BOGOR, KORAN INDONESIA – Pemerintah desa (Pemdes) Bojongjengkol, Kecamatan Ciampea saat ini tengah merealisasikan bantuan keuangan khusus (BKK) akselerasi pembangunan perdesaan dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pencairan tahap I sebesar 60% dari Rp 1,5 miliar tahun 2026 pada program pembangunan infrastruktur, Dayeuh Pajajaran dan program – program wajib lainnya.
Kepala desa Bojongjengkol, Awaluddin Ma’rifatullah saat dikonfirmasi Koran Indonesia di Kantornya mengatakan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya saat ini tengah melaksanakan program pembangunan fisik dan non fisik yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Bogor melalui program Bantuan Keuangan khusus Akselerasi pembangunan perdesaan tahun 2026.
“Program yang kami realisasikan antara lain infrastruktur, Dayeuh Pajajaran, satu desa satu sarjana, digitalisasi desa, Asta geodesa, BPJS kesehatan untuk 250 orang,” Kata Awaluddin Kamis, 01/10/2026.

Proses pembangunan jembatan Cikalancing penghubung masyarakat di dua wilayah RW di desa Bojongjengkol/Asof/Koran Indonesia//
Pembangunan Infrastruktur Aspal Hotmix & Betonisasi Jalan
Selanjutnya Awaluddin mengungkapkan untuk pembangunan infrastruktur pihaknya saat ini tengah membangun aspal hotmix di wilayah Kampung Bojongjengkol RT 002 & 003 RW 004 dengan Volume P. 330 M x L. 2,6 M x T. 0,03 M.
“Jalan aspal hotmix yang kami bangun panjangnya 330 meter dengan pagu anggaran Rp 170.000.000 termasuk biaya pajak dan upah kerja, dan dikerjakan oleh TPK, tenaga ahli dan masyarakat,” ujarnya.
Selain aspal hotmix, pihaknya juga tengah melaksanakan pekerjaan betonisasi jalan di wilayah Kp Cikiray RT 001 RW 007 dengan volume P. 73 M x L. 3 M x T. 0,15 M. Sedangkan pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 66.475.000.
“Kami melaksanakan betonisasi jalan lingkungan dengan pagu anggaran Rp 66.475.000 dan dikerjakan oleh TPK, tenaga ahli dan masyarakat,” ucapnya.
Sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran kepada masyarakat, pihaknya telah memasang papan kegiatan di lokasi proyek, sehingga masyarakat bisa mengakses seluas – luasnya terkait anggaran proyek plat merah ini.

“Dan pembangunan aspal hotmix di RW 004 dan betonisasi jalan di RW 007, Alhamdulillah telah diselesaikan 100% menggunakan anggaran Bantuan Keuangan khusus Akselerasi pembangunan perdesaan tahap I tahun 2026,” tegasnya.
Pembangunan Jembatan Penghubung
Kemudian Ia juga mengungkapkan anggaran tahap I juga digunakan untuk pembangunan jembatan penghubung antara RW 006 dan RW 007 yang melintas di atas sungai Cikalancing dengan volume P. 18 M x L. 3 M x T. 4 M dengan pagu anggaran Rp 707.585.000.
“Saat ini kami masih terus melaksanakan pembangunan jembatan di atas sungai Cikalancing di tahap I baru terserap anggaran sekitar 15%. Dan jembatan ini menjadi penghubung dua wilayah RW, apabila jembatan ini sudah selesai dibangun maka mobilitas masyarakat di dua RW tersebut menjadi lebih mudah.

Pembangunan Dayeuh Pajajaran
Dalam kesempatan itu, Ia juga mengungkapkan anggaran Rp 1,5 miliar itu selain untuk pembangunan infrastruktur juga beberapa program lainnya salah satunya program Dayeuh Pajajaran.
Pembangunan Dayeuh Pajajaran itu satu paket dengan program pengelolaan sampah desa melalui Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dengan pagu anggaran Rp 300.000.000 dan dikerjakan oleh masyarakat.
“Kampung Dayeuh Pajajaran satu paket dengan KRL yang kami beri nama Lembur Dewek, agar masyarakat secara luas memiliki sense of belonging terhadap kampung Dayeuh Pajajaran,” ucapnya.
Ucapan Terima Kasih
Pemerintah Desa Bojongjengkol bisa membangun desa itu berkat bantuan keuangan khusus akselerasi pembangunan perdesaan dari pemerintah kabupaten Bogor, tanpa itu rasanya mustahil desa bisa membangun infrastruktur jalan jembatan dan lain – lain.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat desa Bojongjengkol mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro) atas diberikannya bantuan keuangan untuk membangun desa. Kini wajah desa Bojongjengkol sedikit demi sedikit sudah mulai berubah, dan hasil pembangunan itu manfaatnya nyata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Awaluddin Ma’rifatullah.***



