Memperingati Tahun Baru Islam, Muharram 1448 H, Warga Kampung Ciampea Ilir, Desa Tegalwaru Bogor Menggelar Tradisi Sedekah Bumi/Babarit

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Warga Kampung Ciampea Ilir, tepatnya di lingkungan RT 02 dan RT 08 RW 06, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan tradisi Babarit atau yang juga dikenal dengan nama Sedekah Bumi, bertepatan dengan Muharram 1448 Hijriah atau tahun Masehi 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur seluruh masyarakat kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan, terlebih lagi atas hasil panen dan kekayaan alam yang melimpah yang diperoleh warga sepanjang tahun ini. Tradisi ini juga menjadi momentum kebersamaan untuk mempererat tali persaudaraan antar warga serta menjaga keharmonisan lingkungan Ciampea Ilir.

Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul bersama, membawa hasil bumi dan makanan yang telah diolah secara gotong royong untuk kemudian disajikan bersama, berdoa, serta memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh penghuni kampung.

Selain itu, warga membawa air minum dari masing – masing rumah dikumpulkan di satu titik untuk dibacakan lapal dzikir tahlil serta membaca Manaqib dan do’a bersama yang dipimpin Ustadz Abdurrahman, juga warga berlomba – lomba bersedekah uang yang dimasukkan ke dalam sebuah baskom. Dan uang sedekah yang terkumpul disedekahkan ke mushola dan diterima oleh pengurus mushola setempat.

Acara sedekah bumi dihadiri langsung Kepala Desa Tegalwaru, Hj. Nunung Nuriyah, dan Ia memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan sedekah bumi yang sudah menjadi agenda rutin tahunan di Kp Ciampea Hilir.

Dalam keterangannya kepada Koran Indonesia Hj Nunung mengatakan bahwa ritual sedekah bumi merupakan tradisi warisan leluhur, Ini sangat berharga dan harus terus dijaga kelestariannya oleh generasi penerus.

“Kami sangat mengapresiasi warga RT 02 dan RT 08 RW 06 yang masih tetap menjaga dan melestarikan tradisi leluhur yakni sedekah bumi yang sarat dengan makna. Tradisi Sedekah Bumi atau kebiasaan orang Ciampea Ilir menyebutnya Babarit bukan sekadar adat semata, namun mengandung nilai kebaikan, rasa syukur, dan memperkuat persatuan warga,” ujar Hj. Nunung Nuriyah.

Ia berharap semangat kebersamaan dan rasa syukur yang ditunjukkan warga Kampung Ciampea Ilir dapat menjadi teladan bagi lingkungan lain di Desa Tegalwaru, serta membawa dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

“Selain sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta, kami berharap melalui kegiatan ini memohon perlindungan agar lingkungan selalu dijauhkan dari segala marabahaya, penyakit, serta selalu diberikan kemudahan dan kelancaran dalam segala urusan,”Imbuhnya.

Sementara itu tokoh agama setempat Ustadz H Abdurrahman mengungkapkan tradisi Babarit ini sudah turun temurun dilaksanakan dan sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi warga Ciampea Ilir setiap Muharram melaksanakan sedekah bumi.

“Kami melapalkan dzikir, tahlil dan membaca Manaqib memohon doa dan karomahnya dari Tuan Syeh Abdul Qadir Jaelani, agar masyarakat diberikan kelancaran dalam usahanya, diberikan keselamatan dunia dan akhirat, dikabulkan segala maksud dan hajatnya dan tentunya memohon perlindungan dari Allah SWT,” pungkasnya.***

 

Scroll to Top