Peneliti P4W IPB University Paparkan Strategi Penguatan Kepercayaan dalam Skema Jasa Lingkungan di JSF 2026

Bagikan

JAKARTA, KORAN INDONESIA – Tim peneliti Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University yang terdiri atas Andi Yoga Saputra, Setyardi Pratika Mulya, dan Yuni Prihayati mempresentasikan hasil penelitian berjudul ‘Strengthening the Trust in Payment for Ecosystem Services through Effective Groundwater Recharge Interventions in Cianjur, Indonesia’.

Tim Peneliti P4W IPB University menyampaikan pemaparan hasil penelitiannya itu pada momen The 8th International Conference of Jabodetabek Study Forum (JSF) 2026 yang berlangsung di Gedung BRIN, Thamrin, Jakarta pada 23-24 Juli 2026.

Diketahui, Penelitian Tim P4W IPB University tersebut, mengangkat isu menurunnya kapasitas imbuhan air tanah akibat perubahan penggunaan lahan, urbanisasi, deforestasi, dan eksploitasi air tanah yang berlebihan.

Menurut salah satu peneliti P4W IPB University, Setyardi Pratika Mulya dalam keterangannya kepada Koran Indonesia Sabtu, 25 Juli 2026 menyebut kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan, banjir, penurunan muka air tanah, serta degradasi daerah aliran sungai sehingga diperlukan pengelolaan DAS yang lebih terpadu.

Melalui kajian ini, tim peneliti menyoroti bahwa keberhasilan Payment for Eco system Services (PES) tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur imbuhan air tanah, tetapi juga pada integrasi nilai ekologi, insentif ekonomi, tata kelola kelembagaan, serta kepercayaan antar pemangku kepentingan.

Penelitian menyimpulkan bahwa kepercayaan kelembagaan yang dibangun melalui transparansi, pembagian manfaat yang adil, partisipasi masyarakat, dan tata kelola yang konsisten merupakan faktor utama dalam menjamin keberlanjutan program PES.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan jasa lingkungan di Indonesia, khususnya dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga, memperluas partisipasi masyarakat, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan infrastruktur imbuhan air tanah sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya air.

“Hal itu berkontribusi pada SDGs 15 Ekosistem Daratan, SDGs 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak dan SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim,”Tandasnya.***

Scroll to Top