MAN JADDA WAJADA ! Sholat Istisqa & Doa Bersama Forkopimcam Dramaga Dikabulkan Allah SWT, Hujan Turun Cukup Deras Pada Jumat Malam

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Sholat Istisqa dan doa bersama yang dilaksanakan Forkopimcam Dramaga bersama semua stakeholder di lapangan ponpes Tahfidz Anwar Syarif Bogor pada Jumat, 18 September 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, benar – benar di jawab Allah SWT, dengan diturunkannya hujan cukup deras pada Jumat Petang di wilayah Dramaga dan sekitarnya.

Sholat Istisqa dan doa bersama itu dilaksanakan menyusul musim kemarau yang berkepanjangan, masyarakat sudah mulai kesulitan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari – hari, para petani terancam gagal tanam dan gagal panen karena tidak adanya air.

Durasi Turun Hujan

Hujan yang diturunkan Allah SWT dari langit ke atas permukaan bumi, khususnya di wilayah Dramaga dan sekitarnya durasinya antara 15 sampai 20 menit, paling tidak sudah bisa menurunkan suhu udara panas yang rata – rata sudah mencapai 35 – 45 derajat setiap harinya.

Selain itu, air hujan yang turun pada hari ini, bisa menjadi cadangan air di permukaan bumi, dan seluruh makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia tentunya berharap hujan bisa turun secara continue, agar cadangan air semakin aman.

Diberitakan sebelumnya, sholat Istisqo dan doa bersama tentu tujuannya di musim kemarau yang relatif cukup panjang, dan masyarakat sudah mulai banyak yang kesulitan air bersih maka tentu kita memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, dan menyadari, mengakui kejadian – kejadian yang bertentangan dengan syari’at Islam dan memohon ampunan NYA,” kata Atep S Sumaryo usai sholat Istisqo dan doa bersama pada Jumat, 18/09/2026.

Menurut Atep kemarau tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, Ia menyebut daerah yang dekat gunung salak saja pada musim kemarau tahun ini banyak masyarakat yang sudah mulai kesulitan air bersih.

“Di Kecamatan Dramaga yang terdiri 10 desa semuanya sudah mulai kekurangan air, sampai saat ini para kepala desa belum ada satupun yang mengajukan kepada kita untuk diteruskan ke pihak terkait, itu artinya air masih ada namun sangat terbatas,” tegasnya.

Antisipasi Kekurangan Air di Musim Kemarau

Kemudian Ia mengungkapkan langkah antisipasi kekurangan air di musim kemarau tahun ini, beberapa desa sudah ada yang membuat sumur bor yang dibiayai dari dana perubahan iklim.

“Dan kami pun dari Pemerintah Kecamatan Dramaga akan membuat sumur bor di area hutan kota yang nantinya air sumur bor tersebut bisa digunakan untuk masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang tidak panik, jika kesulitan air lapor ke pengurus atau desa terdekat insya Allah akan ada solusinya, dan yang masih ada cadangan air penggunaannya agar lebih hemat, gunakan seperlunya.

“Gunakanlah air seperlunya di tengah musim kemarau seperti saat ini, dan masyarakat juga jangan membakar sampah yang dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran, dan kepada masyarakat juga kami mengimbau jangan membuang puntung rokok yang masih menyala pada area rumput ilalang, di musim kemarau itu sangat mudah terjadinya kebakaran,” Imbuhnya.

Air merupakan kebutuhan vital untuk manusia dan makhluk lainnya di muka bumi, dengan kata lain tanpa air semua makhluk tidak dapat hidup, Man jada wa jada, barang siapa yang bersungguh – sungguh meminta kepada Allah SWT, niscaya Allah akan mengabulkan permintaannya. Dan hujan yang diturunkan malam ini membawa keberkahan untuk semuanya.***

Scroll to Top