JAKARTA, KORAN INDONESIA – The 8th International Conference of Jabodetabek Study Forum (JSF) 2026 resmi kembali digelar IPB University setelah absen sejak 2018 akibat pandemi Covid – 19. Forum tersebut berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J Habibie, BRIN Thamrin, Jakarta Pusat pada 23-24 Juli 2026.
Secara resmi The 8th International Conference of Jabodetabek Study Forum (JSF) 2026 dibuka Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Selamat dengan mengangkat tema ‘Towards Resilient and Sustainable Mega-Urbanisation in the Global South’.
Konferensi internasional ini dihadiri akademisi, peneliti, pemerintah, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan dari sekitar 12 negara untuk mencari solusi atas tantangan pembangunan metropolitan di negara-negara berkembang.
Ketua Panitia Dr. Setyardi Pratika Mulya dalam keterangannya kepada Koran Indonesia Sabtu, 25 Juli 2026 menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang presentasi hasil penelitian, melainkan ruang kolaborasi lintas disiplin untuk merumuskan solusi berbasis bukti ilmiah bagi berbagai persoalan perkotaan.
Menurutnya, tantangan seperti urban sprawl, ketimpangan sosial, mobilitas perkotaan, degradasi lingkungan, hingga integrasi tata ruang membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
Konferensi yang diselenggarakan oleh IPB University bersama BRIN, ITB, dan Kyoto University ini menghadirkan 88 peserta luring dan 54 peserta daring dengan dukungan 40 anggota panitia.
Para peserta berasal dari Indonesia, Jepang, Republik Ceko, Belanda, Amerika Serikat, Tiongkok, Filipina, Malaysia, Irlandia, Timor-Leste, Zimbabwe, dan Kenya. Kehadiran peserta internasional tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian dunia terhadap isu pembangunan metropolitan di kawasan Global South.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari keynote lecture, distinguished lecture, special session, parallel session, hingga kunjungan lapangan ke Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Kampung Aquarium di Jakarta Utara. Dan kegiatan tersebut dirancang untuk menghubungkan hasil riset akademik dengan praktik nyata pembangunan kawasan metropolitan.
Berkontribusi pada SDGs 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan dan SDGs 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan.
Pihaknya berharap konferensi ini dapat menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas internasional, memperkuat jejaring riset global, serta melahirkan rekomendasi kebijakan yang mampu mendorong pembangunan metropolitan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, sponsor, editor jurnal, BRIN sebagai tuan rumah, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi internasional ini. Dan kami menyampaikan terima kasih kepada BRIN, ITB, Kyoto University dan juga support Program pendanaan EQUITY DAPT (LPDP), para sponsor dan P4W IPB University,”Pungkasnya.***



