Wujudkan Kebersihan Lingkungan Itu Bagian dari Iman Pemerintah Desa Dramaga Lakukan Korve di Jalan Lingkar Manggis Terintegrasi dengan Dayeuh Pakuan Pajajaran

Bagikan

BOGOR, KORAN INDONESIA – Korve bersih – bersih lingkungan secara gotong royong serentak dilaksanakan di 416 desa 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor termasuk diantaranya kegiatan Korve dilaksanakan Pemerintah desa Dramaga, Kecamatan Dramaga yang dipusatkan di Jalan Lingkar Manggis menuju tempat Pengelolaan sampah yang dikelola KRL (Kampung Ramah Lingkungan) pada Selasa, 20/10/2026.

Kepala desa Dramaga, Yayat Supriyatna disela kegiatan memimpin Korve mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakannya menindaklanjuti instruksi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, informasinya via Kecamatan Dramaga, hari ini seluruh desa serentak harus melaksanakan KORVE membersihkan lingkungan secara gotong royong.

“Kami pemerintah desa Dramaga langsung menentukan titik lokasi Korve, karena jalan kampung manggis ini juga sebagai pusat Dayeuh Pakuan Pajajaran yang terintegrasi dengan tempat pengelolaan sampah desa, dengan demikian satu sama lain saling menunjang,” katanya.

Dan unsur yang terlibat dalam Korve ini lanjut Yayat, Jajaran Pemerintahan desa Dramaga, Babinkamtibmas, unsur BPD, LPM, para Kadus, Para RTRW, Linmas beserta masyarakat.

“Meskipun Korve ini dadakan, tapi karena kegiatan gotong royong beberesih kampung sudah menjadi agenda rutin, meskipun dadakan tidak ada masalah, karena warga kami sudah terbiasa, guyub secara bersama – sama kerja bakti bersihkan lingkungan dari sampah setiap Minggu, terlebih sekarang jalan ini ada Dayeuh Pakuan Pajajaran maka kebersihannya menjadi bagian terpenting yang tidak terpisahkan,” tegasnya.

Menjaga kebersihan lingkungan itu menjadi tanggung bersama, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan itu bagian dari Iman, untuk mewujudkan masyarakat yang beriman mari kita jaga lingkungan untuk tidak membuang sampah apalagi membuangnya ke dalam saluran sungai atau irigasi.

150 Lubang Biopori

“Dalam rangka penataan lingkungan yang terintegrasi dengan keberadaan Dayeuh Pakuan Pajajaran kami akan membuat 150 lubang biopori yang bisa dimanfaat oleh masyarakat untuk membuang sampah ke dalam biopori yang kita buat,” ujarnya.

Diharapkan sampah yang dimasukan ke dalam lubang biopori itu bisa menghasilkan pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan kembali untuk tanaman – Tamanan milik warga.

“Dengan demikian kami harapkan sampah yang tadinya dinilai tidak bermanfaat, dan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” Imbuhnya.

Untuk jangka panjang kata Yayat pihaknya juga akan menyediakan bak sampah organik dan non organik, sebagai pilot projek akan ditempatkan di jalan lintas manggis.

“Untuk sementara waktu kita akan tempatkan bak sampah organik dan non organik di jalan lingkar manggis yang terhubung dengan Dayeuh ini, tidak menutup kemungkinan jika anggaran memungkinkan bak sampah seperti itu akan disebar ke seluruh wilayah desa Dramaga,” tandas Yayat Supriyatna.***

 

 

 

Scroll to Top