BOGOR, KORAN INDONESIA – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Bogor dan sekitarnya mulai sekitar pukul 14.30 hingga sore pada Rabu, 28 Oktober 2026 mengakibatkan longsor dan satu rumah terdampak yang diisi 1 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 4 jiwa terancam di wilayah Kp Ciherang Tengah RT 04 RW 11, desa Ciherang, Kecamatan Dramaga.
Longsor terjadi saat hujan deras ketika saluran irigasi meluap, dinding tembok penahan tanah diduga tak kuat menahan derasnya air sehingga Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang kurang lebih 5 meter ambruk, dan tepat di atasnya ada bangunan rumah milik warga bernama Amir terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian yang diderita pemilik rumah itu ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Kronologis Peristiwa
Amir pemilik rumah menceritakan kronologi peristiwa longsor yang terjadi di bagian depan rumahnya, saat kejadian ia mengaku sedang tidak di rumah dan mengetahui adanya peristiwa tersebut dari anaknya yang berada di rumah.
“Kami mendiami rumah ini berempat, saat kejadian saya dan istri sedang di luar rumah, ketika rekaman video yang dikirim anak saya, saya baru mengetahui adanya longsor yang berdampak ke rumahnya,” katanya.
Menurut keterangan anak saya peristiwa itu terjadi pada pukul 16.00 WIB sore kemarin saat hujan deras dan saluran irigasi ini meluap, saking derasnya air tembok depan rumah diduga tidak kuat menahan beban akhirnya ambruk sepanjang 5 meter.

“Ambruknya tembok depan rumah, juga berdampak pada badan rumah, kondisinya belah – belah. Dan kami khawatir ada apa – apa kemungkinan saat hujan turun kami akan mengungsi ke rumah orang tua dulu,” ujarnya.
Iya khawatir ada longsor susulan, jadi ia dan keluarga memutuskan untuk mengungsi sementara ke rumah orang tua. Sementara untuk mencegah longsoran makin meluas, ini diperbaiki sedikit – sedikit.
“Namun kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki TPT depan rumah kami,” Imbuhnya.
Ketua RT 04 RW 11, Ade Suryadi membenarkan terjadinya musibah longsor yang menimpa salah satu warganya. Tentunya sangat perihatin atas terjadinya musibah ini.
“Kami pihak pengurus insya Allah akan memberikan bantuan tenaga untuk kerjabakti gotong royong menyingkirkan bongkahan tembok yang menghalangi saluran air,” ucapnya.
Dan insya Allah pihaknya juga akan mengusulkan melalui Kadus (Kepala Dusun) untuk mengusulkan di Musdus agar saluran irigasi ini dipasang TPT untuk mencegah longsor tanah makin meluas..
Sementara itu Tabah Febrianto, Kasi Kesra, didampingi Ketua RT 04 RW 01 serta Babinkamtibmas desa Ciherang saat dikonfirmasi terkait adanya musibah longsor Ia mengungkapkan akan menindaklanjuti laporan resmi kepada pihak terkait.
“Untuk mencegah makin meluasnya longsoran Kami akan bermusyawarah di kantor desa, dan yang urgen itu paling tidak longsoran ini ditutup dengan terpal, agar tidak makin meluas,” pungkasnya.***



