BOGOR, KORAN INDONESIA – Jalan usaha tani yang menghubungkan dua desa dua Kecamatan yakni desa Situdaun Kecamatan Tenjolaya dan desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor melintasi aliran sungai Cihideung sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan utamanya pemotor.
Dari arah desa Situdaun sebelum sungai Cihideung jalannya pun kondisinya rusak parah, berlubang dan berbatu, jika tidak ekstra hati – hati pemotor bisa terjatuh. Dan saat jalan melintas di aliran sungai Cihideung kondisinya juga tidak rata, bergelombang, pada kedua sisinya penuh dengan bebatuan dengan kemiringan sekitar 45 derajat.
Setiap harinya jalan ini sangat ramai dilalui kendaraan pemotor mulai dari pelajar hingga masyarakat luas, juga sesekali dilewati kendaraan mobil yang mengangkut hasil panen pertanian dari kedua desa tersebut.

Berdasarkan keterangan masyarakat setempat jalan tersebut ramai sekali dilintasi masyarakat setiap harinya, saat musim kemarau seperti ini air sungai Cihideung berkurang sehingga permukaan jalan yang melintas di atas sungai kelihatan, tetapi ketika musim hujan debit air sungai tinggi permukaan jalan tidak terlihat, dan sebetulnya berbahaya.
Komentar pengguna jalan
Salah satu pengguna jalan, pelajar SMK Yapura bernama Kartika warga Situ Uncal desa Purwasari, Ia mengaku setiap hari pulang pergi ke sekolah melintasi jalan ini, walaupun ngeri jalannya melintasi sungai Cihideung dan diujung jalan menuju Situdaun nya rusak.
Sebetulnya lanjut Kartika ada jalan lain menuju sekolah namun jarak jauh, harus lewat Cihideung Kramat jembatan pengantin, jadi muter waktu tempuh juga lebih lama, meskipun berisiko Ia lebih memilih motong jalan lewat jalan ini.

“Kami berharap pemerintah dapat membangun jembatan dan jalan penghubung ini, agar masyarakat pengguna jalan ini bisa lewat dengan aman dan nyaman,” pungkas Kartika.***



