.

Kemudian Puput mengungkapkan, untuk mengetahui alamat pasti penerima manfaat tersebut, pihaknya melakukan pengecekan data satu persatu melalui aplikasi Japati dan Siks-NG.

“Kami mencocokkan data alat penerima yang tidak lengkap tersebut satu persatu melalui aplikasi Japati dan Siks-NG, Dan itu bukan pekerjaan mudah, perlu ketelitian dan waktu yang cukup melelahkan,” ujarnya.

Selanjutnya Ia menegaskan data yang tidak lengkap alamatnya tersebut, Alhamdulillah sudah diketahui semua, dan mungkin penyaluran akan dituntaskan secepatnya hari ini, selambatnya sampai besok Selasa, 09 Juni 2026.

Penyaluran bantuan pangan ini tentunya berlanjut pada periode berikutnya, oleh karena itu, pihaknya berharap agar barcode alamat RT RW yang tidak lengkap, pada penyaluran yang akan datang data penerima manfaat sudah lengkap.

“Kami harapkan data yang kami terima pada penyaluran berikutnya alamat RTRW nya sudah lengkap, untuk mempermudah dan mempercepat proses penyaluran bantuan pangan ke masyarakat,” pungkasnya.***

Scroll to Top