Ketika Batu Jatuh 70 Tahun: Gambaran Dahsyat Kedalaman Neraka

Bagikan

 

KORANINDONESIA, Jakarta – Dalam Riyadhus Shalihin pada hadis ke-404, Imam Nawawi meriwayatkan dari Abu Hurairah sebuah peristiwa yang sarat makna.

Suatu ketika, para sahabat sedang bersama Nabi Muhammad. Pada saat itu, mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh. Namun, tidak ada satu pun benda yang terlihat jatuh di sekitar mereka. Peristiwa tersebut terasa ganjil, karena suara itu jelas terdengar, tetapi tidak tampak sumbernya.

Kemudian Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian mengetahui suara apakah itu?” Mereka menjawab dengan penuh adab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Rasulullah ﷺ kemudian menjelaskan bahwa suara tersebut adalah suara sebuah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu. Batu itu terus meluncur tanpa hambatan hingga akhirnya mencapai dasar neraka pada saat itu. Suara yang mereka dengar adalah suara benturan batu tersebut ketika sampai di dasarnya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Peristiwa ini menunjukkan betapa dalamnya neraka. Sebuah batu yang jatuh selama 70 tahun tanpa terhenti memberikan gambaran yang sangat kuat tentang kedalaman yang tidak dapat dijangkau oleh logika manusia. Batu tersebut tidak tersangkut, tidak terhenti, melainkan terus meluncur hingga mencapai dasar.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa bahan bakar neraka adalah manusia dan batu. Ini menegaskan bahwa neraka bukanlah sesuatu yang ringan. Bahan bakarnya bukan kayu atau sesuatu yang biasa, melainkan manusia dan batu, yang menunjukkan kedahsyatan dan kerasnya azab di dalamnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam Al-Qur’an, Surah An-Nisa ayat 56, bahwa orang-orang yang mengingkari ayat-ayat-Nya akan dimasukkan ke dalam api neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Allah menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka terus merasakan azab. Hal ini menunjukkan bahwa siksa tersebut berlangsung tanpa henti.

Gambaran ini seharusnya menjadi bahan renungan yang mendalam. Ketika disebutkan bahwa orang-orang munafik berada di lapisan paling bawah neraka, maka gambaran kedalaman yang disebutkan dalam hadis ini membantu kita memahami betapa dahsyatnya kondisi tersebut.

Sebagai perbandingan, apabila sebuah benda dijatuhkan dari puncak gedung tertinggi di dunia seperti Burj Khalifa, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah hanya dalam hitungan detik. Namun dalam hadis ini disebutkan bahwa sebuah batu membutuhkan waktu 70 tahun untuk mencapai dasar neraka. Hal ini menunjukkan keterbatasan pemahaman manusia dalam membayangkan hakikat neraka.

Sering kali manusia tidak merasakan ketakutan ketika mendengar tentang neraka. Tidak muncul kegelisahan atau kewaspadaan yang seharusnya. Padahal, gambaran yang disampaikan sangatlah mengerikan.

Jika dibandingkan dengan kehidupan sehari-hari, manusia bahkan sering merasa takut terhadap sesuatu yang jauh lebih ringan. Sebagai contoh, tidak semua orang berani menyelam ke dalam air yang dalam, meskipun hanya beberapa meter. Banyak pula yang merasa panik ketika berada di lautan dan tidak dapat melihat dasar di bawahnya, meskipun mereka mampu berenang. Rasa takut itu muncul karena ketidaktahuan terhadap kedalaman.

Maka, bagaimana dengan neraka yang kedalamannya digambarkan dengan perjalanan jatuh selama 70 tahun?

Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap manusia lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Setiap dosa dan maksiat hendaknya segera diikuti dengan istighfar dan taubat kepada Allah. Jangan meremehkan azab yang telah diperingatkan.

Selain itu, hendaknya setiap muslim senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari api neraka. Kesempatan untuk mendapatkan keselamatan masih terbuka selama manusia masih hidup.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa menjaga diri dari perbuatan dosa, memperbanyak amal saleh, serta termasuk dalam golongan yang diselamatkan dari azab api neraka.

Referensi:

KAJIAN RIYAADHUS SHALIHIN
Ternyata, Sedalam Inilah Neraka
Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri

Link : https://www.youtube.com/live/tD62SKVutB0?si=-1hIkyjOJzvROCYg

Dok. Freepik.com

Scroll to Top