BOGOR, KORAN INDONESIA – Jalan kabupaten yang berada di wilayah desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dikepung longsor saat hujan deras yang terjadi satu pekan kemarin. Sedikitnya ada empat titik tanah longsor yang berada di pinggir jalan Kabupaten, mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas kendaraan dan puluhan warga terancam.
Musibah longsor di empat titik tersebut dibenarkan kepala desa Petir, H Sukardi saat meninjau lokasi longsor di Kp Malingping RT 04 RW 01 desa Petir pada Senin, 18/05/2026.
Menurut Sukardi hujan deras yang terus menerus hampir setiap hari mengakibatkan longsor di empat titik antara lain ;
Kp petir berbatasan dengan desa Purwasari, longsor di Cinekol panjang 50 meter dan kedalaman 40 meter, mengakibatkan jalan penghubung Petir – Purwasari terdampak dan jalan ditutup untuk kendaraan roda empat.
Dugaan sementara terjadinya longsor yang mengakibatkan jalan terdampak, akibat saluran drainase tidak berfungsi secara maksimal, sehingga ketika hujan deras, air bah tidak mengalir di aliran drainase, lalu air tumpah ke jalan raya, lalu masuk ke tebingan Cinekol.

Kondisi titik longsor di Kp Malingping RT 04/01 desa Petir, panjang longsor 8 meter dan kedalaman 8 meter/Asof/Koran Indonesia//
Longsor juga terjadi di Kp Malingping RT 04/01, panjang longsor 8 meter pada kedalaman 8 meter, akibat longsor jalan kabupaten yang menghubungkan desa petir dengan desa Sukadamai terganggu, lokasi longsor dipasang garis polisi dan arus kendaraan diberlakukan sistem buka tutup oleh warga.
“Longsor di lokasi ini juga sama, karena tidak ada saluran drainase, jika tidak segera diambil tindakan dikhawatirkan terjadi longsor susulan, yang mengakibatkan sebuah jembatan bisa saja terdampak, karena titik longsor hanya berjarak sekitar 5 meter,” ucapnya.
Kemudian longsor juga terjadi di Kp Jadipa RT 03/07, luas longsor panjang 10 meter dan kedalaman tebing 8 meter. Dan longsor juga terjadi di Kp Petir Tonggoh RT 04/07 dengan panjang longsor 8 meter pada kedalaman 10 meter.

Di lokasi ini juga sama diduga karena tidak ada saluran drainase, air hujan dari arah atas yang mengalir di badan jalan, lalu masuk ke titik longsor, dan dua rumah di bawahnya terancam.
“Semua titik longsor tersebut berdampak pada kerusakan jalan Kabupaten yang berada di desa petir. Akibat terjadinya longsor selain jalan rusak, yang mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas juga beberapa KK dan puluhan jiwa terancam,” ungkap Sukardi.
Selanjutnya Sukardi menegaskan jalan Kabupaten yang terdampak longsor ini sangat vital, selain jalur lalu lintas kendaraan juga sebagai arus lalu lintas barang dan jasa yang berpengaruh kepada perekonomian masyarakat.
“Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Bogor, Pak Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi dalam hal ini dinas PUPR Kabupaten Bogor juga Komisi III DPRD Kabupaten Bogor untuk segera memperbaiki jalan ini, demi keselamatan warga dan lancarnya perekonomian khususnya warga Petir,” tegasnya.
Sementara itu salah satu warga Petir, Agung berharap tebing longsor dibeberapa titik di wilayah desa Petir, meminta kepada pemerintah segera untuk dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT), karena jika tidak segera ditangani, khawatir ada longsor susulan yang akan mengancam jalan menjadi terputus.
“Kami sebagai warga berharap pemerintah segera bertindak, dibangun TPT untuk keselamatan warga juga untuk menghindari jalan kabupaten ini rusak lebih parah lagi,” pungkasnya.***



