Masyarakat Desa Kalong Liud Kecamatan Nanggung Bogor Terdampak Musim Kemarau, Sedikitnya Warga di 11 RW 46 RT Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor menjadi permasalahan serius bagi masyarakat di pedesaan, ancaman kekeringan dan kesulitan air bersih sulit dihindari, Salah satu desa yang terdampak hal tersebut adalah desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, warga di 11 RW 46 RT kini terdampak kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih.

Dampak kemarau panjang sudah dirasakan masyarakat desa Kalong Liud, sawah ladang mereka terancam gagal tanam dan gagal panen karena kekeringan akibat debit air tanah berkurang bahkan cenderung kering, selain itu warga juga saat ini sudah merasakan dampak kemarau panjang sulitnya mendapatkan air bersih, sumur tadah hujan milik warga kering, juga sumber mata air yang biasa digunakan warga saat tidak lagi mengeluarkan air.

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Desa Kalong Liud melakukan langkah – langkah penanganan kepada warga yang mengalami kesulitan air bersih agar kebutuhan warga akan air terpenuh, aqbaik secara mandiri maupun berkoordinasi dengan dinas terkait serta PT Antam.

Kepala Desa Kalong Liud, Jani Nurjaman saat dikonfirmasi Koran Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya penanganan, mulai dari suplai air harian hingga pembangunan sarana air bersih sebagai solusi jangka panjang.

“Secara keseluruhan, 11 RW dan 46 RT di Desa Kalong Liud terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Kami sudah berupaya bersama pihak dinas terkait dan pihak Antam untuk mengatasinya,” ujar Jani Nurjaman, Jumat 04/09/2026.

Penanganan Darurat dan Jangka Panjang

Selanjutnya, Jani mengungkapkan langkah darurat dan jangka pendek, pihaknya melakukan upaya penyaluran air bersih dari berbagai sumber antara lain ;

RW 003 (mencakup 7 RT), Telah disediakan tampungan air berkapasitas 7.000 liter yang dibangun oleh DPKPP. Penampungan air ini secara rutin diisi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah tersebut.

RW 004: Telah dibangun sumur bor untuk kebutuhan warga. Selain itu, warga juga dapat mengambil air dari tampungan air yang dikelola oleh PT Antam.

Wilayah RW lainnya: Pemerintah desa Kalong Liud telah menyuplai air bersih setiap hari menggunakan mobil Pic-up milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan kapasitas 1.000 liter per perjalanan. Pendistribusian dilakukan mulai sore hingga malam hari, dengan total pasokan air per harinya berkisar antara 3.000 hingga 4.000 liter air bersih yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Ini merupakan program jangka pendek yang sedang kami jalankan saat ini agar kebutuhan warga tetap terpenuhi setiap harinya,”ucap Jani Nurjaman.

Rencana Pembangunan Sumur Bor

Kemudian Jani mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan upaya penanganan pemenuhan air bersih untuk warga dan tidak hanya berhenti pada penanganan darurat saja, melainkan melakukan upaya – upaya bagaimana ketersediaan air bersih di desa ini tetap aman meskipun saat musim kemarau. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan program jangka panjang agar masalah kekeringan tidak terus berulang di musim-musim mendatang.

“Kami sedang menyiapkan program jangka panjang, rencananya kami akan membangun sumur bor di titik-titik lokasi strategis dan di setiap wilayah RW. Kami akan fasilitasi setiap RW minimal 1 hingga 2 sumur bor untuk mengantisipasi musim kemarau yang akan datang,” jelasnya.

Dukungan Pihak Terkait

Mengingat luasnya wilayah yang terdampak dan keterbatasan sumber daya yang tersedia, Pemerintah Desa Kalong Liud berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus berlanjut hingga solusi jangka panjang terwujud.

“Kami tetap memohon bantuan kepada pihak terkait, terutama BPBD Kabupaten Bogor, untuk terus menyuplai air bersih. Selain itu, kami juga berharap PT Antam dapat terus berkontribusi dalam penyediaan air bersih bagi warga Desa Kalong Liud,”pungkasnya.***

Scroll to Top