BOGOR, KORAN INDONESIA – Musyawarah desa (Musdes) perubahan APBDes 2026 dan Musdesus penetapan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2026 digelar Pemerintah desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor di aula kantor desa pada Kamis, 02/04/2026.
Forum rapat tersebut dihadiri langsung Camat Dramaga, Atep S Sumaryo, Kasipem, Rudi Hidayat, Kades Ciherang, Suherwin diwakili kasi perencanaan, Nanang Junaedi, Kasi Pemerintahan, Ikin, Ketua BPD, Dadan Kusnandar, Ketua Bundes, Antonius Babinkamtibmas, Danposmil, ketua TP PKK desa, RTRW, LPM, para Kader PKK Posyandu, dan Perwakilan masyarakat.
Penandatangan Berita Acara (BA)
Dalam Musdes dan Musdesus tersebut dibahas rencana realisasi anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor melalui program Bantuan Keuangan ( Bankeu) tahun 2026 dan anggaran yang bersumber dari APBN melalui program Dana Desa tahun 2026.
Usai pembahasan semua program yang akan direalisasikan di tahun 2026 disepakati oleh semua pihak, langsung dilakukan penandatanganan berita acara Musdes dan Musdesus oleh Kepala desa Ciherang, Suherwin SE, Ketua BPD desa Ciherang, ditandatangani pula oleh saksi perwakilan dari RTRW, Ketua TP PKK, LPM serta perwakilan masyarakat dan disetujui Camat Dramaga, Atep S Sumaryo.
Dalam keterangannya Kades Ciherang, Suherwin diwakili Kasi Perencanaan, Nanang Junaedi, mengatakan bahwa kegiatan hari ini terdiri dari dua pembahasan, yakni membahas Musdes perubahan APBDes 2026 yang dibiayai dari APBD Kabupaten Bogor melalui anggaran Bantuan Keuangan Infrastruktur dan Musdesus penetapan KPM BLT DD dari APBN melalui program anggaran Dana Desa.
Musdes APBDes Tahun 2026
Musyawarah desa digelar hari ini lanjut Nanag tujuannya agar semua unsur pengurus wilayah memahami, sumber anggaran darimana, berapa besarannya, lalu digunakan untuk apa saja agar mereka semua paham dan bisa menjelaskan kepada masyarakat.
Bantuan Keuangan Infrastruktur yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor untuk tahun 2026 jumlahnya bertambah Rp 500 ribu, semula Rp 1 Miliar dan menjadi Rp 1,5 Miliar. Dana sebesar itu akan direalisasikan untuk infrastruktur, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di bantaran sungai Ciapus yang ada di wilayah desa Ciherang sebesar Rp 600 juta, dan TPT sungai kecil di RW 03 sebesar Rp 300 juta.

Sementara anggaran sebesar Rp 600 juta lainnya akan direalisasikan pada tujuh program antara lain sebagai berikut ;
- Pengelolaan Sampah di desa Rp 336.530.000
- Program 1 desa 1 Sarjana Rp 20.000.000
- Program Desa Siaga Rp 93.070.000
- Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga sehat sejahtera (P2WKSS) Rp 50.000.000.
- Program Karang Taruna/UMKM/Mitra Bumdes Rp 50.000.000.
- Program Jaminan Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan Rp 50.400.000.
“Jadi anggaran Rp 1,5 Miliar sudah kami ploting sesuai dengan arahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sekaligus sebagai bentuk transparansi anggaran kepada masyarakat,” tegas Nanang.
Musdesus BLT DD 2026
Selanjutnya Nanang mengungkapkan pasca pengurangan Dana Desa oleh Pemerintah pusat, desanya akan menerima Dana Desa Tahun 2026 sebesar Rp 373.456.000.
Alokasi dana desa sebesar itu sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat akan direalisasikan kepada pengeluaran Earmark dan non Earmark sebagai berikut ;
- Program BLT DD 23 orang @Rp 200.000 Rp 55.200.000.
- Program Ketahanan Pangan Rp 15.000.000
- Program Stunting/PMT Rp 42.800.000
- Operasional Pemerintah desa Rp 11.190.000
- Program AP Pendidikan Rp 12.500.000
- Program Tanggap Iklim Rp 10.000.000
- Program PKT Rp 20.000.000
- Program Digitalisasi desa Rp 35.000.000
- Program Darurat Bencana Rp 151.766.000
- Program kepemudaan Rp 10.000.000
- Program Relawan Damkar desa Rp 10.000.000
“KPM BLT DD jumlahnya berubah sebelumnya sebanyak 61 orang dan tahun ini hanya 23 orang, dengan nominal Rp 200.000/orang, diberikan selama 12 bulan,” kata Nanang
“Semua program Earmark yang sudah ditentukan oleh pusat akan kami laksanakan, kecuali program non Earmark yakni pembangunan infrastruktur tidak dapat kami laksanakan, karena keterbatasan anggaran yang di cover dana desa tahun 2026,” tegasnya.
Lalu program ketahanan pangan, anggarannya cukup kecil, paling anggaran sebesar itu akan digunakan untuk memperkuat program ketahanan pangan yang sudah ada.
“Kami berharap program yang sudah dicanangkan dan sudah ditetapkan dalam Musdes dan Musdesus bisa terlaksana dengan baik, sesuai dengan yang kita harapkan,” Imbuhnya.
Sementara Kasi Pemerintahan desa Ciherang, Ikin mengatakan semua perencanaan pembangunan baik yang dibiayai dari dana bantuan keuangan infrastruktur Kabupaten Bogor maupun yang dibiayai dari dana desa telah ditetapkan dalam Musdes dan Musdesus.
“Kami berharap semua unsur pengurus di wilayah, termasuk perwakilan masyarakat bisa mensosialisasikan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pemerintah desa Ciherang di tahun 2026,” pungkasnya.***



