Dospulkam IPB University Bersinergi dengan Bondalem Eco Dive Kembangkan Inovasi Terumbu Buatan Substrat Semen & Tumbuhkan Wisata Bahari di Pantai Buleleng Bali

Bagikan

KORAN INDONESIA – Tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University bersama Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali belum lama ini.

Kegiatan sosialisasi tersebut, merupakan pengenalan inovasi terumbu buatan berbahan substrat semen sebagai media pembentukan koloni biota sesil dan biota kriptik. Hal itu sekaligus menjawab tantangan ekologis di perairan atau pantai Desa Bondalem.

Dr. Ir. Nyoman Metta N. Natih, M.Si. dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University dalam keterangannya kepada Koran Indonesia mengatakan bahwa berdasarkan riset ilmiah, zona konservasi (KKPD) Bondalem memiliki tutupan karang hidup yang cukup baik (mencapai >60%), area pesisir luarnya didominasi substrat berpasir (sandy bottom) dan pecahan karang (rubble) yang tidak stabil.

Selain itu lanjut Dr Nyoman, ditambah dengan adanya ancaman arus serta
limpasan sedimentasi dari darat saat musim hujan, larva karang alami (planula) sulit menempel secara mandiri, yang pada akhirnya membatasi ruang perlindungan bagi biota kriptik dan biota sesil.

“Kami melakukan itu tujuannya untuk menjaga fungsi ekologis, pemulihan kawasan melalui modul terumbu buatan ini menyimpan potensi besar dalam menggairahkan sektor ecotourism di Bali Utara,”Kata Dr Nyoman Senin, 14/09/2026

Menurutnya, penempatan struktur terumbu buatan berbahan semen di area berpasir akan menciptakan titik penyelaman (dive site) buatan baru yang unik. Hal ini tidak hanya membuka spot atraksi bawah laut baru untuk memikat wisatawan/penyelam domestik maupun mancanegara, tetapi juga efektif memecah konsentrasi wisatawan (diver stress) agar tidak menumpuk dan merusak area karang alami yang sensitif.

Pihaknya melakukan kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 25 anggota kelompok masyarakat lokal yang antusias menyimak pemaparan mengenai pemulihan ekosistem laut yang disampaikan Tim Dospulkam
IPB University terdiri dari :
1. Dr. Ir. Nyoman Metta N. Natih, M.Si (Ketua Tim).
2. Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si.,
3. Nadya Cakasana, S.Kel., M.Si.,
4. Dr. Inna Puspa Ayu, S.Pi., M.Si.

Dospulkam IPB Sinergi dengan Bondalem Eco Dive

Kemudian Dr Nyoman mengungkapkan dalam pelestarian ekosistem pesisir, IPB University melalui program
Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) bersinergi dan berkolaborasi dengan Bondalem Eco Dive sebagai mitra. Dan Bondalem Eco Dive sebuah komunitas masyarakat yang aktif bergerak dalam kegiatan konservasi terumbu karang dan wisata bahari di Desa Bondalem, Buleleng, Bali.

Menurut dia, Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi tepat guna terkait pemanfaatan terumbu buatan berbahan substrat semen.

“Langkah ini kami harapkan dapat melengkapi pemahaman masyarakat yang sebelumnya fokus pada transplantasi karang biasa, menjadi lebih berdaya dalam mengelola media berstruktur khusus (crypto) yang terbukti efektif memicu kolonisasi biota laut, mempercepat pemulihan habitat dasar laut, serta memperkuat kemandirian kelompok lokal
dalam menjaga kelestarian perairan mereka secara berkelanjutan,”ujarnya.

Tujuan DOSPULKAM 2026

Sosialisasi pembuatan terumbu karang buatan tujuannya untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan tingkat adopsi inovasi para kelompok masyarakat pesisir, khususnya dalam pemulihan ekosistem terumbu karang.

“Kami berharap melalui pemanfaatan substrat semen sebagai media terumbu buatan, perairan lokal tidak hanya memiliki struktur habitat yang lebih stabil dan kompleks, tetapi juga mempunyai keanekaragaman biota laut serta nilai tambah ekotourism yang lebih baik,” tegasnya.

Selanjutnya Dr Nyoman menyebut, Inovasi terumbu buatan substrat semen yang diperkenalkan dalam kegiatan ini bukan merupakan teknologi yang muncul secara tiba-tiba, tetapi inovasi tersebut telah dikembangkan melalui penelitian
terapan akademisi IPB University dan menunjukkan hasil yang positif dalam memicu kolonisasi serta penempelan biota sesil dan kriptik.

“Hasil penelitian tersebut kami bawa lebih dekat kepada masyarakat melalui kegiatan Dospulkam. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menjembatani hasil penelitian di Perguruan Tinggi dengan kebutuhan dan praktik konservasi di tingkat masyarakat pesisir,” Ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr. Beginer Subhan. S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa penerapan hasil riset ke tingkat masyarakat merupakan wujud komitmen nyata perguruan tinggi dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

“FPIK IPB University berkomitmen untuk tidak hanya melahirkan riset di atas kertas, tetapi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal,” pungkasnya.***

Scroll to Top