Ratusan Rumah Warga Miskin Extrim, Penerima Bantuan PKH di Desa Neglasari Bogor Dipasang Stiker, Tujuannya Agar Tidak Tumpang Tindih Bantuan & Lebih Tepat Sasaran !

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Ratusan rumah warga miskin extrim, penerima bantuan PKH dari Kementerian Sosial (Kemensos) dipasang stiker oleh Pemerintah desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Pemasangan stiker tersebut secara simbolis dilaksanakan langsung Kades Neglasari, Yayan Mulyana didampingi Sekdes Kosasih Irvan, pendamping dari Dinas Sosial belum lama ini.

Tujuan dari pemasangan stiker bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan bantuan sosial (bansos) tersalurkan secara tepat sasaran. Program ini juga berfungsi sebagai alat transparansi data publik yang memungkinkan masyarakat turut serta memantau dan memverifikasi penerima bantuan.

“Kami bersama tim telah melaksanakan pemasangan stiker di rumah warga penerima bantuan PKH. Sistem stiker ini mencegah bantuan salah sasaran, dan memastikan agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang layak dan membutuhkan,” kata Yayan Mulyana dalam sambungan telepon pada Kamis, 25/06/2026.

Selain itu kata Yayan sebagai transparansi Data, pihaknya membuka akses informasi agar masyarakat luas dan aparat dapat melihat secara langsung siapa saja yang menerima dana bantuan dari pemerintah.

Lalu pemasangan stiker di rumah warga penerima bantuan PKH, sebagai sarana edukasi, stiker tersebut diharapkan dapat memunculkan kesadaran sosial (atau efek malu) bagi penerima yang sebenarnya sudah mampu secara ekonomi, sehingga mereka bersedia mengundurkan diri secara sukarela (graduasi).

“Program stiker dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor ini menjadi alat identifikasi dan assessment di lapangan untuk memudahkan proses evaluasi oleh pendamping PKH maupun Dinas Sosial,” tegas Yayan.

Jumlah Rumah yang Dipasang Stiker

Jumlah rumah penerima bantuan PKH yang sudah dipasang stiker totalnya ada 327 rumah yang tersebar di seluruh wilayah RW di desa Neglasari.

“Kami sudah memasang stiker di 327 rumah penerima bantuan PKH,”ujarnya.

Sanksi bagi yang mencopot dan menolak dipasang stiker

Selanjutnya Yayan menegaskan bagi warga penerima bantuan PKH yang rumahnya sudah dipasang stiker, lalu stiker yang sudah menempel dicabut, atau ada penerima bantuan lalu menolak rumahnya dipasang stiker maka secara otomatis dinyatakan mundur secara sukarela (Graduasi) Mandiri.

“Mencopot stiker dan menolak dipasang stiker otomatis keluarga Penerima bantuan PKH keluar dari daftar penerima bantuan sosial (Graduasi) dan wajib mengisi form isian yang sudah disiapkan Dinas Sosial Kabupaten Bogor yang dibawa petugas,” Yayan kembali menegaskan.

Kemudian lanjut Yayan program stikerisasi dari Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor sangat membantu pemerintah desa Neglasari. Dengan stiker itu diharapkan tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran, dan tidak ada lagi tumpang tindihnya bantuan di satu titik penerima manfaat.

“Sangat membantu kami, label stiker itu menjadi pembeda antara rumah penerima bantuan dengan yang lainnya di tengah masyarakat, dan menjadi tanda pula dalam penyaluran bantuan sosial lainnya dari pemerintah, dengan demikian tidak akan adalagi bantuan sosial itu, penerimanya itu – itu saja,”pungkas Yayan Mulyana.***

 

Scroll to Top