BOGOR, KORAN INDONESIA – Peringatan hari lingkungan hidup sedunia dan rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Pemerintah Kabupaten Bogor secara serempak di 40 Kecamatan, termasuk di Kecamatan Dramaga melaksanakan bersih lingkungan secara gotong royong pada Jumat, 05/06/2026.
Pelaksanaan kerjabakti secara gotong royong di Kecamatan Dramaga dipusatkan di bantaran aliran sungai Ciapus, Kp Ciherang Pentas, Desa Ciherang. Ada sekitar 250 orang personil yang diterjunkan terdiri dari unsur pemerintah Kecamatan Dramaga, perwakilan masyarakat dari 10 desa, TNI/Polri, UPT Pendidikan, UPT Pengairan, UPT DLH, UPT jalan dan jembatan, UPT Kesehatan, TP PKK Kecamatan dan desa, IPSM serta Linmas desa.
Target Pembersihan Sampah
Panjang bantaran dan aliran sungai Ciapus yang dibersihkan sampahnya sekitar 500 meter dibagi dalam 10 spot disesuaikan dengan jumlah desa di Dramaga. Setiap spot desa kebagian panjang 50 meter untuk membersihkan sampah yang dimasukkan ke dalam karung.

Sekcam Dramaga, Ine Handayani nyemplung ke sungai bersihkan sampah yang tersangkut di dahan pohon/Asof/Koran Indonesia//
Ketua Tim pelaksana kegiatan bersihkan bantaran aliran sungai Ciapus, Ine Handayani mengatakan kegiatan hari ini sesuai instruksi dan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia dan dalam rangkaian HJB ke 544, pihaknya melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan sampah di bantaran dan aliran sungai Ciapus desa Ciherang.
Sampah Rumah Tangga Dominasi Sungai Ciapus
Melihat realita di lapangan sampah yang ada di bantaran dan aliran sungai Ciapus terdiri dari berbagai macam sampah, namun sampah rumah tangga lebih banyak mendominasi, melihat fakta seperti itu Ine mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah rumah tangga di bantaran apalagi ke dalam aliran sungai Ciapus.
“Kami dengan tegas mengimbau masyarakat desa Ciherang khususnya yang ada di bantaran sungai Ciapus atau masyarakat yang dekat bantaran – bantaran sungai yang ada di wilayah Kecamatan Dramaga dimanapun, untuk tidak membuang sampah ke bantaran apalagi ke dalam sungai, karena akan mengakibatkan sungai menjadi kotor, kumuh, dan dapat menyumbat aliran sungai yang berpotensi mengakibatkan banjir,” Imbuhnya.
Pengelolaan Sampah di Desa
Pemerintah daerah lanjut Ine, melalui bantuan keuangan infrastruktur tahun ini ada anggaran untuk pengelolaan sampah di desa, oleh karena itu diharapkan program ini bisa berjalan lancar dengan melibatkan masyarakat secara luas.

“Sampah itu dikelola mulai dari rumah tangga, kalau selama ini sampah rumah tangga itu secara kuantitas langsung dibuang, mulai saat ini masyarakat harus mulai disiplin, sampah itu dipilah dan dipisah antara sampah organik dan non organik,” ujarnya.
Sampah itu kata Ine jika diperlakukan dengan bijak bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis, sampah organik bisa dijadikan kompos, bisa menghasilkan maggot, bisa juga menghasilkan pupuk organik, pakan ternak dan lain – lain.
“Kami berharap program tersebut bisa berjalan dengan baik di tiap desa, sebagai pilot projek fokus dahulu di satu wilayah RW, agar pelaksanaan dan pengawasannya bisa lebih mudah,”ucapnya.
Pihaknya juga berharap kegiatan seremoni ini bisa menjadi pemantik masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya bantaran dan aliran sungai Ciapus, agar masyarakat bisa melaksanakan bersih – bersih secara berkesinambungan dan berkelanjutan.
Terpisah di lokasi yang sama Kepala desa Ciherang, Suherwin SH sebagai tuan rumah pelaksanaan peringatan hari lingkungan hidup sedunia mengatakan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di desa Ciherang.
“Alhamdulillah kegiatan kerja bakti gotong royong membersihkan sampah di bantaran dan aliran sungai Ciliwung sudah berjalan lancar, berkat kerja kolaborasi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Ketika disinggung sampah rumah tangga yang mendominasi bantaran sungai Ciapus, Ia tidak menampik, karena memang kesadaran masyarakatnya masih kurang, untuk menjaga kebersihan lingkungan, namun ia menegaskan sampah sampah yang tersangkut di bebatuan maupun ranting bambu berupa plastik dan kain – kain yang terbawa arus saat sungai itu meluap, sampah tersebut diduga bukan berasal dari warganya, melainkan sampah kiriman dari hulu sungai.
“Kami mengimbau sekaligus meminta ke masyarakat stop membuang sampah ke bantaran dan aliran sungai Ciapus. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat pembersihan sampah di sungai Ciapus hari ini,” pungkasnya.***



