BOGOR, KORAN INDONESIA – Pusat Koperasi Syariah (Puskopsyah) Kabupaten Bogor menggelar rapat kerja, membahas program kerja tahun buku 2026 – 2028. Acara tersebut berlangsung di Koppontren Darul Fallah, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada Senin, 08/06/2026.
Rapat yang dihadiri dan diikuti seluruh jajaran pengurus Puskopsyah berfokus pada modernisasi sistem dan penguatan sumber daya manusia (SDM), menghasilkan keputusan strategis untuk mengubah tata kelola koperasi dari konvensional – tradisional menjadi berbasis digital dan profesional.
Ketua Bidang Humas & Kemitraan Puskopsyah Kabupaten Bogor, Hj Maryeni, SE.MSi dalam keterangannya kepada Koran Indonesia.net Selasa, 09/06/2026 mengatakan bahwa kepengurusan koperasi syariah yang baru, pada awal pekan ini mengadakan rapat membahas program kerja untuk lima tahun mendatang.
Menurut Yeni panggilan akrab Hj Mayeni, ada beberapa point penting yang menjadi catatan dan perlu ditindaklanjuti, pesan yang disampaikan ketua Puskopsyah, H Muhdam Kamaludin M.Pd saat memberikan sambutan pada rapat kerja tersebut.
“Rapat kerja bukan sekedar agenda tahunan untuk menjalankan amanah organisasi tetapi merupakan momentum untuk merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan menyamakan arah perjuangan,” kata Yeni.

Ketua Bidang Humas & Kemitraan Puskopsyah Kabupaten Bogor, Hj Maryeni, SE.MSi/Dok-Puskopsyah//
Lebih jauh, sang ketua kata Yeni mengingatkan semua jajaran pengurus bahwa kemajuan ekonomi umat tidak mungkin diwujudkan oleh satu orang, satu koperasi atau satu lembaga semata. Kekuatan itu bisa tumbuh melalui kerja kolektif dan kolaboratif serta bersinergi satu sama lain dengan landasan kepercayaan, kesamaan visi dan semangat saling menguatkan.
“Kita harus jujur mengakui bahwa perjalanan ekonomi syariah masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Berbagai tantangan tata kelola, penguatan modal, peningkatan kualitas SDM, hingga kepercayaan masyarakat masih harus terus diperbaiki,” ujarnya.
Puskopsyah Hadir Sebagai Solusi
Pada kesempatan itu lanjut Yeni, Pak Ketua juga berharap kehadiran Puskopsyah di tengah masyarakat harus bisa menjadi solusi, bukan hanya membantu koperasi agar tetap hidup, tetapi dapat mendorong koperasi syariah untuk tumbuh lebih sehat, kuat dan profesional dan lebih dipercaya oleh anggotanya.
“Kita tidak boleh puas hanya dengan bertahan, tetapi kita harus bergerak menuju kemajuan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut ketua Kopsyah kata Yeni, Koperasi yang kuat itu adalah koperasi yang memiliki jaringan yang kuat bersinergi, berkolaborasi dengan koperasi lain, koperasi yang demikian sudah bisa dipastikan mampu menghadapi tantangan perubahan zaman.
Pihaknya berharap dari rapat kerja tersebut rumusan program kerja tidak berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan kebutuhan nyata anggota, juga tidak sekedar menjadi daftar kegiatan, tetapi menjadi jawaban atas persoalan yang benar – benar dihadapi koperasi di lapangan.
“Kita meyakini setiap permasalahan pasti ada solusinya, tugas kita adalah menghadirkan kesungguhan, kebersamaan, dan ikhtiar terbaik untuk menemukan solusi,” pungkasnya.***



