Pawai Ta’aruf MTQ ke 48 Berlangsung Semarak, Diikuti Ratusan Peserta, Kades Petir Tunggangi Kuda Ala Raja Minyak dari Timur Tengah & Optimis Jadi Juara !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Pawai Ta’aruf Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – 48 tingkat Kecamatan Dramaga diikuti ratusan peserta dari sepuluh desa termasuk diantaranya rombongan kafilah desa Petir yang tampil beda, menggunakan busana ala Timur Tengah.

Walaupun datang paling terakhir di lokasi star di jalan lingkar manggis dekat Sawah Abah, kontingen kafilah desa Petir patut diacungi jempol, pasalnya kades Petir, H Sukardi datang menunggangi kuda dengan busana ala Timur Tengah membuat terpukau semua hadirin peserta pawai ta’aruf.

H Sukardi menyampaikan permohonan maaf datang paling terakhir di lokasi star Pawai Ta’aruf, Ia mengaku berangkat dari kantor desa dengan menunggangi kuda, sehingga perjalanannya agak sedikit lambat, namun demikian Ia sangat menikmati suasana itu, karena menjadi pusat perhatian masyarakat yang dilewati.

Disinggung kenapa menunggangi kuda, Ia menegaskan bahwa kalau jalan kaki itu sudah biasa, tetapi dengan menunggangi kuda menjadi luar biasa, di tengah era moderen saat ini kebanyakan orang pakai kendaraan, saya lebih memilih naik kuda, karena ini sudah menjadi momen langka.

Selain menunggangi kuda alasan rombongannya memakai busana hitam putih ala Timur Tengah, pihaknya mengingatkan kembali ke masyarakat secara luas bahwa kendaraan kuda itu pernah hits di zamannya. Juga busana yang dipakai bagi yang sudah pergi ke Baitullah akan mengingatkan untuk kembali ke tanah suci.

Sesampainya di garis finis rombongan Kafilah desa Petir tetap menjadi perhatian desa lain juga masyarakat yang menyaksikan pagelaran pawai ta’aruf MTQ, yang menjadi pusat perhatian adalah tampilan pak kades yang berkuda dengan tampilan busana ala Raja Minyak dari Tanah Arab.

Ketika ditanya seberapa optimis bisa menjadi juara dalam perlombaan pawai ta’aruf MTQ, Ia dengan tegas sangat optimis menjadi juara, para juri akan memberikan nilai terbaik bagi kontingen pawai Ta’aruf yang tampil beda dengan kontingen dari desa lain.

“Insya Allah tim juri akan memberikan skor nilai tertinggi dalam pawai ta’aruf untuk desa Petir, dan menjadi juara,” tandasnya.***

 

Scroll to Top