Jalan Ciherang Rusak Parah Dikeluhkan Warga, Kapan Dibangun ? Ini Penjelasan Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Hasani ST

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Jalan rusak parah di kawasan desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor banyak dikeluhkan warga. Selain menghambat juga mengakibatkan banyaknya kecelakaan lalu lintas, khususnya pemotor, banyak yang terjatuh akibat jalan hancur penuh lubang.

Diketahui, jalan rusak parah di kawasan Ciherang tersebut memiliki panjang sekitar 1, 2 kilometer, rusaknya jalan sudah menahun diduga aspal jalan yang kurang baik ditambah tidak adanya saluran air di kedua sisi jalan, sehingga ketika di musim penghujan air selokan mengalir di atas permukaan aspal jalan.

Jalan Ciherang yang rusak parah tersebut merupakan akses jalan penghubung orang, barang dan jasa serta menjadi jalan penghubung antar desa antar kecamatan. Selain itu juga merupakan jalur distribusi hasil pertanian.

Kerusakan parah jalan Ciherang sempat viral di media sosial, kunjungan demi kunjungan baik dari dinas maupun anggota dewan sudah sering datang ke lokasi, namun warga mempertanyakan kapan progres pembangunan jalan tersebut akan dilaksanakan?

Pengurugan jalan dan demo warga

Penantian yang cukup panjang, jalan rusak belum ada tanda – tanda akan diperbaiki, kesabaran warga masyarakat sampai pada titik nadir, warga akhirnya melakukan aksi demo, menuntut Pemerintah Kabupaten Bogor segera membangun jalan Ciherang yang rusak parah.

Merasa aksinya tidak kunjung di dengar akhirnya warga mengambil inisiatif secara bergotong royong, dan swadaya melakukan pengurugan jalan yang rusak dan berlubang dengan batu makadam, tujuannya agar permukaan jalan sedikit lebih rata, dan tidak terlalu berbahaya bagi warga pengendara roda dua.

Tanggapan Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor

Anggota Dewan dapil IV, Sekretaris komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H Hasani ST saat dikonfirmasi Koran Indonesia terkait jalan rusak di Ciherang di saat acara reses dewan yang berlangsung di desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya mengatakan bahwa pembangunan jalan Ciherang akan dilaksanakan di tahun 2026 ini.

“Anggarannya sudah ada, akan dibangun betonisasi, karena betonisasi anggarannya mahal, maka pembangunannya secara bertahap, tahap pertama panjangnya sekitar 500 meter yang akan dibangun,” tegasnya.

Lalu kata dia seandainya dipaksakan dengan anggaran yang ada menggunakan aspal, memang secara kuantitas panjang jalan yang rusak itu mungkin bisa langsung diperbaiki, namun jika menggunakan aspal kekuatannya tidak akan lama, akan cepat rusak kembali, apalagi di kedua sisi jalan itu belum dilengkapi saluran drainase.

Hal itu diakuinya bahwa dirinya telah berkomunikasi secara langsung dengan pihak UPT Jalan dan Jembatan Ciomas yang lokasinya ada di Dramaga.

“Jalan itu diperbaiki di tahun ini, anggarannya sudah ada, dibangun dengan betonisasi dengan volume panjang sekitar 300 – 500 meter itu sudah ada di APBD murni, dan insya Allah dianggaran perubahan bisa tambah lagi 500 meter. Kami berharap warga Ciherang bisa terima pembangunan betonisasi secara bertahap, tapi kualitas tahan lama, daripada aspal yang cepat rusak,” pungkas Hasani ST.***

Scroll to Top