BOGOR, KORAN INDONESIA – Kemarau panjang yang melanda kawasan Bogor hampir dua bulan terakhir berdampak kekeringan pada lahan pertanian milik para petani di desa Gunung Malang dan Gunung mulia, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Tidak adanya hujan mengakibatkan pasokan air irigasi menjadi kering, dan berpotensi gagal tanam dan gagal panen.
“Kami para petani di dua desa ini di musim kemarau kesulitan air untuk lahan pertanian, karena debit air berkurang, pada saat musim penghujan pun pasokan air irigasi ini banyak kendala, karena tembok saluran irigasi sudah banyak yang rusak, apalagi di musim kemarau seperti saat ini sangat susah sekali air untuk mengairi sawah,” ungkap Tata Sukarta, petani desa gunung malang yang juga Ketua KTNA Kabupaten Bogor pada Selasa, 14/07/2026.
Selanjutnya, Tata juga mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan ketahanan pangan para petani itu butuh air, bibit unggul dan pupuk, upah tenaga kerja dan pasar, nah saat ini dimusim kemarau para petani sangat kesulitan air untuk kebutuhan tanaman di lahan pertanian seluas 700 hektar di dua desa.

“Dari 700 hektar lahan pertanian yang ada sekitar 60% atau seluas 420 hektar terancam kekeringan,” ujarnya.
Hasil panen pertanian di dua desa ini setiap harinya mensuplay pasar – pasar induk diantaranya pasar TU di Kemang Bogor, Pasar Tanah Tinggi di Tangerang, pasar Kebayoran lama dan Kebayoran Baru Jakarta, serta pasar Cibitung Kabupaten Bekasi, dampak dari kemarau panjang produktivitas pertanian di desa ini mulai berkurang, sehingga pasokan ke pasar pasar itu juga berkurang.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui anggota dewan yang saat ini melaksanakan reses, turut memberikan perhatian membantu para petani yang saat ini kesulitan air, bagaimana caranya saluran irigasi yang rusak bisa diperbaiki, sehingga meskipun debit air berkurang, namun masih bisa tetap mengalir untuk mengairi lahan pertanian di dua desa ini,” Imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H Hasani ST saat ditemui disela acara Reses yang berlangsung di salah satu sekolah di desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya mengatakan bahwa musim kemarau yang berpotensi kekeringan hampir di semua wilayah di Kabupaten Bogor, termasuk di desa Gunung Malang Kecamatan Tenjolaya ini.
Selanjutnya Ia mengungkapkan bahwa semua kegiatan pembangunan di tahun 2026 ini belum ada yang dilaksanakan, tetapi semuanya sedang dalam proses di dinas. Untuk jaringan irigasi dan jalan usaha tani itu sudah ada dan terdaftar di dinas terkait.
“Khusus untuk saluran irigasi di kecamatan Tenjolaya sudah ada jaringan Spam dari Curug Hiji, tinggal menunggu jaringan pipanisasi ke masyarakat, Insya Allah tahun ini jaringannya akan dibangun, saat ini masih dalam proses pemberkasan lelang di dinas, sementara Bendungan Saluran Air Bersih (SAB) sudah dibangun,”tegasnya.
Menurut Hasani Kecamatan Tenjolaya meskipun wilayahnya pegunungan tetapi pada musim kemarau seperti saat ini sulit air, oleh karena itu ke depan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian penduduk menjadi progres untuk dibangun, manakala tembok atau tanah irigasi ada yang ambruk ketika banjir pada musim hujan lalu.
“Sudah pasti dengan kesulitannya air untuk mengairi lahan pertanian maka berpotensi gagal tanam dan gagal panen, kalau seperti itu para petani sudah pasti akan mengalami kerugian, dan berpengaruh kepada perekonomian warga juga,”ucapnya.
Selanjutnya Politisi Fraksi PPP menegaskan sebagai anggota DPRD dapil IV Kabupaten Bogor dari komisi III yang membidangi Infrastruktur berkomitmen akan terus memperjuangkan pembangunan irigasi tersier dan jalan usaha tani.
“Kami berkomitmen untuk masyarakat kecamatan Tenjolaya, dana aspirasi saya akan diberikan untuk pembangunan jalan usaha tani dan pembangunan saluran irigasi tersier, namun karena ini baru bulan Juli di dinasnyapun ini baru berproses pemberkasan lelang,” Pungkasnya.***



